Diposkan pada Cerpen, Dongeng, Tak Berkategori

DiDe

“Hey!!! Pergilah dari sini,aku tak mau buah buahan-ku yang segar ini jadi kotor karena kedatanganmu. dasar gembel. Pergi sana.” kata seorang penjual buah buah-an kepada diana.
“Tapi pak,saya bawa uang kok. Dan saya berniat membeli buah bapak.” kata diana tersenyum.
“Ambilah ini,dan pergi sana gembel!!!” kata bapak itu sambil melempar apel ke arah diana.

Diana-pun secara spontan menangkap apel itu,dan segera meninggalkan tempat itu.

“Makasih pak!” kata diana sembari berpaling dan pergi menjauhi warung bapak itu.

Diana-pun pergi dengan membawa apel tadi,hatinya terluka. Padahal hari ini berbeda dari hari-hari sebelumnya. Hari ini diana berhenti meminta dan mau membeli,namun malah di perlakukan seperti itu.
Hati-nya sakit,andai saja ia masih punya keluarga pasti ia tak perlulah bersusah payah mencari uang dan makan sendiri.
Dan jika ia masih punya kedua orang tua,maka pasti sekarang ini ia tenggah menikmati masa masa sekolah yang indah.
Namun sekarang ini,bagi diana menemukan sisa makanan di tempat sampah atau sekedar menemukan ruko yang belum di singgahi oleh gelandangan untuk tidur sudah cukup baginya.

Suatu hari,

Diana sedang mengamen,kemudian ia melihat ada seorang anak perempuan yang sedang mengamen pula. Namun bedanya anak itu menggunakan gitar. Anak itu mengamen pada sebuah warung makan yang sedang ramai.
Diana kagum pada anak itu karena bisa dengan lincah memainkan gitar. Diana menghampiri anak yang sedang mengamen itu,lalu…
Anak itu sedang membawakan lagu D’Masiv-Jangan Menyerah.

“Syukuri apa yang ada…”
“Hidup adalah anugrah,tetap jalani hidup ini,melakukan yang terbaik. Jangan menyerah,jangan menyerah,jangan menyerah… Jangan menyerah,jangan menyerah,jangan menyerah…ho ooo…”

Anak itu kaget sekaligus heran melihat diana yang ikut bernyanyi bersamanya,meski begitu tak lantas membuatnya berhenti memainkan gitar itu. Ia tetap memainkannya meski kini ada orang asing yang merebut jatahnya menyanyi.
Setelah selesai diana lalu mengeluarkan sebuah tas plastik lalu meminta uang pada pendengar. Setelah itu ia berikan semuanya pada anak itu.

“Nih!” diana memberikan tas plastik itu pada anak itu.

Anak itupun menerimanya.

“Terimakasih.” kata anak itu.
“Sama sama.” jawab diana tersenyum.
“Nama kamu siapa?” tanya diana.
“Namaku desy,kalau kamu?” jawab anak perampuan itu. Lalu bertanya pada diana.

Diana mengeluarkan tanggannya dari saku celana jeans yang sudah robek kesana sini itu,dan mengulurkan tangannya.

“Namaku diana,aku adalah pengamen bersuara paling merdu di daerah sini.” jawab diana.
“Wah,jadi kamu pengamen juga?” tanya desy.
“Iya” jawab diana.
“Bagaimana kalau kita bergabung saja.” kata desy.
“Bergabung,maksudnya???” tanya diana.
“Ya bergabung,kamu yang nyanyi dan aku yang main gitar. Jujur saja sebenarnya aku gak begitu bisa nyanyi.” jawab desy.
“Oh gitu,ok. Mungkin bakalan banyak yang suka. Soalnya kamu main gitarnya bagus banget.” kata diana.
“Aaah,gak kok. Btw,suara kamu juga bagus.” kata desy sambil menunjukan senyum manisnya.

Sejak saat itu mereka selalu ngamen bersama,dan sejak mereka bergabung hasil dari mengamen itu semakin banyak saja.
Kini baik diana maupun desy tidak pernah kelaparan lagi. Bahkan mereka bisa menyewa satu kamar kost.
Sejak saat itu mereka menjadi sahabat,bahkan lebih dari itu. Mereka saling membutuhkan satu sama lain,saling melengkapi satu sama lain.

Pada suatu hari saat diana dan desy sedang mengamen di sebuah warung makan.
Tanpa sengaja ada seorang pengunjung yang merekam penampilan mereka. Lalu mengunggah nya ke media sosial.

“Couse all of me,love all of you…” dengan penuh penghayatan diana menyebutkan setiap lirik. Didukung dengan petikan gitar yang indah dari desy semakin menambah hebat penampilan mereka.

Tak heran jika banyak yang terpaku pada penampilan mereka.

Beberapa hari kemudian,
Tak butuh waktu lama,video yang di uanggah oleh seorang pengunjung warung makan itupun menjadi viral. Dimedsos manapun diana dan desy di bicarakan. Kini mereka terkenal.

Ada seorang musisi besar yang melihat video diana dan desy sedang mengamen,musisi itu kagum dan heran. Bagaimana mungkin seorang pengamen bisa bernyanyi seindah itu.
Musisi itu berniat mencari diana dan desi untuk ditawari rekaman di studio.

Musisi itu mencari diana dan desy dari warung makan,pasar,terminal sampai stasiun namun ia tak menemukannya. Di sela keterputusasaannya ia melihat pengamen yang ia cari itu sedang mengamen di sebuah taman. Ia lalu menghampiri mereka dan melihat penampilan mereka.

“Telah habis sudah…cinta ini,tak lagi tersisa…untuk dunia,karena tlah kuhabiskan…sisa cintaku hanya untukmu…” kali ini mereka membawakan lagu •surat cinta untuk starla•

“Prok!!! Prok!!! Prok!!!” suara tepuk tangan terdengar keras.

Musisi itu menghampiri diana dan desi,

“Wah,bagus sekali. Kalian mau tidak kalau ikut dengan saya ke studio rekaman?” tanya musisi itu.
“Lhoh,bukannya om itu musisi ya? Rekaman? Maksudnya kita di jadikan artis gitu?” tanya diana.
“Iya om musisi,ia sama seperti om.” jawab om musisi itu.
“Wah mau om,iya kan des?” jawab diana.
“Iya,kami mau!” seru desy.

Mereka pun melakukan rekaman single pertama mereka di studio milik om musisi,dan single pertama mereka laris. Kemudian mereka kembali mengeluarkan single dan lagi lagi laris. Sampai pada akhirnya mereka punya album sendiri.
Kini mereka di kenal dengan •DiDe• yang berarti DIana&DEsy.

Note : jangan mudah menyerah,yakinlah kamu bisa. Meski kamu sering bertemu dengan kegagalan tapi ia mengajarimu banyak hal dan nantinya akan membawamu sampai keberhasilan.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

18 tanggapan untuk “DiDe

  1. Jadi, inget sama pengamen cilik yg brnama Tegar yg mndadak tenar.

    Klo bisa spasi dan pngetikan bisa dirapikan lg, mungkin lbh keren, trus pnulisan nama org jngn lp juga hruf kapital dpannya.

    Smangat nulis, overall, bgus kok kisahnya..

    Disukai oleh 2 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s