Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Family, Keluarga, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Selamat Tinggal Air Mata Part 11 : Seseorang Yang Melebihi Kekasih

Keesokan harinya…
Stella datang ke rumah Arif pagi-pagi sekali, tak lupa ia membawakan Arif bubur ayam untuk sarapan.
Stella mendapati Arif telah bangun bahkan memakai kemeja rapi serta jas bersiap untuk pergi ke kantor lagi.

“Lhoh, kamu mau ke kantor?” tanya Stella.
“Iya. Aku udah gak apa-apa kok.” jawab Arif.
“Gak apa-apa gimana, lihat nih muka kamu aja masih pucet.” kata Stella samnbil memegang wajah Arif.

Arif hanya terdiam saja, Stella mulai menyadari mengapa Arif hanya terdiam.

“Gak apa-apa Stella, ini paling karena aku belum sarapan aja.” kata Arif sambil melepaskan pegangan tangan Stella pada wajahnya.
“Pas banget kalau gitu, ini aku udah beliin bubur buat kamu.” kata Stella sambil memberikan bungkusan itu pada Arif.

Bel rumah berbunyi dan mengalihkan pembicaraan mereka. Arif langsung bergegas berjalan ke arah pintu itu.

“Bentar ya, aku buka pintu dulu.” kata Arif sambil berjalan ke arah pintu.

Arif pun membuka pintu itu, kemudian nampaklah sesosok perempuan yang tak asing lagi. Nadya telah berdiri disana membelakangi pintu.

“Nadya, kok kamu disini?” tanya Arif.
“Iya, gue tadi beli cheese cake di depan sana tuh. Terus gue lewat depan rumah loe, gue beliin buat loe juga lho…” jawab Nadya.
“Oh iya, cheese cake itu makanan favourit saya lho. Kok bisa kebetulan gini ya? Btw, makasih lho.” kata Arif.
“Jadi kamu suka cheese cake? Gak sia-sia deh aku ngantri panjang tadi.” kata Nadya.
“Bukan suka lagi, tapi sukaaa banget.” kata Arif.
“Ya udah, duduk dulu yuk!” kata Arif.

Mereka pun duduk di teras depan rumah, Arif sampai lupa bahwa di dalam ada Stella yang menunggu.
Telah lama Stella menunggu, namun Arif tak kunjung kembali. Siapa yang datang sampai membuat Arif lupa pada dirinya? Apa yang mereka bicarakan sampai lama seperti ini? dan pertanyaan demi pertanyaan pun timbul di benak Stella yang akhirnya membuatnya menjadi sangat penasaran. Ia akhirnya berjalan ke arah pintu dan sedikit mengintip, terlihat Arif duduk bersama seorang wanita dan kelihatannya mereka sangat akrab. Tak hanya itu, Arif dan wanita itu juga terlihat sedang menikmati cheese cake.
Stella kemudian melihat kebawah, ke bungkusan berisi bubur ayam yang ia bawa tadi dan belum tersentuh oleh Arif dan bahkan mungkin takkan di sentuh oleh Arif.
Karena kesal, akhirnya Stella memutuskan untuk pergi dari rumah Arif. Namun ia tak lewat pintu depan, melainkan samping. Sebelum ia meninggalkan rumah Arif, ia meletakkan bungkusan bubur itu di atas meja makan.
Stella berjalan hati-hati dan menegok ke kanan dan kiri agar kepergiannya ini tak di ketahui oleh Arif. Akan tetapi disaat yang bersamaan Arif juga berjalan menuju ke gerbang karena ia mangantarkan Nadya pulang.

“Stella.” kata Arif.

Arif dan Nadya pun berjalan ke arah Stella

“Kok kamu pergi gak bilang aku sih?” tanya Arif.
“Maaf, aku gak mau ganggu kalian.” jawab Stella.
“Oh iya… Nad, ini Stella. Stella ini Nadya.” kata Arif.

Stella dan Nadya pun saling berjabat tangan, akan tetapi tatapan Stella ke Nadya tidak biasa, membuat Nadya menjadi heran.

“Oh, jadi ini yang namanya Nadya.” batin Stella.

“Saya Nadya.” kata Nadya sambil tersenyum.
“Aku Stella, salam kenal.” kata Stella dengan senyuman yang dipaksakan atau bahkan senyuman itu bisa disebut sebagai senyum palsu.
“Ya udah, aku pulang dulu ya… Bye…” kata Stella sambil berjalan cepat dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Kemudian Arif dan Nadya melanjutkan perjalanan mereka menuju jalan raya dan berniat mencari taksi untuk Nadya. Sebenarnya Arif telah menawarkan agar Nadya naik mobil Arif dan ia bersedia mengantar Nadya kemanapun. Tapi Nadya tak mau dan tetap ingin naik taksi. Kata Nadya ia masih harus ke tempat inilah, itulah, yang intinya menolak tawaran Arif.

“Stella itu…”
“Sahabat.” jawab Arif dengan gesit.
“Oh, sahabat.” kata Nadya.
“Bukan sahabat lagi sih, dia lebih dari itu.”
“Maksud kamu seperti kekasih?” tanya Nadya.
“Bahkan lebih dari itu.” jawab Arif.

Entah kenapa ada yang aneh dari Hati dan perasaan Nadya ketika mendengar jawaban dari Arif barusan. Seseorang yang melebihi kekasih itu mungkin orang yang terbaik dan paling penting dihidup Arif. Nadya terus memikirkan hal itu bahkan ketika ia berada didalam taksi.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Selamat Tinggal Air Mata Part 11 : Seseorang Yang Melebihi Kekasih

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s