Diposkan pada Cerpen, Tak Berkategori

Andi dan Jubah Ajaib Vol.1


Pada jaman dahulu,hiduplah seorang anak bernama andi.
Andi adalah anak yang baik,rajin dan suka menolong.

Pada suatu hari
Saat andi pulang sekolah
Ia melihat batu ada di tenggah jalan padahal saat itu jalanan sedang ramai ramainya. Hatinyapun tergerak untuk menyingkirkan batu itu dari tenggah tenggah jalan.
Andi pun melakukannya,walaupun ia tahu nywanya bisa terancam kalau kalau ada kendaraan yang melaju kencang lalu menabraknya mungkin itu akan terasa sakit namun bagi andi ia lebih akan merasa sakit lagi bila ada orang yang terjatuh dari kendaraan karena batu itu. Yaaa,walau berbahaya andi tetap melakukannya.
Ia pun melanjutkan perjalanannya…
Di suatu persimpangan ia melihat seorang nenek yang terlihat sedang kebingungan. Sepertinya nenek itu akan menyebrang namun sepertinya takut dengan lalu lalang kendaraan di depannya. Andi pun bermaksud menolong nenek itu.
Ia menghampiri nenek itu.
“Mau menyebrang ya nek?” tanya andi.
“Ia nak,tapi nenek takut” jawab nenek tersebut.
“Ya udah,saya bantu nyebrang ya nek” kata andi.
“Iya nak” nenek itu tersenyum.
Akhirnya andipun menyeberangkan nenek itu sampai ke seberang jalan.
Andipun kembali melanjutkan perjalanannya.
Di tenggah jalan andi melihat segerombolan bebek sedang menyebrang. Gerombolan bebek itu sangat lambat dalam menyebrang andi khawatir dan takut kalau ada kendaraan yang lewat. dan benar saja dari kejauhan andi melihat ada sebuah truk besar. Sontak andipun terkejut dan mencari cara untuk menghentikan truk itu.
Ia memgambil beberapa daun pisang lalu melambai lambai kannya berharap truk itu bisa melihatnya dan berhenti.
Namun sepertinya supir truk itu tidak melihatnya karena ia sedang asyik mengobrol dengan rekan yang duduk di sebelahnya. Sampai pada akhirnya ia sudah dekat dengan andi. Andipun semakin panik saja,ia lalu melambai lebih kuat lagi sambil berkata “Stop!!! Stop!!!” berharap truk itu berhenti.
Dalam perbincangan asyik dengan rekannya,supir truk itu sedikit melihat ke depan
Dan akhirnya supir truk itu melihat andi yang sedang melambai lambaikan tangannya dan sudah dekat dengan mobilnya,mungkin hanya beberapa meter saja. Sontak ia menginjak rem dan terdengar suara nyaring sangat keras yang di akibatkan oleh rem tersebut “shittttttszzzzz” hampir saja truk itu menabrak andi,hanya jarak satu meter saja. Andai supir tidak melihat andi pasti andi sudah tertabrak”
“Hey bocah,ngapain kamu ada di tenggah jalan? Itu sangat berbahaya!!!” supir truk berkata dengan nada tinggi sedikit kesal pada andi.
“Bapak nggak lihat,itu ada rombongan bebek sedang menyebrang” jawab andi santai.
“Bebek? Jadi kamu mau mengorbankan nyawa kamu demi segerombolan bebek itu? Jangan bodoh bocah” kata sang supir.
“Bebek atau makhluk apapun itu berhak untuk hidup tenang. Aku yakin kok pak,tuhan pasti akan melindungi orang yang baik. Yang bodoh itu bapak karena ngobrol sambil menyetir,kalau bapak kecelakaan bagaimana? Itu sangat bahaya tau” tegas andi.
Bapak itu kaget dan sadar
“Kamu benar nak,maafkan bapak ya?” kata supir.
“Iya pak,lain kali jangan diulangi ya pak” kata andi sambil tersenyum.
Supir itu pun pergi menuju ke truk nya,bebek bebek itupun telah usai melakukan penyebrangan berbahaya itu. Selesailah misi andi kali ini,ia lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya dirumah ia langsung makan siang,seperti hari hari biasanya ia selalu sendirian siang siang seperti ini. Ibu dan bapaknya masih bekerja di ladang dan pulangnya pun saat hari sudah gelap. Mereka bekerja keras semata mata untuk membiayai sekolah andi.
Seusai makan siang andipun melanjutkan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Seperti biasanya ia sangat rajin.

