Diposkan pada Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Family, Keluarga, Love, Novel, Tak Berkategori

Merry Christmas and I Love You Part 3

25 Desember…
Sejak hari itu mereka jarang sekali bertemu, dinding yang tebal seolah berdiri kokoh di antara kedua pihak.

Lia dan Lita nasi goreng yang masih mengepul di meja itu, mereka berdua kompak terbawa lamunan. Sampai bel rumah berbunyi, membuat mereke tersadar dari lamunan itu. Lia berjalan ke arah pintu di susul dengan Lita yang berjalan di belakangnya.

Bel itu berbunyi lagi.
“Iya… bentar!” kata Lia.
Lia membuka pintu itu, terlihat siluet wanita cantik bak bidadari yang tak asing lagi berbusana rapi dengan hijab berwarna merah muda. Ia tersenyum ramah kepada Lia. Sementara Lia hanya terdiam di sana, matanya berkaca-kaca.
“Siapa yang da…”

“…tang?” tanya Lita terbata.

“Mama.” ucap Lita.

“Halo sayang!” sapa Uus.

“Mama punya hadiah buat kalian.” ucap Uus sambil menyerahkan kotak kado yang sedari tadi ia sembunyikan di balik punggungnya.
Mereka berdua menerima kado itu. Membukanya dan ternyata isinya adalah sebuah syal rajutan yang berwarna sesuai kesukaan mereka berdua.
“Jadi mama masih ingat kalau hari ini…”

“Oh, masih dong!” potong Uus.
Kemudian mereka bertiga berpelukan.
“Makasih ma.” ucap Lia dan Lita hampir bersamaan.

“Siapa yang datang sayang?” tanya Samuel dari dalam ruang makan.
Lita, Lia serta Uus yang berjalan ke ruang makan menjawab pertanyaan Samuel. Samuel sempat dibuat terkejut dengan kedatangan Uus, rasanya sudah lama sekali mereka tak bertemu sejak perceraian itu.
“Ma, makan bareng kita yuk!” ajak Lia.

“Iya ma.” tambah Lita.

“Iya.” jawab Uus.
Uus melihat pada nasi goreng yang masih mengepul di meja itu. Ia penasaran, siapakah yang telah masak nasi goreng itu.
“Siapa yang masak ini? Bukankah bibik seharusnya libur?” tanya Uus.

“Ini aku yang masak. Kamu cobain deh…” jawab Uus.
Uus pun duduk di kursi dekat Samuel. Tak lama setelah itu ia langsung mencicipi masakan Samuel di susul oleh kedua anaknya dan Samuel sendiri.

Wajah mereka berempat langsung berkerut menahan rasa yang teramat sangat.
“Emmm… Asin banget.” kata Uus.

“Iya nih, maaf baru belajar.” kata Samuel.

“Biar mama aja yang masakin nasi goreng buat kalian.” kata Uus.
Uus beranjak dari tempat duduknya, berjalan menuju dapur yang letaknya tak jauh dari ruang makan.

Ia menyiapkan beberapa bumbu lalu kemudian mulai memasak. Bau harum langsung tercium sampai ke ruang makan. Hal inilah juga yang mereka rindukan, yang mungkin takkan bisa selalu mereka dapatkan lagi.

Hari ini mereka sangat bersyukur, akhirnya Anugrah itu kembali ke rumah mereka.
❇❇❇
Samuel mengantar Uus sampai seberang jalan depan rumah. Mereka jalan bersebelahan.
“Terima kasih untuk hari ini. Terima kasih untuk semuanya.” ucap Samuel.

“Sama-sama.” kata Uus.

“Aku pamit dulu, aku pasti akan sering datang ke rumah” kata Uus lagi.

“Kapanpun kau mau.” kata Samuel dengan senyuman termanisnya.
Uus semakin jauh hingga tak terlihat. Ia pun berlalu, tinggalah Samuel di jalan itu sendirian.

Samuel tahu ia belum siap dengan perpisahan ini, ia sebenarnya tak sanggup dan takkan pernah bisa melupakan sosok Gracia yang selama ini selalu bersama dengannya.

Tapi jika memang ini yang terbaik, ia rela melakukannya meski akan terasa sangat sulit.
Selesai.
Note : Ini adalah salah satu cerita dari draft saya yang hilang. Cerita ini terinspirasi dari sebuah lagu milik AKB48 berjudul “Anata to Christmas Eve” yang saya pun sebenarnya tidak tahu artinya apa. 😂😂😂

Bisa mengingat dan menulisnya kembali saya sudah bersyukur. Walau mungkin tidak jelas dan kaya ngawur gitu. Tapi semoga kalian paham dengan ceritanya.

Dan satu lagi…

“Selamat Hari Natal untuk semua yang menjalankan… Semoga damai selalu menyertai kita.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

6 tanggapan untuk “Merry Christmas and I Love You Part 3

  1. Nah, untuk yg ini, jujur, sy perlu lbh dari 1 kli bacanya spy lbih pham…kaitannya dg I love you itu gmn ya? (Atau, kebetulan krn sy lg gak fokus aja kli ya, 😂).

    Oya, maaf, alinea 2 di atas mungkin perlu dicek lg (kohesi / koherensinya); mungkin kaitannya dg tnda bca atau ada kosakata yg mesti ditambah kli ya…

    Trus, utk kata kerja pasif itu nulisnya digabung (disusul).

    Maaf, cuma itu pnilaian sy. Overal, Anda kreatif bercerita.

    Suka

    1. Untuk koreksinya tolong di kasih contoh agar saya paham *ngarep

      Tentang yang I Love You itu, jadi gini lho…

      Pada akhirnya kebenaran mengatakan bahwa Gracia itu bukan orang Kristiani dan justru orang Islam, dia itu beda. Tapi meski begitu ia tetap sayang pada anak-anaknya. Makanya tetep “I Love You” Yah, begitulah…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s