Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Family, Keluarga, Love, Novel, Tak Berkategori

Bintang Part 4 : Bintang Arya Aditya

Waktu berlalu begitu cepat, Mirna memasuki usia ke sembilan bulan kehamilannya, dan tentu saja hal tersebut menjadi omongan tetangga.
“Apa-apaan mereka itu, selalu saja membicarakan kita.”

“Sudah atuh kang, biarkan wae atuh. Nanti juga capek sendiri.” kata Mirna.

“Gak bisa gitu atuh neng, mereka teh, gak bisa di biarkab begitu wae. Kudu di hadapi.”  ucap Asep lagi.

“Aduh… aduh kang, perut aku sakit.” rintih Mirna.

“Kenapa atuh neng? mau keluar bayinya?” tanya Asep.

“Aduh… sakit kang.”

“Iya, iya, akang panggil dokter dulu.” kata Asep.
Asep pun berlari ke rumah salah seorang bidan di kampungnya, beberapa saat kemudian mereka pun sampai.
Sedari tadi Asep hanya mondar-mandir kesana-kemari, ia sangat cemas menunggu di luar kamar. Sampai akhirnya, tangisan bayi itu terdengar.
“Alkhamdulillah ya Allah… aku jadi ayah.” ucap Asep dengan riangnya.
Asep pun masuk ke dalam kamar, nampak Mirna yang terbaring lemah serta seorang bayi laki-laki yang di peluknya.
“Kang, makasih untuk semuanya. Makasih karena akang sudah mau menerima aku apa adanya. Kang, aku punya permintaan. Tolong rawatlah bayi ini seperti anak akang sendiri, sayangi dan cintai dia kang.” ucap Mirna lirih sembari memengang erat tangan Asep serta air mata yang berlinang.

“Neng teh ngomong apa? kita besarkan bayi ini sama-sama.” kata Asep.
Mirna hanya tersenyum, senyuman itu hanya sekilas saja lalu menghilang. Pegangan tangan yang erat terasa di tangan Asep itu kini tiada erat lagi, kedua mata Mirna menutup, serta bayi di sampingnya itu menangis keras. Mirna pergi di saat yang bahagia, di saat ia telah melahirkan anak ke dunia.
“Neng, neng…!!!” teriak Asep.
Asep memeluk tubuh Mirna untuk terakhir kalinya, air matanya tak terbendung lagi.
                              ⭐⭐⭐
Sepeninggal Mirna, Asep mengurus bayinya bersama ibunya yang kini tinggal di rumahnya.
“Mau di kasih nama siapa anak ini?” tanya sang ibu.

“Ehmmm…”
Asep mengingat saat malam itu, saat dimana ia duduk berdua dengan Mirna di teras depan rumah.
“Neng, kalau sudah lahir, mau di kasih nama siapa anak ini?” tanya Asep.

“Bintang Arya Aditya.” jawab Mirna mantap.

“Kenapa harus ada Bintangnya?” tanya Asep lagi.

“Aku berharap ia menjadi bintang yang bersinar di gelapnya malam, di sana.” jawab Mirna sambil menujuk ke arah bintang yang bertaburan di langit malam.

“Aku ingin dia bersinar seperti…”

“Seperti apa neng?” tanya Asep.

“Ayahnya.” jawab Mirna dalam hati.

“Akh, enggak kang. Lupakan saja.” jawab Mirna sambil tersenyum.
“Bintang Arya Aditya” jawab Asep.
Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

4 tanggapan untuk “Bintang Part 4 : Bintang Arya Aditya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s