Di Khayangan
Ratu mendapat laporan dari salah satu pengikutnya bahwa ada anak yang baik,rajin dan suka menolong. Dan ratupun bermaksud untuk melihat siapakah anak tersebut menggunakan kaca ajaibnya.
Dan ternyata anak itu adalah andi,ia terlihat sedang mengintip sebuah peristiwa perampokan. Karena ia tak bisa berbuat apa apa maka yang bisa ia lakukan adalah bersembunyi dan melihatnya saja. Dalam hati andi berkata “andai saja aku punya kekuatan super,aku pasti bisa mengusir para perampok itu” sang ratu yang mendengar kata andipun bermaksud menghadiahkan sebuah benda yang bisa di gunakan andi untuk melakukan kebaikan.
Andi tengah tertidur dan ia bermimpi,dalam mimpinya ia bertemu seorang wanita cantik. Wanita itu seperti ratu,dan ratu itu memberikan andi sebuah jubah ajaib “halo anak baik,karena kamu baik,rajin,dan suka menolong aku akan memberimu ini. Ini adalah jubah ajaib,jika kamu memakai jubah ini maka kamu tidak akan terlihat. Aku akan meletakkan jubah ini didalam lemarimu” ratu itu berkata sangat lembut sambil tersenyum.
Andipun terbangun seketika,seolah yang barusan ia alami itu bukan mimpi. Andi lalu mengecek ke dalam lemari pakaiannya,dan benar saja di sana sudah ada jubah ajaib itu. Andi sempat tidak percaya ia menutup lalu membuka lemarinya tapi jubah itu masih tetap ada.
Andi mencoba jubah itu,ia mencoba mengenakannya sambil berkaca. Dan benar saja bayangannya tidak terlihat di kaca. Lalu ia keluar menghampiri ayah dan ibunya yang sedang mengobrol dan benar saja mereka pun tidak dapat melihat andi.
“Waaah,jubah ini sangat ajaib. Akhirnya aku bisa melawan orang orang yang jahat” kata andi.
Jubah itu selalu andi bawa kemanapun ia pergi kalau kalau ada yang butuh bantuannya bisa langsung ia bantu.
Pada suatu jalan yang sepi…
Andi melihat ada seorang ibu ibu yang sedang di paksa oleh perampok untuk menyerahkan barang barangnya. Perampok itu menggunakan senjata tajam. “Wah,kebangetan banget itu orang. Beraninya sama ibu ibu. Sepertinya dia pantas di beri pelajaran” kata andi dalam hati.
Andipun memakai jubah itu lalu menghampiri perampok tadi. Andi dengan posisi tubuh tidak terlihat itu lalu mengambil pisau perampok itu dan membuang nya. Perampok itu binggung bukan kepalang ketika seolah ada yang mengambil pisau itu. Perampok itu berusaha mengambil pisau itu kembali namun justru pisau itu melayang,berputar putar lalu menghadap ke arahnya lalu melaju kencang tepat ke arah perutnya. Perampok itu pun kabur karena ketakutan. Andi mengambil tas milik ibu ibu yang terjatuh lalu meletakkan tas itu tepat di tanggannya. “Siapapun kamu,saya sangat berterimakasih” kata ibu itu. Andi hanya tersenyum.
To be Countinued

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

13 tanggapan untuk “Andi dan Jubah Ajaib Vol.1

      1. Amanat dalam cerpen ini baik Mas, nasihat atau penyadaran yang baik untuk pembaca. Kemudian, coba perhatikan kembali beberapa hal ini agar cerpen yang amanatnya baik ini menjadi cerita yang bagus gus gus gus, sebagai berikut:

        1. Gunakan PUEBI (Peraturan Umum Ejaan Bahasa Inodonesia) mengenai penggunaan tanda baca, kapitalisasi huruf, penggunaan partikel: nya, di dsj., tipografi dll.

        2. Gaya bahasa, inipun perlu digunakan dalam suatu tulisan sejenis cerpen untuk memberikan kesan keindahan teks sehingga pembaca mendapatkan warna-warni cerita.

        3. Gunakan cara penyampaian cerita yang ‘menggelitik’ mislakan:

        Anak mata empat itu berjalan di belakang segrombola manusia-manusia ingusan berseragam merah lusuh dan putih sedikit coklat. Andi memang tidak seperti anak-anak ingusan itu, bukan karena mata Andi ada empat sedangkan mata anak-anak ingusan itu ada dua, melainkan Andi berbeda dengan mereka sebab Andi hanyalah tidak mampu menjadi anak nakal selayaknya mereka.

        Sewaktu lepas pulang sekolah, seperti biasa jika kalimat “wabarakatuh” telah diucapkan bersama-sama semua anak maju kedepan untuk meraih tangan ibu guru untuk menciumnya lalu melesap keluar ruangan kelas seperti burung yang dibukakan kandanganya. Tetapi, hanya Andi tidak demikian. Ia masih mencerna perkataan Ibu Siti “, anak-anak yang baik, singkirkanlah duri dari jalan, itu pesan Nabi Muhammad.”

        Andi masih berjalan di belakang gerombolan anak-anak ingusan dengan menyusuri bahu jalan raya. Ia lihat batu di tengah jalan raya sebesar kue bolu satu loyang yang membahayakan pengguna jalan raya, ia teringat pesan yang disampaikan Ibu Siti ketika di kelas lantas ia bergegas. Di kejauhan sekitar 100 meter ada mobil melaju kencang, namun cukup aman karena jauh; Andi masuk ke tengah jalan lalu mengangkat batu namun sial, ternyata batunya sangat berat. Andi jelas tidak mampu mengangkatnya, dan memutuskan untuk mendorongnya saja ketika itu jarak mobil sudah 40 meter lagi. Terdengar bunyi ‘kalkson’ ternyata ada motor yang melaju lebih dekat 10 meter dari Andi “braaaaak” terdengar suara rusuh Andi hampir tertabrak tetapi ia jatuh tersungkur di bahu jalan dengan batu sebesar kue bolu yang telah menepi dekat lututnya yang berdarah….

        Disukai oleh 1 orang

      2. Owh… gitu? Heheh maafkanlah mereka kalau memang itu menyinggungmu. Di dunia literasi orang macam-macam sifatnya. Bisa jadi ada yang mengajakmu berdiskusi seperti ini, tapi ada pula orang yang bahkan menghinakan tulisanmu. Harus besar hati dan lapang dada.

        Disukai oleh 1 orang

      3. Ya… Mas harus mengalahkan mereka yang sekolah tinggi, tunjukkan bahwa pendidikan itu bukan karena sekolah tinggi tetapi karena banyak belajar dari buku, kehidupan dan dari orang-orang pintar yang baik budinya.

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s