Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Family, Keluarga, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Selamat Tinggal Air Mata Part 9 : Food From Heaven

Sementara itu Stella berjalan ke arah ruangan Arif dengan wajah bahagia sambil membawa sekotak cheese cake kesukaan Arif. Di depan pintu ia berhenti karena disana nampak Mario keluar dari ruangan Arif.

“Arif nya ada, Io?” tanya Stella.
“Ada tuh, lagi sama pacarnya.” jawab Mario.
“Pacar?” tanya Stella dengan ekpresi terkejut.
“Aduh, ni mulut liar amat. Stella kan naksir sama Arif, kenapa juga gue kasih tau kalau itu pacarnya Arif.” kata Mario dalam hati.
“Gue gak yakin sih itu pacarnya Arif.” jawab Mario.

Stella hanya terdiam sambil menatap pada sekotak cheese cake itu. Akhirnya Mario memberanikan bertanya pada Stella tentang apa yang dibawanya itu demi mengusir suasana yang tidak enak ini.

“Apaan tuh?” tanya Mario.
“Ini cheese cake. Nih, buat kamu.” kata Stella.
“Seriusan buat gue? Waaah, thanks ya!” kata Mario.
“Ya udah, aku pergi dulu ya…”

Stella pun pergi meninggalkan kantor itu dengan perasaan hati yang kecewa. Bagaimana tidak, sedangkan pagi tadi sampai jam 11 ia mengantri hanya untuk sekotak cheese cake yang sangat disukai Arif. Yang lebih mengecewakan ialah ketika ia tahu bahwa kini Arif telah memiliki pacar. Hancur hatinya, penantiannya selama ini sia-sia, cinta yang sejak dulu ia pendam hanya akan menjadi rasa yang tak terungkapkan.

Waktu menunjukan pukul 20:00, suasana kantor pun sepi, hanya ada beberapa orang yang memang sengaja berada di ruangan mereka demi kerja tambahan(lembur). Sama halnya dengan Arif yang lembur karena kadatangan Nadya tadi membuatnya tak bisa berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya. Lalu saat Arif tengah sibuk mengetik dan memperhatikan laptopnya, Mario masuk dan seperti biasa tanpa mengetuk pintu.

“Rif, tadi Stella kesini tuh…” kata Mario.
“Stella? Kok dia gak masuk?” tanya Arif sambil terus mengetik.
“Ya, mana gue tahu. Tadi juga dia ngasih cheese cake ke gue, enak cakenya. Jadi pengen lagi deh…” kata Mario lagi.
“Cheese cake?” tanya Arif dalam hati dan kini jari-jarinya berhenti mengetik.

Arif tahu cheese cake itu di tujukan untuk siapa, tidak ada seorangpun yang menyukai cheese cake melebihi dirinya. Baginya, cheese cake bukan hanya kue biasa. Ia sering menyebutnya ‘Food From Heaven’. Bukan berlebihan, tapi itu karena memang saking enaknya kue tersebut bagi Arif.
Di raihlah hp di atas meja itu, lalu saat itu pula ia mengirim pesan yang bertuliskan…

“Kamu tadi kesini? Kok gak masuk?”

Stella sendiri adalah merupakan sahabat Arif, sajak kecil sampai sekarang mereka selalu bersama. Stella tahu segala hal yang berhubungan dengan Arif. Arif pun begitu, ia tahu semuanya tentang Stella. Namun ada satu yang tak ia ketahui, bahwa sedari dulu Stella menyimpan rasa suka padanya, bahwa Stella mencintai dirinya melebihi apapun.
Stella membuka pesan itu, hanya ia baca dan tak di balas.

“Di read doang!” kata Arif.
“Mungkin dia ngambek kali…” kata Mario.
“Lhah, ngapain dia ngambek sama gue?” tanya Arif.
“Bukan gara-gara loe sih, mungkin dia ngambek karena gue bilang tadi loe diruangan ini sama ‘pacar’ loe. Tadi aja ekpresi wajahnya langsung berubah begitu gue bilang kek gitu.” jawab Mario.
“Tapi ngapain juga dia ngambek? Kita kan gak ada apa-apa?” tanya Arif lagi.
“Masa loe gak tau sih.”

Arif hanya terdiam dan terlihat kebingungan.

“Jadi loe beneran gak tau?” tanya Mario.

Kini Arif menggelengkan kepalanya beberapa kali.

“Gue kasih tau gak ya?” tanya Mario dalam hati.

Mario menghela nafas panjang sebelum akhirnya mulai berbicara kembali.

“Tidak semuanya kita ketahui, kadang ada rahasia yang tak terungkapkan. Dan loe hanya perlu ‘peka’ buat memahami isi hati seseorang.” kata Mario.
“Maksud loe apa?” tanya Arif.
“Susah ngomong sama loe. Gue balik dulu dah…” kata Mario sambil pergi meninggalkan ruangan Arif.

Tinggalah Arif sendiri diruangan itu, dengan segudang pekerjaan yang belum selesai, dan kini ditambah lagi dengan setumpuk pertanyaan yang ada di pikirannya yang berasal dari Mario. Pertanyaan tentang maksud dari ‘peka’ dan ‘isi hati’ yang membuat Arif berpikir dengan serius karena tak kunjung menemukan jawabannya. Padahal jika saja Mario ingin, ia hanya perlu mengatakan bahwa Stella menyukai Arif. Tanpa harus berbelit seperti ini sampai membuat Arif kebingungan.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Selamat Tinggal Air Mata Part 9 : Food From Heaven

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s