Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen, Novel, Tak Berkategori, Teman

Penghuni Gedung Tua


Malam itu,pukul 11:45. Hampir menjelang tengah malam,dan kami justru ada di gedung tua ini demi sebuah foto anti mainstream.

Awalnya,kami hanya berniat untuk sekedar berfoto-foto dengan tema horror saja di gedung tua ini. Gedung tua ini memang menyeramkan,tapi saat itu kami berlima,jadinya berani.

Sampai akhirnya Putra melakukan hal itu,dia memutar lagu “lingsir wengi”. Dan hal itu membuatku ketakutan,Aku memutuskan untuk meninggalkan mereka,Aku takut sesuatu akan terjadi.

Akupun pergi dari sana. Dan ternyata Hani salah satu temanku sependapat denganku,dia ikut denganku meninggalkan Putra dan yang lainnya.
“Dasar pengecut kalian!” teriak putra.

“Biarin deh Aku jadi pengecut,yang penting tidak melakukan hal yang neko-neko.” pikirku.
Aku dan Hani beranjak meninggalkan tempat itu,saat itu juga sempat kudengar lagu itu diputar cukup keras.
“Lingsir wengi… Sliramu…” seketika Aku merinding.
“Mereka itu nekat sekali.” kataku dalam hati.
Kami sudah ada diluar gedung,sementara dari dalam sana kudengar Putra dan yang lainnya berteriak. Teriakannya keras,sampai terdengar diluar gedung.
“Hoa….!!!” teriaknya.
Mereka juga keluar dari gedung,tapi dengan berlari.
“Lari!!! lari!!!” teriak Putra.
Tanpa pikir panjang,Aku dan Hanipun lari. Setelah dirasa sudah cukup jauh,barulah Aku bertanya pada Putra.
“Sebenarnya ada apa tadi?” tanyaku dengan nafas tak teratur karena barusan berlari.

“Hantu,kita melihat penampakan. Sebuah bayangan putih melintas didepan kita,saat itu juga benda-benda yang ada disana bergerak dengan sendirinya. Makanya kita lari.” Jawab Putra.

“Loe sih,jadi orang jail banget. Tahu sendiri kan akibatnya?” kataku.

“Ya maaf.” kata Putra.
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Setelah malam itu,keanehan mulai terjadi. Putra dan si kembar(Dika&Diki),mereka lebih suka menyendiri. Sungguh aneh,kami seolah tak pernah saling mengenal.

Suatu hari Dika dan Diki di temukan tewas dikamar mereka dengan pisau tertusuk di perut mereka masing-masing.

Aku terkejut mendengar kabar ini.

“Apa mungkin mereka bertengkar? Tapi tak mungkin,Aku menganal mereka. Mereka adalah tipe orang yang mengalah,bukan ngotot saat menginginkan suatu hal. Ini benar-benar aneh.” pikirku.

Beberapa kemudian,Aku mendapat kabar lagi bahwa Putra masuk rumah sakit jiwa.

Pernah waktu itu Aku bertemu dengan ayahnya Putra,lalu Aku tanyakan kebenaran kabar itu.
“Dia sering berteriak-teriak tidak jelas,meminta tolong,bahkan meminta agar jangan dibunuh. Dia sering menangis bahkan tertawa sendiri. Om juga kaget,kenapa dia bisa seperti itu. Akhirnya Om memutuskan untuk memasukkan Putra ke rumah sakit jiwa agar dia bisa sembuh.” kata ayahnya Putra,menjelaskan.
Aku dan Hani juga menyemptkan menjenguknya dirumah sakit.
“Gue gak gila,gue masih waras. Makhluk itu,makhluk berbaju putih itu selalu menggangu gue. Dia bilang dia mau bunuh gue. Gue takut,gue takut.” kata Putra,dia menggenggam erat tanganku.
Melihat keadaannya seperti saat ini,tak tega rasanya Aku untuk meninggalkannya.
Hanya berselang beberapa hari saja setelah Aku menjenguknya,diapun tewas.

Dia kabur dari rumah sakit jiwa,namun tertabak sebuah mobil di jalan.

Lagi-lagi Aku terkejut dibuatnya,teman-temanku satu persatu meninggal.
“Apa ini karena suatu hal yang dilakukan putra di gedung itu?” tanyaku.
Aku dan Hani memutuskan untuk datang lagi ke gedung itu. Kali ini kami membawa sesajen,sebagai bentuk minta maaf dan penghormatan saja.

Tak lupa kami mengirim doa untuk para arwah disini dan teman-temqn kami agar semuanya tenang di alam sana.
Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

13 tanggapan untuk “Penghuni Gedung Tua

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s