Diposkan pada Cerpen

Suatu saat,pasti bersama…

Awalnya hanyalah hitam gelap yang berlangsung cukup lama. Sampai akhirnya,satu persatu warna mulai  muncul. Hingga semua menjadi penuh warna. Kemudian terciptalah sebuah dunia yang indah,dunia yang belum pernah Aku lihat sebelumnya.

Di depanku ada sebuah jalan setapak yang yang ujungnya ada di atas sana. Aku berjalan di jalan itu,tanpa berfikir kaki kulangkahkan,karena kurasa suatu yang lebih indah lagi tengah menantiku disana.

Dan aku sampai di ujung jalan,semua berubah berubah lagi menjadi bentuk taman yang sangat indah. Taman yang  di penuhi dengan bunga-bunga. Di depan sana terdapat sebuah bangku panjang,aku berjalan kesana lalu saat itu pula duduk dan menyaksikan meriahnya kupu-kupu yang berterbangan di antara bunga yang bermekaran itu. Entah sejak kapankah,tanpa kusadari,tepat disampingku sudah ada seorang wanita duduk sambil tersenyum melihat pemandangan itu.
“Indah ya!?” tanya dia.

“Iya.” jawabku sambil tersenyum.
Dia adalah orang yang sangat ku kenal,dia adalah orang yang tak asing lagi.
“Riska.” kataku dalam hati.
“Bagaimana bisa aku dan dia dipertemukan di tempat yang indah seperti ini?

Apakah ini mimpi?

Apakah ini surga?

Apakah kita telah disatukan dalam keabadian?” tanyaku dalam hati.
Cukup lama kami hanya duduk dan terdiam,sampai kuberanikan diri untuk memegang tangannya.

Tiada penolakan darinya,hanya saja dia sedikit terkejut merasakan genggaman tanganku yang tiba-tiba.

Dia melihat kepadaku dan kamipun saling melempar senyuman.
“Aku bahagia.” kataku.
Dia hanya tersenyum.
Aku memandangi senyum di wajahnya yang indah itu. Cukup lama Aku melakukannya. Sampai kemudian semuanya itu perlahan memudar,hal yang indah tadi berubah menjadi putih yang menyilaukan mata.
“Suatu saat,pasti bersama…” ujarnya lirih.
Suara dia lirih berbisik ke telingaku,kemudian memudar dan berganti suara berisik yang berasal dari alarm di hpku itu sugguh sangat mengganggu. Aku membuka mata,meski samar namun dapat kulihat cahaya mentari pagi masuk melalui jendela kamarku. 
“Oh,sudah pagi ” kataku.
Aku teringat dengan yang baru saja ku alami. Dan pada akhirnya,Aku harus menerima kenyataan bahwa dia telah menjadi milik orang. Aku harus terima bahwa dia telah bahagia bersama pilihan hatinya.
“ternyata hanyalah mimpi.” kataku.
Meski begitu,Aku berharap suatu saat Aku dan dia bisa bersama. Walau entah kapankah itu,walau ku tak tahu seberapa lamakah hal itu akan terjadi. Mungkin tuhan akan persatukan kita kan di di keabadian. Aku kan menunggu walau sampai kapanpun itu. Selalu menunggu.
Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s