Posted in Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Tentang Mimpi,Harapan&Rasa Yang Terpendam

Sedari tadi ia hanya memandangi laut,duduk di tepian pantai dan menghitung ombak yang mendekat.

orang itu memang sangat menyukai laut,apalagi saat ia sedang putus asa seperti sekarang ini.

lautlah yang mampu membangkitkan semangatnya. bahkan Aku,sahabatnya sendiripun tak bisa.
kali ini ia putus asa karena puluhan naskah cerpen yang ia kirim ke beberapa email koran dan majalah tak ada yang membalas apalagi menerbitkannya.

Akulah orang yang telah menyuruhnya mengirimkan puluhan cerpen itu,bagiku ia sangat berbakat. ya,Aku tahu setelah membaca beberapa cerpennya.

hanya saja mungkin dia kurang beruntung.
namanya Billy Brown,Aku memanggilnya Bibil. ya mungkin tidak seperti yang lain yang memanggilnya Arif atau Yudhis. Aku memanggilnya Bibil karena kami bersahabat. sejak ia Aku tolong dan Aku menjadi sahabatnya,Aku bebas melakukan apapun padanya. termasuk merubah nama panggilannya.
dan tentu saja cita-citanya kini adalah menjadi seorang penulis terkenal.

dulu ia hanya menulis untuk sekedar merubah jalan cerita dari serial tv atau film yang ia sukai,namun sekarang berbeda.

ia menulis dengan idenya sendiri tanpa embel-embel hal yang ia sukai. dan Akulah yang telah menyuruhnya.

Dia tak akan menolak apa yang Aku mau. dan ia akan selalu percaya padaku,sahabatnya satu-satunya.
Aku bertemu dengannya saat kami masih smp.

Aku menghampiri kerumunan di sebuah pojokan kelas,Aku mendekati mereka menembus kerumunan itu. dan kudapati disana ada Bibil,dan dia sedang di bully,di permalukan didepan banyak orang.

beberapa temannya menyuruhnya melepaskan seragamnya,dan ia hanya memakai celana boxernya itu. tentu saja semua orang tertawa melihatnya.

si cupu itu tidak bisa berbuat apa-apa,Aku kesal melihat ia yang hanya pasrah diperlakukan seperti itu.
“dasar pengecut kalian,beraninya sama yang lemah doang!!!” teriakku kesal.
lalu akupun menghampiri mereka,Aku pukul mereka yang menyuruh Bibil melepaskan pakaiannya. walau Aku ini perempuan,tapi tenagaku cukup kuat hanya sekedar untuk membuat mereka babak belur. hingga akhirnya Aku di panggil oleh guru bp dan Aku di skors.
mendengar Aku di skors,Bibil datang padaku dan ia merasa bersalah.
“maaf ya,gara-gara Aku kamu malah jadi kena skors.” kata Bibil.

“kamu gak perlu minta maaf,seseorang yang tertindas itu memang harus di tolong. dan kejahatan itu tidak seharusnya di biarkan saja. lagipula aku seneng kok di skors kaya gini,jadi aku bisa bebas dari aktifitas belajar.” kataku sambil tersenyum.
ia pun tersenyum padaku.
“kamu ini aneh ya?” tanya dia.

“emang iya ya,tau deh… hahah…” jawabku.

“hahaha…” diapun tertawa.
sejak saat itulah kami menjadi sahabat,perbedaan karakter tidak menghalangi persahabatan kami.

dan sejak saat itu Aku mulai sadar kalau dia itu berbeda dengan anak-anak yang lainnya. dia itu istimewa. dan Aku menyukainya.
⚫⚫⚫
Aku berjalan ke arahnya yang sedang duduk di pinggiran pantai itu,dari jauh Aku memanggilnya…
“Bibil…!!!” teriakku.
ia sadar bahwa barusan ada yang memanggilnya,tangannya tampak menuju ke wajahnya. ia menghapus air matanya,walau dari jauh Aku tetap bisa melihat kalau ia melalukan hal itu.
“eh,ternyata kamu.” kata dia.

“kamu ngapain disini?” tanyaku.
Aku pura-pura tak tahu apa yang terjadi padanya.
“ehm… Aku,Aku gagal.” kata dia.

“gagal? nggak apa-apa,kamu harus tetep semangat. kesempatan itu gak hanya ada sekali. aku bakal nyari lagi koran atau majalah yang mau menerima cerpen,kamu tenang aja.” kataku penuh semangat.

“kayaknya percuma deh,aku pasti gagal lagi.” kata dia.
dan
“plak!!!” Aku menampar wajahnya keras-keras.
“eh… kamu tuh nggak boleh ngomong gitu,kamu tuh harus semangat,kalau gagal itu wajar yang penting usaha terus.” kataku marah.

