Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Family, Keluarga, Love, Novel, Tak Berkategori

Masih Adakah Cinta? Part ¹ : Balas Dendam


“Tok! tok! tok!” Aku mengetuk pintu rumah Angel pacarku. Tak butuh waktu lama diapun membukakannya.
“Halo sayang!” sapaku.

“Halo,ayo masuk.” kata Angel tersenyum padaku.
Akupun masuk disusul oleh Angel yang berjalan di belakangku.
“Duduk dulu ya say,Aku ambil minuman dulu.” kata Angel sembari berjalan ke dapur.
Aku hanya mengangguk,tanda mengiyakan.

Lalu Aku duduk di ruang tamu,dan kulihat ke sekitar rumah ini sepi,tidak ada orang sama sekali kecuali Aku dan Angel.
“Nah,ini minumannya say.” kata Angel sambil membawa dua gelas jus jeruk.

“Tumben-tumbenan nih langsung ngambilin Aku minuman,biasanya juga nunggu Aku minta dulu.” kataku sambil meraih jus jeruk di meja itu.
Entah kenapa Angel memberantakkan rambut lurusnya itu,kini rambutnya sudah tidak karuan lagi. Lalu ia membuka kemeja yang ia pakai,ia membuka paksa hingga kemeja itu sobek.
“Kamu ngapain?” tanyaku.
“Aku kangen kamu.” jawab dia.
Lalu ia mendekatiku,bibirnya tepat ada di depan bibirku,dan nafasnya berhembus di wajahku.

Setelah itu ia mencium bibirku,ia lumat semuanya. Aku melepaskan ciuman itu.

“Kamu ini apa-apaan? bukankah kita sudah janji mau melakukan ini kalau kita sudah menikah.” kataku.
“Tapi Aku udah gak tahan lagi.” kata Angel lalu kembali mencium bibirku.

Akupun yang tadinya menahan malah jadi ikut menikmati perlakuan Angel padaku. Setelah puas menciumi bibirku,ia lalu membuka kaos yang Aku pakai,dan sekarang Aku telanjang dada. Lalu ia berbaring di sofa dan Aku di atasnya,kemudiam kami meneruskan adegan berciuman itu.

“Tolong! tolong! tolong!” teriak Angel,dan itu membuatku kaget sekaligus binggung.
“Ada apa?” tanyaku.

Dia tidak menjawabku dan justru malah memeluk tubuhku erat,sambil terus berteriak minta tolong.
Lalu selelompok warga datang termasuk ayahnya Angel,mereka membawa sebuah kayu. Entah dari mana mereka datang,ini seperti sesuatu yang disengaja.

“Kurang ajar!!!” teriak ayahnya Angel.

Ia menarikku dan memukul keras wajahku hingga Aku terpental jauh. Di lanjutkan dengan para warga yang memukuliku dengan kayu yang mereka bawa hingga seluruh tubuhku penuh dengan luka. Puas memukuliku hingga Aku lemas,mereka kemudian membawaku ke kantor polisi.
Lalu Aku duduk bersamaan dengan Angel,dan didepan kami sudah ada seorang polisi siap mengintrogasi kami.

“Saya tidak memperkosa Angel pak,kita melakukan ini karena suka sama suka. Benar kan sayang?” katalu coba menjelaskan.
“Bohong pak,saya di perkosa,saya dipaksa.” kata Angel dengan terisak.
“Apa! kamu ini kenapa,kok bilang gitu?” tanyaku.

Angel tidak menjawab malah hanya terus menangis.
Setelah hal itu Aku kemudian Angel di periksa,dan benar saja dia memang hamil.

“Bagaimana mungkin dia hamil,sedangkan kita hanya berciuman saja. Apakah mungkin dia selingkuh?” pikirku.

Lalu Aku di sidang,dan di jatuhi hukuman 10 tahun penjara. Sebenarnya Aku di jatuhi hukuman 15 tahun,namun ayahku menebusnya dengan jutaan rupiah hingga akhirnya hukumanku bisa berkurang. Tak hanya itu Aku juga harus membayar 30 juta pada Angel,sebagai jaminan untuk anaknya.

