Diposkan pada Tak Berkategori

David Downie : Adventure In The Mouse Island Vol.1

Panti asuhan,2004

David adalah seorang anak berumur 15 tahun,dahulu ia adalah anak yang sangat ceria. Namun,kini keceriaan itu berubah menjadi tangis dan kesedihan. Hari harinya ia hiasi dengan melamun dan menangis,ia juga senang menyendiri. Di saat anak panti lainnya bermain,ia malah asyik melamun di kamarnya.

Jakarta,2002

Malam itu,
Malam yang bahagia dan di ubah menjadi kelam oleh para geng perampok,malam itu adalah ulang tahun david yang ke-12. Semua anggota keluarganya di bantai habis oleh para geng perampok itu. Kecuali david,salah satu anggota geng tidak tega melihat david yang sedang berulang tahun di bunuh. Jadi ia membiarkan david tetap hidup.
Malam yang bahagia itu seketika menjadi malam yang haru sekaligus menakutkan,bahkan pada kue ulang tahunnya terdapat noda darah akibat sabetan benda tajam perampok terhadap ibu-nya. Semuanya tergeletak tak berdaya di lantai dengan berlumuran darah.

Panti asuhan,2006

Kini david berumur 17 tahun,ia memutuskan untuk berkelana mencari guru yang bisa mengajarinya untuk bela diri. Lalu untuk kemudian ia gunakan semua itu untuk balas dendam.

David meninggalkan sepucuk surat di atas tempat tidurnya yang berisikan…

“Bu,maaf kalau selama ini david banyak salah. Maaf david selama ini ngerepotin dan terimakasih karena ibu sudah mau merawat david. Maaf david harus pergi”

David-pun pergi dari panti lalu berjalan menuju hutan terlarang untuk mencari seorang kakek yang sakti. Untuk nantinya david jadikan kakek itu gurunya.

Pertemuan david dengan pusshi…

Hutan terlarang,

David adalah seorang pecinta kucing,sementara pusshi adalah kucing david. Mereka bertemu saat david sedang dalam bahaya,saat david akan jatuh ke jurang. Lalu pusshi memberitahu pada pemiliknya agar pemiliknya itu mengikutinya. Lalu mereka menuju ke tempat david berada ke sebuah tepian jurang nan terjal. Disana david berada,ia berpegangan pada sebuah akar. Lalu pemilik pusshi mengulurkan tangannya pada david dan menariknya. Dan akhirnya davidpun selamat.

“Nak,kenapa kamu ke hutan terlarang ini? Hutan ini terlalu bahaya untuk anak seperti kamu.” kata orang yang barusan menolong david.
“Aku sedang mencari kakek sakti,apakah anda tahu dia?” kata david.
“Ya,ia sudah lama pergi dari hutan ini. Jadi lebih baik kamu cari di tempat lain,jangan di hutan ini. Bahaya.” kata orang itu.
“Baiklah” kata david.

Pusshi memghampiri david,
David mengeluarkan makanan dari tas-nya dan memberikannya pada pusshi sebagai hadiah. Pusshi sangat senang di beri makanan dan ia menghabiskan semua makanan itu. Pusshi kemudian mendekati david lalu mengelus-elus bulunya pada david. Pertanda bahwa ia suka pada david.

“Ayo-lah pusshi,kita harus pergi…pus pus pus” kata pemilik pusshi.

Namun pusshi tidak mendekati pemiliknya justru semakin lengket dengan david.

“Oh jadi begitu,nak tolong kamu rawat pusshi dengan baik ya!!!” kata pemilik pusshi.
“Baik” jawab david semangat.

Pemilik pusshi itu lalu pergi meninggalkan david dan pusshi.

“Jadi nama kamu pusshi ya,namaku david. Mulai sekarang kita adalah teman” kata david.
“Meaow!!!” pusshi seolah mengerti kata david.
“Kucing pintar!” kata david sambil mengelus kepala pusshi.