“maaf.” kata dia.
dia menundukan kepalanya,Aku mengangkatnya dan kini kami wajah kami hanya berjarak sekitar 20cm saja.
“kamu itu…” 
“dug!!! dug!!! dug!!!” jantungku berdegub kencang.
tadinya Aku mau mengatakan suatu hal padanya,tapi entah kenapa semua yang Aku pikirkan hilang seketika saat melihat wajahnya. sungguh,sebenarnya ia lumayan ganteng. hanya saja wajahnya ditutupi kaca mata yang besar dan ramput poni yang tebal.
“gak jadi.” kataku.
Akupun melepaskannya,lalu Aku duduk disampingnya.
“kamu itu harus selalu semangat.menggapai mimpi itu seperti kita terjun dari sebuah tebing yang tinggi,bila mimpi itu terwujud,maka akan menjadi sayap yang bisa membawa kita terbang kemanapun. dan sebaliknya jika mimpi itu tidak terwujud,maka kita akan jatuh,merasakan sakit,bahkan lebih parah lagi. aku akan selalu ada disamping kamu,kamu gak perlu khawatir. aku akan menemani kamu sampai kamu bisa punya sayapmu sendiri.” kataku.
Bibil merangkul pundakku.
“makasih,kamu selalu ada untukku. kamu itu bukan hanya sahabat bagiku,tapi lebih.” kata Bibil.

“aku juga berharap bisa lebih dari sahabat sama kamu bil.” kataku dalam hati.
setelah hari itu,Aku terus memberinya semangat,sampai pada akhirnya salah satu cerpennya di muat di koran.

ia girang bukan main ketika Aku menunjukan selembar kertas yang ada judul bertuliskan cerpen karangannya.
Aku mencarinya ke pantai,dan benar saja ia memang ada di pantai. berdiri merasakan deburan ombak yang menghantam kakinya,memperlihatkan seolah ia sudah siap,siap bila harus jatuh dan gagal lagi. namun kali ini berbeda,ia berhasil,dan Aku sudah tak sabar ingin memberitahukan ini kepadanya.
Aku berlari ke arahnya sambil memanggil namanya…
“Bibil…!!!” teriakku.
“Nih!” kataku sambil menyerahkan selembar koran yang sedari tadi terus ku pegang erat.
“aaa… gila!!! mimpi gak nih? aku bakal jadi penulis nih kayaknya.” kata dia dengan senangnya.

“kamu gak mimpi kok.” kataku tersenyum.
lalu ia memelukku,pelukannya sangat erat.

Aku seperti patung,yang hanya bisa diam tanpa melakukan suatu apapun.
“i love u,i love u so much… terimakasih sudah menyemangatiku,terimakasih sudah menjadi sahabat terbaikku.” kata Bibil.

“i love u?” tanyaku dalam hati.

“akh…jangan lebay deh kamu. tuh kan apa aku bilang,kalau kamu tidak menyerah pasti akan selalu ada harapan. dan buktinya sekarang kamu menang.” kataku.

“apa sebaiknya aku katakan saja ya?” tanyaku dalam hati lagi.

“akh…kupikir yang terpenting adalah kebahagiannya dulu,biarlah rasa ini aku pendam dulu saja.” kataku dalam hati.

“makan yuk,aku yang traktir nih.” kata dia.

“ayukkk!!!” kataku.
kamipun berjalan menuju sebuah restoran didekat pantai,untuk hanya sekedar makan bersama. merayakan keberhasilannya,keberhasilan orang yang ku sayangi.

dan biar saja rasa ini terpendam,Aku hanya tak mau mengubah suasana teebaiknya kini hanya karena Aku mengungkapkan rasa ini.

yang terpenting itu tetap kebahagiaannya.

Advertisements

Author:

Simple&Friendly

7 thoughts on “Tentang Mimpi,Harapan&Rasa Yang Terpendam

  1. Arisnohara, cerpen2mu itu ide2, alurnya layak lo masuk ke lakonhidup, hanya saja smpe cerpenmu yg terakhir ini, typo dan sgla yg berkaitan dg kaidah penulisan, itu yg mesti diperbaiki, itu yg mengherankan saya, bahkan question mark..
    Selain itu, saya sbnrnya ingin kenal siapa Arisnohara lebih jauh wlw lewat dumay, tp krn jrang interaksi yah..kyaknya sampe saat ini saya masih pnsran dg dirimu ris..ris..
    Maaf, ini komen ap adanya..semoga ttp semangat nulis ya…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s