Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen

Race and Love

Intan sangat marah karena Ferry pacarnya ketahuan balapan lagi. Selama ini ia telah berjanji tidak akan melakukan hal itu, tapi kenyataannya dia tetap melakukannya.
“Beb, maafin aku. Aku janji gak akan balapan lagi.” kata Ferry.
Tiara hanya diam, ia acuh. Lalu bergegas pergi dari sana.
“Beb?” panggil Ferry.
Ferry lantas berlari mengejar Tiara lalu memeluknya.
“Maaf beb, maafin aku.” kata Ferry.

“Aku cuma gak mau sesuatu yang buruk terjadi, aku tak mau kehilangan kamu. Aku gak bisa tanpa kamu beb.” Kata Tiara.
Air mata Tiara berlinang.
“Ya ampun, sampe segitunya kamu beb.” kata Ferry dalam hati sembari menghapus air mata itu.
Hari itu mereka kembali berbaikan, semuanya kembali seperti semula.

Sampai pada akhirnya, hari itu…
“Eh, Tan. Loe udah tau belum, kalau Ferry juara 1 lomba balap motor tahun ini?” tanya seorang teman pada Intan.

“Balapan?” tanya Intan.

“Iya, loe liat aja sendiri nih.” kata teman Intan sambil memberikan sebuah koran.
Dalam koran tersebut ada foto Ferry yang memegang sebuah piala. Intan tak habis fikir, ternyata Ferry tak menepati janjinya.

Sementara Ferry panik lantaran ia tahu bahwa potret kemenangannya di terbitkan di koran.
“Semoga Intan belum melihatnya.” kata Ferry.
Ferry mencari-cari keberadaan Intan, Intan saat itu ada di sebuah taman.
“Beb, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.” kata Ferry.
Dan,
“Plakkk!!!” Ferry mendapatkan tamparan keras di wajahnya.
“Ini apa!!!?” tanya Intan sambil memberikan koran itu.
Ferry melihat koran tersebut.
“Jadi kamu udah tahu?” tanya Ferry.

“Bodo. Maksud kamu apa ya? Kamu kok balapan lagi?” tanya Intan.

“Maaf beb, habisnya aku butuh uang. Kali ini aku sungguhan janji beb, balapan sekali lagi dan gak akan pernah lagi.” kata Ferry.

“Apa! Sekali lagi? Kamu ini bagaimana, memangnya tidak ada cara lain selain balapan? Janji dalam hal kecil seperti ini saja kamu gak bisa nepatin. Kamu itu gak serius, mendingan kita udahan aja deh. Aku gak peduli kamu mau balapan kek, mau mati sekalian. Bodo amat, aku sudah tidak peduli.” Kata Intan.
Intan pergi meninggalkan Ferry sendirian disana.

Sementara itu Ferry tak dapat berkata-kata lagi. Hatinya hancur mendengar perkataan kekasihnya tadi.
Di tempat balapan…
“Good luck ya, Fer.” kata Boni, salah satu teman Ferry.

“Thanks ya, Bon.” kata Ferry.

“Oh iya Bon, gue boleh minta tolong gak?” tanya Ferry.

“Boleh, minta tolong apa Fer?” tanya Boni.

“Gue mohon sama loe, tolong loe sampein permintaan maaf gue buat Intan.” kata Ferry.

“Kenapa gak minta maaf sendiri aja?” tanya Boni.

“Gue serius bon.” kata Ferry.

“Iya deh nanti gue pasti bilang ke Intan.” kata Boni.

“Thanks ya bon sekali lagi.” kata Ferry.

“Iya.” kata Boni.

“Kok Ferry aneh gitu ya?” tanya Boni dalam hati.
Balapan itupun dimulai, dan seperti biasanya Ferry ada di posisi pertama.

Akan tetapi di lap terakhir tiba-tiba motornya jatuh, sontak kejadian itu membuat semua orang berteriak histeris.
Ketika Intan membuka hpnya, terdapat satu pesan masuk. Disana juga ada 16 misscall dari Boni.

Intan pun membuka pesan itu.
“Tan, loe ke rumah sakit harapan sekarang, ya. Ferry kecelakaan…”
Intan pun bergegas ke rumah sakit.
“Gimana keada’an Ferry, Bon?” tanya Intan.
Ferry tak langsung menjawab, ia terdiam setelah beberapa saat. Sampai akhirnya ia mengumpulkan sisa kekuatannya untuk mengatakan yang terjadi pada Intan.
“Ferry kecelakaan, dia terluka parah, dan dia meninggal dunia.” kata Boni sembari menepuk pundak Intan.

“Kamu yang sabar ya, Tan.” tambah Boni.
Terlintas di dalam pikirannya tentang seberkas kenangan kebersamaan dengan Ferry, tentang mimpi dan harapan yang kini harus musnah begitu saja.

Jantung serta nafas Intan memburu, sampai tubuhnya lemas dan terjatuh ke lantai.
Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

7 tanggapan untuk “Race and Love

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s