Diposkan pada Cerpen, Dongeng, Tak Berkategori

My Guardian Tukang Parkir

Siang itu, seperti biasa habib pergi ke pasar untuk berbelanja. Di sana ia menitipkan kendaraannya pada seorang tukang parkir yang tak asing lagi baginya. Yah,habib dan tukang parkir itu setiap hari bertemu jadi mereka sudah saling mengenal.
Habib teringat pada kata-kata bos-nya… “Kamu gak usah bayar parkir lagi,orang cuma sebentar doang kok!!!” kata bos-nya yang pelit dan perhitungan. “Ia bib,atau kamu sengaja nabung ya biar nanti lebaran bisa dapat banyak dan di ambil hahaha…” kakak bos habib menambahkan. Kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
Habib justru sangat kesal,saat itu ia hanya bisa mengiyakan kata bos-nya itu.
Bagaimana mungkin hanya uang seribu saja mereka enggan mengeluarkannya,padahal kupikir itu sudah setimpal dengan penjagaan yang mereka berikan. Begitulah dalam benak habib saat itu.
Habib orang-nya tidak tega’an dan cenderung memikirkan orang lain dahulu sebelum dirinya sendiri.
Saat itu juga ia memutuskan kalau ia-lah yang akan membayar uang parkir setiap harinya.

Habib bertegur sapa pada tukang parkir itu dan kemudian masuk ke pasar untuk belanja. Setelah selesai ia menghampiri tukang parkir itu dan memberikan uang seribu rupiah pada-nya.

“Makasih,nak” kata tukang parkir itu.
“Iya” jawab habib.

Hal ini terus terus berlanjut sampai beberapa tahun.

Suatu hari habib kecelakaan,motor yang di naiki-nya di tabrak oleh sebuah mobil. Habib terluka parah dan ia tak sadarkan diri,namun pengendara mobil itu justru kabur dan meninggalkan habib.

Sejak saat itu,habib tak pernah terlihat lagi di pasar. Dan tugas habib pergi berbelanja di gantikan oleh maman si tukang kebun.

Suatu ketika,tukang parkir itu menghampiri maman. Tukang parkir itu juga mengenal pak maman. Dan ia tahu kalau habib bekerja serumah dengan pak maman.

“Pak maman,di mana anak itu?” tanya tukang parkir.
“Siapa maksudmu? Habib?” tanya pak maman.
“Iya” jawab tukang parkir.
“Oh,dia kecelakaan. Keadaan-nya parah,dan dia harus segera di operasi. Biaya-nya sebesar 1.500.000,Namun sayang-nya si bos tidak mau menanggung biaya-nya dan habib juga tidak punya banyak uang. Keluarga-nya pun sangat jauh di kampung. Kasihan dia,tak kunjung di tangani.” kata pak maman sedih.

Mendengar kabar itu,tukang parkir itu-pun berniat menjenguk habib.

Habib yang masih tergeletak lemah itu-pun akhirnya di pindahkan ke ruang operasi untuk di operasi.
Operasi-nya berjalan lancar.

Beberapa hari kemudian…

Habib sadar,ia mencari seseorang di sekitarnya berharap ia menemukan seseorang. Yang ia temui hanya pak maman yang sedang tertidur pulas.

“Pak! Pak maman!” panggil habib lirih.

Namun pak maman tidak bangun juga,habib melihat pada sebuah mangkuk stainlesstell dan ia menjatuhkannya.
Dan,

“Klontang…tang…tang…tang…” suara mangkuk itu berbunyi.

Pak maman kaget dan terbangun dari tidur pulasnya itu lalu melihat ke mangkuk yang terjatuh itu,dan ia melihat ke arah habib. Dan disana habibpun sedang melihat ke arahnya dan tersenyum padanya.

“Habib,akhirnya kamu sadar juga.” kata pak maman sangat senang.
“Pak maman,siapa yang membiayai biaya operasiku ini. Tak mungkin kan bos kita yang pelit itu yang membiayai?” tanya habib.
“Yang membiayai adalah…”

Belum sempat pak maman memberitahu,Tiba tiba suara ketukan pintu terdengar…

“Tok…tok…tok…”
“Masuk” kata pak maman.

Ternyata orang di balik pintu itu adalah tukang parkir yang sering habib jumpai di pasar. Ia masih mengenakan rompi dan topi berwarna oranye. Itulah seragam tukang parkir.

“Habib,orang itu adalah dia. Tukang parkir itu.” kata pak maman.
“Apa!!!” kata habib kaget.

Bagaimana mungkin seorang tukang parkir bisa membiayai biaya operasi habib yang mahal itu.

“Apakah benar bapak yang telah membiayai operasi saya?” tanya habib pada tukang parkir.

Tukang parkir itu hanya tersenyum.

“Tapi bagimana bisa?” tanya habib.
“Aku hanya memberimu sedikit saja,sebenarnya aku mengembalikan uang yang sudah kau berikan selama 4 tahun ini” kata tukang parkir.

Habib terharu,ia berusaha bangun di bantu oleh pak maman.

“Terimakasih pak,terimakasih” kata habib.
“Ah,sudahlah” kata tukang parkir.

Akhirnya mereka berdua berpelukan. Sementara pak maman terharu melihat hal itu bahkan ia sampai meneteskan air mata.

30 harix12 bulan = 360 hari
360 harix1000 rupiah = 360.000 rupiah
360.000 rupiahx4 tahun = 1.440.000 ribu
Uang dari pak parkir = 60.000 ribu
Semua = 1.500.000

Quotes: Suatu hari kita menanam sebuah biji,bila biji itu adalah kebaikan maka ia akan tumbuh dan berbuah dan kita akan memetik kebaikan. Begitupun sebaiknya apabila biji itu sebuah keburukan maka kita akan memetik buah keburukan pula.


Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

9 tanggapan untuk “My Guardian Tukang Parkir

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s