“Maafkan ayah nak,ayah tidak punya cukup uang untuk bisa membuatmu bebas dari sini,ayah hanya bisa melakukan ini.” kata ayahku.
“Tidak apa-apa yah,terimakasih sudah membuat hukumanku berkurang.” kataku.

Aku kasihan melihat ayahku yang bekerja lebih keras untuk bisa membebaskanku,hingga pada suatu hari ia mengalami kecelakaan kerja karena kelelahan,dan iapun meninggal.

Mendengar hal itu Aku mejadi semakin benci pada Angel,ini semua karena dia.
Bertahun-tahun lamanya Aku menunggu,hingga akhirnya Aku bisa menghirup udara segar dan bebas.
Pernah sekali Aku melewati rumah Angel dan ia kini hidup bahagia bersama suami dan anaknya.

“Sebentar lagi kebahagiaamu itu akan hancur.” kataku.

Aku selalu memikirkan untuk balas dendam,sampai akhirnya hari itu,hari yang akan mengakhiri semuanya.

Aku menunggu di seberang jalan,menunggu anaknya Angel menyeberang.

“Itu dia.” kataku.

Aku segera menghidupkan mobilku dan melaju kencang,Aku menabrak anaknya Angek hingga ia terpental beberapa meter. Setelah itu Aku segera kabur,tapi sudah pasti anak itu akan mati.
Di hari yang sama,suami Angel mengalami kecelakaan setelah mobilnya menabrak pembatas jalan dan kemudian terjun ke jurang dan ia tewas. Dan Akulah yang telah membuat rem mobilnya blong,hingga ia tewas.
Kemudian setelah itu,Aku kerumah Angel dengan menyamar sebagai sales minuman.

Saat itu Angel belum tahu apa yang terjadi pada anak dan suaminya.

Angel masih sama seperti dulu,dia cantik. Dan sebenarnya Aku masih mencintainya tapi kini rasa benciku lebih besar. Saat itu Aku menawarinya minuman,dan Angel mau mencobanya. Aku sudah menaruh obat tidur pada minuman yang ia minum,dan kini ia tertidur pulas.
Aku merekayasa semuanya agar seolah Angel itu bunuh diri,Aku memasang tali di kamarnya dan memasang tali pada lehernya,tapi Aku masih membuatnya hidup. Saat Aku bersiap menaikkan tubuh Angel,ia terbangun. Dan betapa kagetnya ia karena menyadari orang yang tadi itu adalah Aku.

“A…apa yang akan kau lakukan?” tanya Angel.
“Aku akan mengirimmu ke surga sayang,bersama anak dan suamimu.” jawabku.
“Ja…jangan! Aku mohon,jangan.” kata Angel dan dia menangis.
“Semuanya sudah terlambat,Andai saja kau masih setia,semua ini takkan terjadi. Kenapa hanya demi uang kau menjebakku,lalu apa artinya semua yang telah kita lewati selama ini.” kataku.
“Aku mohon jangan.” air matanya mengalir deras.
“Selamat tinggal Angel…” kataku.
“Jangan!!!” teriaknya.

Lalu Aku menarik tali itu hingga Angel tergantung kini,tubunya kejang,ia memegangi lehernya hingga akhirnya ia melepaskannya karena sudah lemas dan ia pun mati. Ia mati dengan lidah menjulur keluar.
Aku mengaitkan tali itu pada sebuah tiang,agar terlihat benar-benar seperti bunuh diri.

“Selesai sudah.” kataku.
Akupun pergi dari sana…

beberapa hari kemudian,Aku ditangkap lagi karena ketahuan menabrak seorang anak. Dan Akupun di penjara lagi,tapi itu tak terlalu menyedihkan. Jika Aku dituduh melakukan sesuatu yang tidak baik hingga dihukum padahal Aku tak melakukannya,lebih baik Aku benar-benar melakukannya.

Dendamku akhirnya terbalaskan.

Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s