Jadi begitulah perkenalan mereka,kini mereka selalu bersama sama kapanpun dan dimanapun. Termasuk dalam petualangan kali ini. Mereka akan berlayar menuju ke kota namun justru tersesat ke sebuah pulau tikus.

Sore itu,
Di dermaga…

Semua penumpang menaiki kapal yang akan segera berangkat,termasuk david dan pusshi.
Kini kapal berangkat menuju ke kota.
David berjalan ke arah depan kapal hanya untuk sekedar melihat pemandangan di depan sana. Seseorang telah ada di sana dan davidpun menghampirinya. Ternyata itu adalah seorang kakek yang sedang menikmati makanannya.
David duduk disebelah kakek itu lalu memperkenalkan diri.

“Halo kek,namaku david.” kata david.
“Siapa yang kau panggil kakek itu?” tanya kakek.
“Ya,anda lah. Siapa lagi” jawab andi tersenyum.
“Kurang ajar,aku ini masih muda. Panggil aku paman!” kata kakek itu.
“Muda dari mana? Orang udah tua gitu,rambutnya juga udah putih semua.” kata david.
“Rambut ini,oh ini udah dari lahir.” kata kakek tersenyum.

“Ah sudahlah,sebaiknya aku panggil kakek ini paman saja dari pada perdebatan ini tak selesai selesai” kata david dalam hati.

“Baik-lah paman,jadi nama paman siapa?” tanya david.
“Namaku…”

Belum sempat kakek itu menjawab,ia kaget karena pusshi sedang menikmati ikan bakarnya yang menjadi makanan favouritnya.

“Haaaaa…kucing siapa ini?” tanya kakek.
Plakkk!!!” kakek itu memukul pusshi karena telah mencuri makanannya.

David yang melihatnya lalu menghampiri pusshi dan memeluknya…

“Itu kucingku,itu bukan hanya kucing. Tapi teman,bahkan keluarga bagiku. Jadi kalau ada yang menyakitinya aku tidak akan tinggal diam.” kata david dengan wajah serius.
“Kenapa kamu membela kucing pencuri itu?” tanya kakek.
“Sudah kubilang dia keluarga ku. Lagipula ia mencuri juga karena terpaksa. Aku tidak punya uang sudah tiga hari ini kami tidak makan,jadi wajar saja kalau ia mencuri makananmu. Lagipula ia hanya mengambilnya sedikit” jawab david.
“Hmmm,ya sudahlah. Maafkan aku,kau boleh mengambil makanan ini untukmu juga. Nih,ambil…” kata kakek itu yang kini merasa iba.
“Wah serius nih kek,makasih ya kek…?” kata david bersemangat.

Mereka bertiga pun menikamati makanan mereka sambil melihat matahari terbenam yang sangat indah. Dan itu adalah pertemuan david dengan kakek sakti yang nantinya akan mengajarinya ilmu bela diri.

Malam hari-nya…

Malam itu,
Ada sebuah kabut tebal menghalangi penglihatan. Dan benar saja kapal itu lalu menabrak sebuah batu besar di depannya. Bagian depan kapal itu hancur dan kapal itupun tenggelam.
Teriakan minta tolong terdengar dimana-mana,untung saja david bisa berenang. Ia meraih sebuah kayu lalu kemudian meletakkan pusshi di atasnya. Lalu ia berenang mencari tepian.
Akhirnya ia sampai pada sebuah tepian pantai. sesampainya di tepian ia pingsan,ia tergeletak lemas di tepian pantai itu karena kelelahan berenang sementara pusshi dari tadi menjilati wajahnya.
Akhirnya david terbangun,ia kemudian melihat ke sekitarnya selain pusshi yang ada hanyalah pohon kelapa,batu batuan dan suara ombak.

“Tolong!!! Tolong!!!” teriak david.
“Tidak ada gunanya teriak teriak di pulau tak berpenghuni ini…” suara itu berasal dari belalang david.

Ia lalu melihat ke belakang dan ternyata orang itu adalah…

Bersambung ke Vol.2

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s