Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen, Dongeng, Love, Novel, Tak Berkategori

Bintang Part 1 : Rumah Kosong

Lelaki itu berjalan melewati ruang-ruang karyawannya. Adit, seorang bos muda yang tampan dan rupawan. Sangat di gilai oleh banyak karyawanya sendiri. Semua orang berdiri dan menyambut dengan senyuman.

Kecuali Mirna, yang saat ini sedang tertidur pulas.

Adit mendekati mirna lalu berbisik di telinganya.
“Bangun woi, ada Bos datang.” ucap Adit.
Mendengar kata ‘Bos’, Mirna langsung bangun. Ia gelagapan seperti tengah tenggelam. Dan saat itulah tak sengaja bibirnya yang merah mencium wajah Adit, mereka berdua saling terdiam beberapa saat, sampai ada yang memecah suasana itu. Karena ciuman bibir itulah wajah Adit ada noda merahnya, semua wanita di sana berlomba-lomba menawarkan tisu pada Adit. Semantara itu Mirna dalam hati tengah berbunga-bunga karena dapat mencium lelaki idamannya meski itu tak sengaja.

                            ⭐ ⭐ ⭐
Halte bis malam itu sangatlah sepi, hanya ada Mirna dan beberapa orang saja. Hujan turun dengan lebatnya, bis yang Mirna tunggu pun tak kunjung datang.

Hingga sebuah mobil mewah putih menghampiri halte itu, mobil yang tak asing lagi baginya. Terbukalah kaca mobil, nampaklah wajah tampan Adit dengan kemeja dan jas membuatnya semakin terlihat tampan lengkap dengan rambut yang selalu rapi.
“Mirna! Masuk!” teriak Adit takut tak terdengar karena hujan saking lebatnya.
Mirna sempat ragu dan mematung di tempatnya berdiri saat ini, antara percaya dan tidak bahwa yang didepannya menawarkan tumpangan saat ini adalah bosnya, sekaligus orang yang sudah lama ia sukai.
“Mirna!!!” teriak Adit lagi.
Mirna segera tersadar,
“Eh… iya, Pak!” teriak Mirna.
Lalu dia masuk ke dalam mobil itu duduk didepan disamping Adit. Mobil pun berjalan, dan sepanjang perjalanan mereka saling membisu. Mirna takut memulai suatu pembicaraan, rasanya sangatlah canggung. Sementara itu Adit juga hanya terdiam sedari tadi, dia terus fokus menyetir mobil mewahnya.

Sampai akhirnya ada guncangan pada mobil yang mereka naiki saat ini dan mobil pun berhenti dengan sendirinya.
“Aduh… kenapa lagi ini? Bentar aku cek dulu ya, mir.” kata Adit.
Mirna hanya mengangguk, tanda jawaban ‘iya’.
Bagi banyak orang, mungkin kejadian mobil mogok seperti ini adalah hal yang menyebalkan. Tapi bagi Mirna tidak, sebab ia mengalaminya bersama orang yang ia puja selama ini. Adit, bosnya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Adit kembali dengan pakaian setengah basah.
“Mobilnya mogok, Mir. Udah malem gini gak mungkin ada bengkel yang buka.” kata Adit.
Tak jauh dari tempat mobil mereka mogok saat ini, terdapat sebuah rumah.
“Gimana kalau kita berteduh disana, Mir.” kata Adit.

“Boleh.” ucap Mirna pelan.
Mereka berdua pun berlari ke arah rumah itu, rumah satu-satunya di daerah itu.

Sampailah mereka di depan rumah, dan ternyata itu adalah rumah kosong.

Mereka masuk ke dalam rumah itu lalu duduk di sebuah dipan.

Mirna menggigil kedinginan, Adit yang melihatnya mencoba menghangatkan dengan menggenggam erat tangannya.

Mirna sempat terkejut pada perlakuan Adit yang tiba-tiba, namun dalam hatinya ia merasa kegirangan. Ia menatap tangan yang tenggah di genggam oleh Adit saat ini.
“Apa-apaan kamu ini Pak? bikin hatiku dag dig dug saja.” batin Mirna.

“Dingin ya?” tanya Adit.
Mirna mengangguk,
Tak lama terdengar suara sambaran petir yang sangat keras. Dan karena takut, Mirna dengan spontan memeluk tubuh Adit.
“Kamu takut sama petir ya, Mir? It’s ok, saya ada disini bersama kamu.” ucap Adit seraya melempar senyuman manisnya.
Adit menggesekkan telapak tangannya lalu menempelkannya pada tangan Mirna, setelah itu berlanjut ke wajah Mirna. Lagi-lagi Mirna di buat terkejut karena perlakuan Adit.

Wajah mirna memerah karena tersipu malu, dan mereka pun saling menatap satu sama lain.
“Kamu cantik sekali malam ini.” ucap Adit lirih.
Kilat kembali menyambar dengan kerasnya, cahaya putih terang itu sampai terlihat ke dalam rumah. Mirna yang ketakutan secara spontan memeluk erat tubuh Adit.

Adit melepas pelukan itu, lalu seketika mencium bibir Mirna. Meski Mirna sempat menolak, tapi akhirnya ia menikmatinya. Baginya ini adalah seperti mimpi yang menjadi kenyataan, berduaan dengan orang yang di cintainya.
                           ⭐⭐⭐

Satu persatu baju mereka lepaskan, hingga tak selembar benang pun menempel di tubuh mereka. Lalu mereka beradu dalam satu, berpadu dalam cinta. Malam yang semula dingin menjadi hangat di sertai kenikmatan tiada tara.
Selesai

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

5 tanggapan untuk “Bintang Part 1 : Rumah Kosong

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s