Diposkan pada Cerpen, Novel

Bintang Part 8 : Kutub Yang Berbeda

PhotoGrid_1509747678589

Dewi berlari kencang di susul oleh Bintang yang mengejarnya dari belakang.

“Dewi! Tunggu!” teriak Bintang.

Pada sebuah ujung jalan, akhirnya Dewi pun berhenti. Kesedihannya pecah, berubah wujud menjadi tetesan air mata yang terus menerus menetes.

“Aku tahu ini sulit bagi kamu, aku pun sebenarnya begitu. Tapi kita harus bisa menerima takdir, sekalipun itu perih dan menyakitkan.” ucap Bintang.
“Kenapa? Kenapa takdir harus semenyakitkan ini?” tanya Dewi sambil terus menangis.

⭐⭐⭐

Sebelum pulang ke Jakarta, mereka menyempatkan diri berpamitan pada Asep.

“Abdi tangtos bade mindeng dongkap kadieu.” ¹ kata Bintang.

Asep hanya tersenyum.

Asep menatap lekat wajah Bintang dalam, matanya berkaca. Baru saja Bintang berkata bahwa ia akan sering datang menjenguk dirinya, tapi seolah asep telah kehilangan Bintang untuk selamanya.

“Abdi deudeuh sami, Abah.” ² ucap Bintang.
“Abah oge, Bin.” ³ balas Asep.

Mereka berdua pun saling berpelukan. Ini adalah kali pertama bagi Asep melepas Bintang dengan perasaan yang seperti ini, tak bisa ia jelaskan, yang pasti ia merasa begitu kehilangan.

“Kamu yakin gak mau ikut ke Jakarta?” tanya Adit.
“Tidak. Terima kasih. Saya di kampung wae atuh.” jawab Asep.
“Jika berubah pikiran, kabari saya. Saya akan mengirim orang untuk menjemput kamu. Dan pintu rumah saya akan selalu terbuka untuk kamu.” kata Adit.
“Hatur nuhun.” ⁴ ucap Asep sembari tersenyum ramah.

⭐⭐⭐

Mobil mewah berwarna putih itu melaju dengan kecepatan sedang, melewati jalanan aspal yang terdapat pohon rindang di kiri dan kanannnya.
Jarak antara mereka hanya tersisa satu tempat duduk di tengah yang kosong tak terisi. Bintang duduk di kursi pojok kanan, sementara Dewi di pojok kiri. Akan tetapi mereka seolah berada di kutub yang berbeda.
Dari depan sesekali adit memandangi keduanya yang kompak buang muka ke arah jendela.

Setelah beberapa jam perjalanan lamanya, akhirnya mereka sampai. Rumah yang sangat besar bak istana itu, membuat Bintang terheran-heran.

“Jadi ini rumahnya.” batin Bintang.

Adit keluar dari mobil di susul dengan Dewi dan di sambut senyuman hangat oleh Gina. Gina sudah menunggu di teras depan rumah setelah mendapat pesan dari Adit bahwa mereka dalam perjalanan pulang.
Dewi langsung berlalu dan hilang dari sana.
Sementara itu, Bintang tengah keluar dengan menenteng sebuah koper besar lalu berjalan ke arah Adit dan Gina.

“Bintang!” ucap Gina lirih.
“Selamat datang di rumah baru kamu, Bin.” kata Adit.
“Jadi, Bintang?” tanya Gina.
“Iya, dia adalah anakku.” jawab Adit.

Ingatan Gina berlari menuju ke beberapa hari yang lalu, ketika Bintang, Dewi dan Gina makan siang di sebuah restoran dan membicarakan tentang hubungan mereka. Seketika ia teringat pada Dewi yang terlihat berbeda hari ini.

“Pantas saja Dewi kelihatan berbeda.” batin Gina lagi.
“Aku masuk dulu.” kata Gina.

Tidak ada sambutan spesial dari Gina, saat ini yang paling antusias hanyalah Adit saja.

Mereka berdua berjalan beriringin memasuki rumah.

“Ayah harap, kamu suka dan betah di rumah ini.”
“Saya harap juga begitu, Pak.” kata Bintang.

Bintang menelan ludah, yang kali ini terasa teramat pahit. Sepahit kenyataan perpisahannya dengan Dewi.

“Bin, saya ini ayah kamu. Kamu tidak perlu lagi formal seperti itu.” protes Adit.
“Baik, pak.”
“Eh, maksud saya. Baik, Ayah.”

Sementara itu,

Gina membuka pintu kamar Dewi pelan, terlihat Dewi sedang memeluk bantal sambil terisak.
Gina menghampiri Dewi, duduk di sampingnya, lalu memeluknya.

“Sayang, ibu tahu ini sulit bagi kamu. Tapi kamu harus bisa, kamu harus sanggup.” ucap Gina.

Dewi tak bisa berucap lagi, hanya mampu memeluk erat ibunya membagi rasa sedihnya kali ini.

¹ saya pasti akan sering datang kesini.
² saya sayang sama, ayah.
³ ayah juga, bin.
⁴ terima kasih.

 

 

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

4 tanggapan untuk “Bintang Part 8 : Kutub Yang Berbeda

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s