Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Family, Keluarga, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Selamat Tinggal Air Mata Part 12 : Perekrutan Sang Fashion Design

Di lantai telah berserakan kertas-kertas hasil gagal design yang Stella remas. Stella adalah seorang fashion designer, salah satu orang yang paling mendukungnya meraih cita-citanya ini ialah Arif. Arif melihat bakat itu sejak Stella masih sma, saat itu Arif mendapati Stella sedang menggambar dan gambarnya amatlah bagus.
Stella memang pandai menggambar, apalagi kalau hanya menggambar sebuah design baju, itu sangatlah mudah baginya. Namun entah kenapa hari ini Stella seperti kesusahan dalam menggambar. Mungkin karena ia tak berhenti memikirkan tentang Arif dan Nadya.
Hingga pada gambar yang kesekian kalinya ia akhirnya melempar buku sketchnya itu ke lantai sambil berteriak kencang meneriakkan kekesalannya karena selalu gagal.

“Arghhh!!!” teriak Stella.

Stella menyandarkan kepalanya di meja, matanya melihat ke lantai, lalu Stella teringat pada kejadian hari itu. Hari dimana ia di paksa oleh Arif untuk mengikuti sebuah perlombaan mendesign baju. Meski awalnya Stella menolak, tapi pada akhirnya ia mengikutinya juga. Design baju yang terpilih akan langsung di buat baju dan akan langsung di pakai oleh seorang artis terkenal sebagai tanda kemenangannya. Tak hanya itu, pemenang dari kompetisi ini juga akan mendapatkan hadiah jutaan rupiah serta bekerja dengan brand clothing terkenal.
Pengumumannya di umumkan di sebuah situs website official, dan Arif serta Stella telah berjam-jam lamanya menunggu.

“Gak mungkinlah aku menang, design peserta lain aja bagus-bagus kok.” kata Stella.
“Jangan ngomong gitu, segala sesuatunya bisa saja terjadi dan dicapai asalkan kamu tak pernah menyerah.” kata Arif.

Stella bangkit berdiri dari tempat duduknya saat ini, namun sebelum Stella pergi dari sana Arif memegang tangan Stella.

“Kamu mau kemana?” tanya Arif.
“Aku mau pergi.” jawab Stella.
“Jangan dong, kita lihat dulu pengumumannya.” kata Arif.

Arif kemudian memegang tangan Stella, menariknya kemudian menyuruh Stella untuk duduk kembali dan tetap menunggu. Stella hanya bisa pasrah dan mengikuti perkataan Arif.
Beberapa menit kemudian, situs itu memposting sebuah foto design beserta sebuah artikel tentang pemenang katiga lomba tersebut. Namun sayang, itu bukanlah design yang Stella kirim. Kemudian di menit berikutnya kembali situs itu memposting design kedua, lagi-lagi iti bukan design milik Stella.
Stella memalingkan mukanya, lalu bangkit berdiri dan kini ia Arif tak dapat menahannya lagi. Sampai pada akhirnya langkah Stella terhenti ketika Arif berteriak memanggil namanya.

“Lihat ini, wiiih gila!” kata Arif dengan girangnya.
“Apaan sih?” tanya Stella.

Stella melihat pada laptop itu, fokus pada design terakhir yang di posting oleh situs official itu yang ternyata adalah design miliknya. Stella hanya terdiam karena tak percaya, sementara Arif dengan sigap memeluk Stella karena saking senangnya.

“Tuh kan, apa aku bilang? Kamu itu pasti bisa kalau kamu tak menyerah, terus mencoba dan percaya.” kata Arif.

Lagi-lagi Stella hanya bisa terdiam, apalagi ketika Arif memeluknya seperti ini. Jantungnya seakan berhenti berdetak, duniapun seperti telah berhenti berputar. Andai ia bisa berteriak, maka ia akan meneriakkan kegembiraannya. Bukan karena menang dalam kompetisi itu melainkan karena saat ini Arif memeluk tubuhnya.
Stella pun akhirnya di rekrut menjadi pegawai(fashion designer) di sebuah perusahaan brand clothing terkenal itu. Hari-hari di lalui dengan penuh semangat, dan semua itu karena Arif, karena ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan membuat Arif kecewa.

Stella memejamkan matanya, lalu ia berkali-kali menarik nafas dalam.

“Aku gak boleh kaya gini. Kalau aku kaya gini, aku akan mengecewakan Arif. Mungkin aku harus mengungkapkan perasaan pada Arif walau mungkin nanti akan ditolak. Tapi tak apa, yang terpenting perasaanku sudah ku ungkapkan dan hidupku mungkin akan kembali normal.” kata Stella pada dirinya sendiri.

Stella kemudian meraih kertas-kertas yang berserakan di lantai, mengumpulkannya lalu membuangnya ke tempat sampah. Lalu ia mengambil buku sketchnya yang ada dilantai itu, kemudian ia mulai kembali menggambar design baju.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Selamat Tinggal Air Mata Part 12 : Perekrutan Sang Fashion Design

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s