Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Dongeng, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Teror Tengah Malam


Suasana kantor sangat sepi malam itu,hanya saja ada salah satu ruangan yang lampunya masih menyala,itu adalah ruangan mario. Mario lembur kali ini karena pekerjaan yang sudah ia tulis seharian tadi mendadak hilang. Di trash bin pun tidak ada,entah kemana hilangnya dokumen itu.
“Sial,kok bisa sih? perasaan aku dah tulis kok.” kata Mario sambil terus mengetik.
Mario melihat jam di tangannya,disana menunjukan pukul 12:50. Tapi bahkan setengahpun ia belum selesai.
“Ayolah!!!” kata Mario kesal.
Karena mengantuk,Mario memutuskan untuk membuat kopi didapur.

Saat membuat kopi ia mendengar suara gaduh yang terdengar dari sebuah gudang. Ia penasaran dan melihatnya,ketika ia memasuki gudang tiba-tiba pintunya tertutup dengan sendirinya. Membuat Mario terkejut dan takut.

Ia segera membukanya kembali lalu mengambil kopi dan kembali ke ruangannya.
“Apa-apaan itu tadi,bikin merinding aja.” kata Mario.
Mariopun melanjutkan pekerjaannya,sesekali ia menyeruput kopi yang ia buat tadi.
Lalu,
“Dok! dok! dok!”

Suara ketukan pintu yang keras terdengar,tak hanya sekali bahkan berkali-kali.
“Siapa sih itu yang iseng?” tanya Mario.
Mario membuka pintu itu namun tak ada siapapun di luar ruangannya. Lalu ia sadar bahwa saat itu hanya ada dia sendiri.
“Oh iya aku kan sendiri,lalu siapa yang ketuk pintu?” tanya Mario.
Mario di buat ketakutan malam ini,dari mulai pintu yang tertutup sendiri sampai pintu yang diketuk-ketuk.

Mario tidak bisa meninggalkan pekerjaanya,dokumen itu harus diserahkan pagi hari besok. Mau di kerjakan di rumahpun malah justru hanya akan membuatnya mengantuk,ketiduran dan malah tak selesai.

Pilihan satu-satunya adalah mengerjakannya dikantor ini.

Mario memutuskan untuk ke bawah menemui dua orang satpam yang berjaga. Ia bermaksud meminta satpam menemaninya.

Sesampainya dibawah dia tak menemukan satpam yang berjaga.
“Dimana pak satpam itu ya? saat dibutuhkan malah tidak ada.” kata Mario.
Mario melihat ke sekeliling,ia melihat seorang satpam yang duduk di dekat sebuah taman. Mario mendekati satpam itu,ia menepuk pundaknya akan tetapi satpam itu malah jatuh. Mario kaget bukan main ketika ia melihat sebuah pisau menancap di perutnya.
“A…apa-apaan ini? apa yang terjadi?” tanya Mario.
Mario meninggalkan satpam itu,lalu mencari satpam yang satunya lagi.
“Tolong!!!” terdengar teriakan dari dalam.
Mario berlari ke dalam,melewati lorong kantor yang panjang dan menuju ke sumber suara itu.

Saat disebuah belokan ia bertabrakan dengan seorang satpam yang ia cari tadi. Tubuhnya berlumuran darah,satpam itu jatuh ke lantai lalu melihat ke arah Mario.
“Lari…!” kata satpam itu.

“Tapi pak,kau…” kata Mario.

“Lari…cepat!!!” teriak satpam itu.
Mario mulai berlari,langkahnya terhenti ketika ia melihat seseorang berjubah hitam mendekati satpam yang tergeletak dilantai.

Lalu orang itu menusuk-nusuk bagian belakang tubuh satpam sampai darahnya bermuncratan kedinding.
“Akhhh!!!” teriak satpam itu.
Mario berlari lagi,kali ini semakin kencang. Tanpa tau arah dan tujuan ia berlari,agar bisa kabur dari orang berjubah hitam itu.

Mario bersembunyi di sebuah ruangan,ia masuk ke dalam sebuah lemari.
“Apa-apaan orang itu? kenapa membunuh satpam? dan apakah ia akan membunuhku juga?” tanya Mario dalam hati.
Suasana malam itu sangat mencekam,lebih mencekam lagi ketika ia tahu bahwa ada orang yang masuk ke ruangan ini.
“Apa itu dia? mati aku.” kata Mario.
Dan benar saja,itu adalah dia.

Orang berjubah hitam itu membuka lemari tempat persembunyian Mario. Dia seperti bisa melihat tembus pandang karena langsung bisa menemukan Mario. Lalu dia menyeret Mario keluar.

Saat itu ruangan gelap karena lampu tak menyala.

Mario terbaring dilantai,ia ketakutan. 
“Jangan! jangan,ku mohon.” kata Mario.
Orang berjubah hitam lalu mengambil pisau dan mengacungkannya ke arah Mario.
“Jangan!!! Jangan!!!” Mario berteriak histeris.
Bukannya menusuk Mario dengan pisaunya,orang itu malah cekikikan lalu tertawa.

Saat itu juga lampu menyala dan dan ruangan ini penuh dengan balon. Di ujung ruangan sana juga ada beberapa orang yang membawa kue dengan lilin angka 25 yang menyala,mereka adalah rekan kerja Mario,ada juga dua satpam yang sudah mati tadi.
“Ini…?”

“Happy Birthday Mario…!!!” Teriak mereka.
Lalu orang berjubah hitam itu,Mario membuka jubahnya dan ternyata dia adalah Rifki temannya sendiri.

Karena kesal Mario memukulnya sampai jatuh ke lantai. Bukannya jera,ia malah tertawa lebih keras lagi. Ia tertawa karena berhasil membuat Mario ketakutan seperti tadi.
“Maaf ya mas kita kerjain nih… hehe” kata salah satu satpam.

“Gak lucu tau pak,saya takut beneran ini.” kata Mario.

“Oh iya,kamu gak perlu khawatir soal dokumennya. Aku sudah menyerahkannya ke bos kok,aku sengaja menghapusnya agar kau tak pulang… Haha” kata Melati sambil tertawa.

“Sialan kamu mel,Aku capek tau.” kata Mario.
Lalu semuanya berkumpul untuk tiup lilin dan potong kue. Waktu menunjukan pukul 12:30,tanda hari telah berganti,dan hari ini Mario berusia 25 tahun.
Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s