Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Family, Keluarga, Love, Novel, Tak Berkategori

Air Mata Istri Kedua


“tok! tok! tok!” suara ketukan pintu terdengar.

“ya,bentar.” teriak Syaroh.
Syarohpun berjalan ke pintu dan membukanya.
“cari siapa ya?” tanya Syaroh.

“cari Bagas,apa benar ini rumahnya Bagas?” perempuan itu malah balik bertanya.

“Bagas suami saya? iya,ini rumahnya. Ada perlu apa ya mbak?” tanya Syaroh lagi.

“Jadi Bagas itu suami kamu? tapi dia juga suamiku. ini anak kami.” kata perempuan itu sambil menunjukan anak laki-lakinya.

“apa…!!! maksudnya apa ini?” Syaroh binggung sambil mengusap perutnya yang besar itu,hatinya tersentak dan mulai merasakan kesedihan.

“Siapa mah?” teriak Bagas.
Bagas berjalan ke pintu dan betapa kagetnya dia ketika ia lihat bahwa tamu itu adalah Rina istri pertamanya yang membawa Iqbal,buah hati mereka.
“Rina…kamu…” kata Bagas.

“Papah…!!!” teriak Iqbal sambil berlari ke arah Bagas dan memeluknya.

“Pah,aku kangen papah.” kata Iqbal.
Bagas hanya mengusap-usap kepala Iqbal.
“apa maksudnya ini?” Tanya Syaroh lagi semakin binggung.

“saya adalah istri pertamanya Bagas.” jawab Rina.

“Mas,selama ini aku mengikuti kamu. Pantas saja kamu sering bilang mau ke luar kota,ternyata kamu punya istri baru. Tega kamu mas,apa kamu gak kasihan pada kami? Aku dan Iqbal selalu kesepian,kami selalu menunggumu setiap malam,berharap kamu pulang. Hingga akhirnya hari ini,Aku dan Iqbal mengikuti kamu sampai kesini,dan ternyata kamu punya istri lain,kamu punya keluarga lain selain kami.” kata Rina sambil menangis.
Syarohpun meneteskan air mata,perasaan sedih itu tak terbendung lagi dan pecah,air matanya tumpah,malam ini benar-benar sebuah bencana besar baginya.

Sementara bagas hanya terdiam sembari memeluk anaknya itu,ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
“Maaf mbak,saya benar-benar tidak tahu kalau Bagas ini sudah mempunyai suami. Saya akan pergi dari sini malam ini juga.” kata Syaroh.
Syarohpun berpaling dari mereka,ia berjalan ke kamarnya yang ada di lantai 2. Hati Syaroh benar-benar kacau,sampai ia salah berpijak pada tangga dan akhirnya membuatnya jatuh.
“Akh!!!!!” teriak Syaroh.

“Syaroh!!!” teriak Bagas.
Bagaspun berlari ke arah Syaroh,disana Syaroh sudah tergeletak,dan banyak darah di sekitar kakinya.

Bagas segera membawanya ke rumah sakit,namun sayang,ternyata Syaroh keguguran. Padahal saat ini Syaroh tengah hamil 6 bulan.
Beberapa hari kemudian,
“Aku akan kembali ke kampung,toh kita juga sudah resmi bercerai.” kata Syaroh sambil memberekan pakaiannya.

“Tapi,Aku benar-benar mencintaimu. Kita seharusnya tak perlu bercerai.” kata Bagas.

“Sudah cukup!!! Kamu lebih baik fokus pada istri dan anakmu itu,kasihan mereka bila Aku masih disini.” kata Syaroh.

“Aku pergi dulu… Selamat tinggal.” kata Syaroh.
Syarohpun keluar dari kamarnya dan menuruni tangga,di ujung tangga sudah ada Rina.
“Saya minta maaf kalau harus seperti ini.” kata Rina.

“Kamu gak perlu minta maaf mbak,yang salah itu saya,saya yang merebut suami mbak. maafkan atas semuanya. Dan mungkin Bagas bukan jodoh saya, saya pergi dulu.” kata Syaroh.

Syarohpun pergi dari rumah itu,sesekali ia melihat ke rumah itu,membayangkan sejenak kebahagiaan yang tercipta bila semua ini tidak terjadi,bila anaknya bisa tetap hidup,pasti sangat bahagia.
Syaroh mengusap air matanya dan kali ini ia benar-benar pergi.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s