Diposkan pada Cerpen, Novel

Bintang Part 7 : Libur Panjang, Kenyataan dan Kebenaran

PhotoGrid_1509740534995

Bintang berjalan melewati jalan setapak yang becek serta licin karena beberapa hari ini hujan mengguyur daerah itu. Sampai akhirnya ia sampai di tempat tujuannya, sebuah tempat pemakaman umum.
Sesampainya di sana ia masih harus berjalan menyusuri jalan sempit yang terdapat makam di kiri dan di kanan karena makam ibunya ada di pojokan.
Sampailah dia pada sebuah makam dengan batu nisan bertuliskan “Mirna Susilowati.”.
Bintang terduduk disana, sesekali ia mencabuti rumput liar yang tumbuh jarang di makam itu.

“Ibu, Bintang pulang.” ucap Bintang.

⭐⭐⭐

Sementara itu,
Mobil Adit dan Dewi baru saja memasuki gerbang desa, sebuah lahan yang cukup luas di pilihnya untuk memarkirkan mobilnya.
Setelah itu mereka bertanya tentang makam Mirna, dengan senang hati seorang warga sudi mengantar mereka sampai ke makam.

“Itu pak, yang itu tuh… tepat yang ada pemudanya itu.” ucap warga sembari menujuk ke arah makam.

Adit serta Dewi berjalan ke arah makam itu, sesampainya disana ia terdiam mengamati pemuda yang nampak mengusap makam. Entah kenapa mereka tidak asing dengan pemuda ini, kemeja warna hijau kontras serta rambut yang terjuntai ke atas namun tetap rapi itu seperti orang yang biasa mereka jumpai.

“Permisi.” ucap Adit ramah.

Pemuda itu tak langsung menjawab, ia berdiri lalu berbalik badan.

“Bintang.” ucap Dewi dalam hati.
“Lhoh, Bintang!” ucap Adit terkejut.
“Pak Adit, Dewi.” Bintang sama terkejutnya.

Setelah mereka saling heran karena bisa berada di tempat dan tujuan yang sama, akhirnya Adit mulai bertanya.

“Kamu ngapain disini, Bin?” tanya Adit.
“Ini kampung halaman saya pak.” jawab Bintang mantap.
“Lalu makam ini?”
“Ini adalah makam ibu saya.” jawab Bintang.

Adit merasa sangat bahagia mendengar jawaban bintang, terlalu bahagia sampai tak bisa ia ungkapkan. Ia hanya bisa berlari dan mendekap tubuh Bintang.
Sementara Dewi, terdiam membisu di sana, tubuhnya kaku seperti patung.

“Saya gak nyangka, ternyata anak saya adalah kamu, orang yang setiap hari saya jumpai di kantor saya.” kata Adit.

Perasaan Bintang campur aduk, antara senang dan susah. Senang karena telah bertemu dengan ayah kandung yang selama ini ia cari, dan susah karena kebenaran ini berati harus membuat hubungan dengan Dewi usai sampai disini, susah karena mereka berdua harus mengubur dalam-dalam impian mereka untuk menyatukan cinta dalam ikatan suci.

Dewi berlari meninggalkan mereka tanpa tujuan, sesekali tangannya terlihat menyeka pelupuk matanya.

“Dewi!” panggil Bintang.
“Maaf, pak. Saya harus mengejar Dewi.” ucap Bintang seraya melepas pelukan Adit.

Bintang berlari mengejar Dewi, sementara Adit mendekat pada makam Mirna.

“Aku gak nyangka, Bintang itu adalah anakku, Mir. Pantas saja aku tak asing walau tak mengenalnya. Terima kasih karena kamu telah membesarkan anak yang hebat seperti Bintang.” ucap Adit.

 

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Bintang Part 7 : Libur Panjang, Kenyataan dan Kebenaran

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s