Diposkan pada Cerpen, Dongeng

Bintang Part 5 : Aditya Home Design

PhotoGrid_1509575278289Beberapa tahun kemudian…

Bintang kini telah menjadi seorang lelaki dewasa, wajahnya tampan rupawan meski ia lebih mirip dengan ibunya.
Hari ini adalah hari yang penting bagi Bintang, karena hari ini adalah hari kelulusannya dan akan resmi menyandang gelar s1.
Di dalam keramaian itu Bintang berada, matanya menyusuri setiap arah penjuru. Ia mencari seseorang yang dia tunggu sejak tadi.
Munculah sosok itu dari balik kerumunan orang, sosok yang terlihat paling bersinar bagi Bintang.

“Udah lama?” tanya wanita itu.
“Lumayan. Ayah kamu mana?” tanya Bintang.
“Ayah masih di kantor, Bin. Mungkin sebentar lagi datang.” jawabnya.

Dari kejauhan, seorang pria tua terlihat melambai-lambaikan kedua tangannya ke arah Bintang.

“Eh… itu abah aku, Wi. Oh iya, abis ini aku langsung masuk ya. Sampai ketemu di dalam, dada Dewi…” kata Bintang.
“Yah, kok di tinggal.” ucap Dewi kesal.

Tak berselang lama setelah bintang pergi, Adit pun datang.

“Siapa itu?” tanya Adit.

Ia bertanya dengan nada sedikit tinggi dan membuat Dewi terkejut.

“Akh, ayah. Ngagetin aja, itu temen aku, yah.” jawab Dewi.
“Temen atau apa?” tanya Adit lagi.

Dewi mulai salah tingkah, ia mencari cara agar topik pembahasan kali ini segera berubah. Akhirnya terdengar sebuah pengumuman, yang mengharuskan semuanya masuk ke dalam gedung karena acara akan segera di mulai.

“Itu ada pengumuman, yah. Kita masuk yuk.” ajak Dewi.

Dewi pun terselamatkan oleh pengumuman itu.

 

⭐⭐⭐

 

Bintang duduk di sebuah bangku di dekat pinggiran danau di pinggiran kota. Dewi berjalan ke arahnya lalu duduk di sampingnya.

“Kamu kanapa? kok murung? harusnya kita seneng kan karena sudah lulus.” ucap Dewi.
“Aku lagi binggung, Wi.”
“Binggung kenapa?” tanya Dewi.
“Aku pengen ngelanjutin s2, tapi takut buat abah repot. Mana dia udah semakin tua lagi.” jawab Bintang.
“Kamu kerja aja dulu, setelah punya uang, baru lanjut kuliah. Kamu kerja di kantor ayah aku aja, ntar aku bilangin. Dia pasti mau nurutin kemauan aku.” ucap Dewi.
“Ide kamu nyuruh aku kerja dulu baru kuliah itu, ok. Tapi aku gak mau kalau kaya gitu, aku mau usaha sendiri.”

Dewi tersenyum lebar,

“Itulah salah satu alasan yang membuat aku cinta sama kamu. Kamu itu gak suka ngerepotin orang, baik hati lagi.” ucap Dewi.
“Makasih sayang.” ucap Bintang seraya merangkul Dewi.

⭐⭐⭐

Bintang kini telah tiba di depan sebuah kantor berlantai 7 bertuliskan ‘Aditya Home Design’, dengan kemeja putih yang rapi serta membawa beberapa berkas yang telah ia persiapkan.
Bintang memasuki kantor itu, ia kemudian langsung di arahkan ke sebuah ruangan yang nampak paling besar dari ruangan manapun di kantor ini.

“Tok! tok! tok!”
“Masuk.”
“Permisi Pak.” ucap Bintang.
“Silahkan duduk.” kata Adit.

Bintang pun duduk dan berhadapan dengan lelaki setengah tua di depannya.

“Jadi kamu, yang mau kerja disini? nama kamu siapa?” tanya Adit.
“Bintang pak.” jawab Bintang.
“Bintang.” batin Adit.

Bintang sempat bingung karena setelah memperkenalkan nama, lelaki di depannya itu tiba-tiba hanya terdiam.

“Pak? pak!” panggil Bintang.
“Eh, maaf.” kata Adit.

Tanpa di ketuk, pintu itu terbuka. Seorang wanita masuk dan langaung menyerbu Adit dengan ceritanya.

“Yah, jadi tadi itu aku…”

Kata-kata Dewi terhenti saat melihat seorang lelaki yang sangat ia kenal duduk di depan ayahnya.

“Dewi!”
“Say…”
“Bintang!” ucap Dewi.
“Jadi, kalian saling kenal?” tanya Adit seraya menatap mereka berdua bergantian.

Dewi mulai salah tinglah, sedangkan Bintang sangat khawatir, didepannya kini telah ada sosok ayah yang selalu Dewi ceritakan. Ayah yang melarang Dewi berteman dengan lelaki apalagi berpacaran.

“Dia itu adalah…”
“Saya temennya Dewi, pak.” jawab Bintang.
“Iya pah, kami itu berteman.” tambah Dewi.
“Kamu ngapain disini?” tanya Dewi.

Bintang tak menjawab, hanya memberi kode pada map yang ia bawa.

“Oooh.”

Dewi mendekati ayahnya kembali menerocos.

“Yah, jadi dia itu salah satu mahasiswa terbaik di kampus. Dia itu kreatif dan humble orangnya. Pokoknya ayah bakalan rugi kalau gak nerima dia kerja disini.” rayu Dewi.
“Iya deh. Bintang, mulai besok, kamu bisa magang disini.” kata Adit.
“Beneran pak?” tanya Bintang.
“Iya.”
“Makasih ayah.” ucap Dewi sambil tersenyum.

Lalu dewi melihat ke arah Bintang, dan ia mengedipkan sebelah matanya.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Bintang Part 5 : Aditya Home Design

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s