Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Love, Novel, Tak Berkategori

Rupa Sakit Hati

Sore itu…
Aku ada taman,duduk di sebuah kursi dibawah pohon yang rindang. Dengan membawa sepucuk bunga mawar yang sangat indah,dan berpakaian rapi. Sangat berbeda dengan penampilanku yang biasanya casual.

Bertemu dengan orang yang paling kucintai membuatku ingin memberikan segala yang terbaik yang Aku bisa berikan.

Satu jam lamanya Aku menunggu,namun dia tak datang juga.
“Akh mungkin macet kali,mungkin ada sesuatu yang membuatnya terlambat.” Aku hanya berfikir positif saja.
Hingga malampun tiba,tapi dia belum datang juga.
“Kenapa dia tak datang?” tanyaku.
Beberapa kali Aku mengirim pesan sekedar menanyakan kenapa dia tak datang,tapi tak pernah dibalas olehnya.

Aku juga mencoba menelfonnya,tapi dia tak pernah mengangkatnya. Samai yang ke tiga kalinya hpnya tiba-tiba tidak aktif.

Putus asa Aku dibuatnya,bahkan bunga mawar indah yang kupegang kini mulai layu. Karena kesal,Aku membuangnya. Lalu Aku meninggalkan tempat itu.
Aku pulang dengan perasaan kecewa,hari yang seharusnya menyenagkan malah berubah menyebalkan seperti ini.
Katika Aku hendak tidur,suara ketukan pintu terdengar. Membuatku harus bangun dari pulau kapuk untuk melihat siapa yang datang,karena di rumah ini hanya ada Aku seorang.

Aku membuka pintu itu dan ternyata itu adalah si dia.
“Kamu…” kataku.
Meski Aku masih kesal sama dia tapi tak bisa kusembunyikan senyuman yang terukir dari wajahku. Melihatnya membuatku lupa akan segalanya. Cinta itu memang ajaib,ia mampu merubah kesedihan menjadi kegembiraan.
“Aku mau ngomong sama kamu.” kata dia.
Wajahnya sangat serius,membuatku penasaran pada apa yang akan kami bicarakan.
“Ya udah masuk dulu yuk.” kataku.

“Gak perlu,disini aja langsung.” kata dia.

“Ada apa?” tanyaku.

“Aku mau putus.” jawabnya.
Aku terdiam untuk beberapa saat,Aku berharap ini adalah sebuah mimpi atau ilusi. Atau sedidaknya semoga Aku salah dengar,semoga kata-kata itu tak pernah dia ucapkan.
“Putus? Kenapa?” tanyaku lagi.

“Aku sudah menemukan yang lebih baik darimu.” jawabnya.
Lalu seorang laki-laki berwajah tampan muncul dari belakang sana lalu berdiri di sebelahnya. Lelaki itu tinggi,tampan,dan badannyapun kekar. Jauh sekali jika dibandingkan dengan diriku yang serba pas-pasan ini.

Lelaki itu mencium kening dia membuatku diselimuti perasaan kesal dan marah.
“Perkenalkan,namanya Boy. Dan kami sudah bertunangan.” kata dia.
Ketika cinta dilandasi dengan ketidak setiaan salah satu pihak,maka yang ada hanya hancurnya sebuah ikatan.

Itulah yang Aku rasakan kini. Jadi seperti inilah rupa dari patah hati. Terhianati,rasanya sungguh sakit melebihi sakit apapun itu.
Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

4 tanggapan untuk “Rupa Sakit Hati

  1. Good job!
    Cerita yang menarik. ๐Ÿ™‚
    Mungkin akan lebih nyaman dibaca jika penulisannya sedikit dirapikan, seperti menambahkan spasi setelah tanda koma (,), hehe. Hati-hati juga dengan typo. =)) Jangan lupa untuk selalu mengimprovisasi dan menulis cerita yang lebih baik lagi.

    Keep writing!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s