Diposkan pada Cerpen

12/06

Suatu malam…
Disebuah gudang Celine berada,dengan mata dan mulut tertutup kain serta tangan diikat dengan tali. Suara teriak kesakitan dari seorang lelaki yang tak asing lagi di telinga membuat suasana malam itu menjadi sangatlah mencekam.
“Akh! akh! sakit!!!” teriak lelaki itu.
Lalu suara langkah kaki mendekat pada Celine,kemudian ia membuka penutup mata&mulut Celine.
“Frans…” kata Celine.
Celine sangat terkejut,apa maksudnya semua ini? mengapa tiba-tiba ada Frans disini? apakah Frans yang membawanya kemari? Dan juga siapakah orang yang berteriak tadi? Celine penasaran,matanya menjelajah ke semua sudut ruangan,dan ia dapati seorang lelaki telah terbaring lemah dilantai dengan berlumuran darah di sekujur tubuh. Celine semakin penasaran,apa yang terjadi pada lelaki tersebut. Lalu Frans menghampiri lelaki itu dan membalik badan lelaki itu. Wajahnya babak belur,matanya setengah terbuka,tubuhnya lemas seolah tiada daya lagi. Dan betapa terkejutnya Celine ketika ia tahu bahwa lelaki itu adalah Hilmi,mantan pacarnya.
“Lihatlah! Orang yang terus menerus menyakiti kamu harus disakiti juga,bahkan ia pantas untuk dibunuh.” kata Frans sambil menujuk ke arah Hilmi.
Celine sedih melihatnya,tak kuasa menahan air mata itupun menetes.
“Apa masudmu Frans?” tanya Celine.

“Aku hanya ingin memberikan pelajaran pada orang-orang yang menyakitimu.” jawab Frans tegas.
Ingatan Frans menuju ke beberapa hari yang lalu,saat ia melihat Rico menggoda Celine di kampus. Malam harinya Rico langsung mendapat teror dari seorang pria misterius yang melukainya hingga ia kritis. Pria tersebut adalah Frans.

Tak hanya itu saja,Frans juga melakukan hal yang sama pada seorang wanita teman sekelas Celine yang bernama Irma. Saat itu Celine dikerjai oleh Irma,ia dibuat jatuh dari tangga sampai kakinya cedera. Akibat kejadian itu,Celine harus berjalan dengan bantuan kursi roda. Irma melakukan semua itu karena dia cemburu karena Hilmi lebih memilih Celine dari pada dia. Frans yang tau bahwa pelakunya adalah Irma langsung membalas perbuatan irma tersebut dengan mendorongnya ketika hendak turun dari tangga. Irma terluka parah,banyak darah yang keluar dari kepalanya akibat beberapa kali terbentur anak tangga. Dia mengalami koma,bahkan sampai sekarangpun dia belum sadar.

Dan puncaknya adalah disaat Hilmi memutuskan hubungannya dengan Celine. Meski itu hanya akan berlangsung sementara,tapi sejak saat itu Celine selalu terlihat sedih. Hilmi yang akan kuliah diluar negeri memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Celine. Ia hanya ingin fokus pada pendidikannya. Karena hal itulah Celine,Frans dan Hilmi ada di tempat ini,Frans berencana akan membunuh Hilmi didepan Celine.
“Jangan bilang bahwa kau jugalah yang telah melukai Rico dan Irma.” kata Celine.

“Memang akulah yang telah melakukannya,aku hanya ingin membuat mereka sadar,bahwa kamu tak pantas di perlalukan seperti itu.” kata Frans.

“Tapi kenapa harus dengan melukai?” tanya Celine.

“Itu adalah balasan yang setimpal.” jawab Frans.

“Aku tak tahu lagi dengan jalan fikiranmu,aku sudah tidak mengenalmu lagi Frans.” kata Celine.

“Aku suka padamu Celine,tapi rasa itu tak pernah terungkapkan. Akh sudahlah,kamu nikmati saja malam ini. Malam ini kita akan menyaksikan orang yang telah menyakiti hatimu ini mati.” terdapat penekanan pada kata mati.
Celine terbelalak mendengar pernyataan Frans,ia tak pernah sadar pada hal itu,tak pernah ia tahu bahwa Frans ada rasa untuknya.

Frans menutup mulut Celine dengan penutup itu lagi,dan mengambil sesuatu dibalik celananya. Rupanya itu adalah sebuah pistol.
“Apa yang akan dia lakukan? Apakah dia akan benar-benar membunuh Hilmi?” tanya Celine dalam hati.
Celine menutup matanya,ia takkan sanggup melihat orang yang masih di cintainya itu mati didepan matanya.

Sementara itu Frans mendekat pada Hilmi dan mulai mengarahkan pistolnya.
“Kau takkan berani membunuhku…” ucap Hilmi lirih.

“Kata siapa!!!” teriak Frans.
Dan
“Dor!!!”
Hilmi mendapat satu tembakan di bagian dada,seketika matanya tertutup. Frans melempar pistolnya ke arah Hilmi dan kembali mendekat ke arah Celine. Sementara itu air mata Celine mengalir deras ketika mendengar bunyi tembakan tersebut.
“Semuanya sudah berakhir Celine.” kata Frans.

“Belum!” teriak Hilmi.
Hilmi menggapai pistol didekatnya lalu menembaki Frans beberapa kali hingga Frans jatuh ke lantai. Lalu dengan susah payah Hilmi mencoba berdiri dan berjalan ke arah Celine. Lalu di lepaskanlah tali yang mengikat tubuh Celine. Saat itu juga Celine memeluk erat tubuh Hilmi yang penuh darah itu,tapi Hilmi jatuh karena terluka parah dan mulai lemas.
“Kamu harus bertahan mi,kita ke rumah sakit ya. Kita ke rumah sakit sekarang.” kata Celine.

“Gak perlu,kamu disini aja temani aku… Jangan pergi.” ucap Hilmi lirih.
Celine memegang tangan Hilmi,perlahan tangan itu mulai dingin.
“Aku sayang kamu.” ucap Hilmi.
Celine tersenyum.
“Aku juga.” kata Celine.
Mata Hilmi tertutup,jantungnya berhenti berdetak,dia meninggal. Celine kembali memeluk Hilmi erat,air matanya tak terbendung lagi.
“Line,Celine…” panggil Frans.
Celine menghampiri Frans yang tergeletak di lantai.
“Kenapa semuanya jadi kaya gini sih Frans?” tanya Celine.

“Maaf.” kata Frans.

“Kenapa kau lakukan ini? Di hari specialmu pula lagi.” kata Celine.
Frans terkejut mendengar kata Celine tersebut.
“Kau masih saja mengingatnya,bahkan setelah semua yang kulakukan.” kata Frans.

“Tentu,Hari ini adalah tanggal 12 bulan di bulan juni. Selamat Ulang tahun Frans.” kata Celine.
Frans tersenyum mendengarnya.
“Dingin line,peluk aku line,aku mohon.” ucap Frans dengan menggigil.
Celine memeluk Frans,sampai akhirnya Franspun menutup mata,dia meninggal dunia.
Selesai.
“Rasa suka yang sampai membuat orang lain terluka itu bukan cinta namanya. Cinta seharusnya membuat semua pihak bahagia.”

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

6 tanggapan untuk “12/06

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s