Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Family, Keluarga, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Selamat Tinggal Air Mata Part 13 : Boneka Teddy Bear Warna Pink

PhotoGrid_1517169229908

Beberapa hari lagi Nadya ulang tahun, maka dari itu Arif sedang menyiapkan sebuah kado berupa sebuah puisi sebagai hadiah ulang tahunnya. Ia meletakkan kertas puisi itu di atas meja, lalu meninggalkannya untuk membeli sebuah amplop untuk membungkusnya.
Ketika Arif kembali ke ruangannya, disana sudah ada Stella yang entah kenapa gelagatnya aneh.

“Hi, Rif…” sapa Stella.
“Hi juga Stell… Udah lama?” tanya Arif.
“Baru, baru kok.” jawab Stella.

Arif berniat membungkus kertas puisi itu dengan amplop berwarna merah yang ia beli, namun kertas itu tak ada di meja, adahal ia yakin ia meletakkannya di atas meja. Lagipula ia juga hanya pergi sebentar saja, tak mungkinlah ia sampai lupa.
Arif sangat gelisah bercampur kesal sebab puisi yang baru saja dibuatnya hilang begitu saja. Sementara anehnya Stella justru malah pergi meninggalkan Arif yang terlihat resah itu, tak biasanya Stella seperti ini, bahkan dirinya baru sekedar bertegur sapa dan mengusulkan agar Arif memberi hadiah yang lain saja pada Nadya. Karena biasanya bila mereka bertemu, sepasang sahabat itu pasti berbicara tentang banyak hal yang akan memakan waktu berjam-jam lamanya.
Arif berteriak sambil mengacak-acak rambutnya, meneriakkan kekesalannya. Akhirnya ia memikirkan usul Stella dan berencana akan membeli sebuah boneka atau bunga untuk Nadya. Tapi iapun berpikir lagi, apakah seorang Nadya akan suka dengan sebuah boneka? Mengingat ia wanita yang sedikit tomboi. Mungkin bunga masihlah sesuatu yang wajar, tapi ia pikir lagi, apakah hal itu tidaklah terlalu sederhana? Sampai hari itu tiba, Arif terus memikirkannya.

12-06-2006

Hari itupun telah tiba, Arif mengajak Nadya untuk pergi ke bukit untuk melihat sunset. Nadya pun mau dan saat ini mereka tengah dalam perjalanan menuju kesana. Di sebuah jalan yang sepi, Arif menepikan mobilnya.

“Lhoh, kenapa berhenti?” tanya Nadya.
“Eee… Iya. Ada yang mau saya katakan, eh, maksudnya saya berikan.” kata Arif dengan gugupnya.
“Apa itu?” tanya Nadya.

Arif lalu keluar dan mengambil sesuatu dari bagasi mobilnya, lalu kembali ke masuk mobilnya dengan membawa sebuah kitk kado.

“Saya gak tahu kamu akan suka atau tidak, yang pasti saya hanya bisa memberikan ini. Dan selamat ulang tahun ya…” kata Arif sambil memberikan kotak itu pada Nadya.
“Kok loe tau ulang tahun gue?” tanya Nadya.
“Dari adik kamu.” jawab Arif.
“Lalu, ini apa?” tanya Nadya lagi.
“Kamu buka saja.”

Nadya pun membukanya, didalamnya ada sebuah boneka teddy bear berwarna pink. Nadya sempat nyengir sesaat sebelum Arif bertanya padanya.

“Kamu suka?” tanya Arif.
“Suka kok, bagus.” jawab Nadya.

Sebenarnya Nadya tak suka dengan kado itu, sebuah boneka apalagi yang warnanya pink. Tapi ia tidak ingin membuat Arif kecewa dan akhirnya ia berbohong pada Arif. Setelah itu perjalananpun mereka lanjutkan, dan beberapa menit kemudian merekapun sampai di bukit itu.

“Kamu jalan dualuan ya, nanti saya nyusul.” kata Arif.
“Kenapa gak barengan aja?” tanya Nadya.
“Soalnya saya ada urusan kantor sebentar.” jawab Arif.
“Ya udah, gue jalan dulu.”

Nadya berjalan menyusururi jalan setapak menuju ke atas bukit itu, Arif memastikan dengan seksama kepergian Nadya, sampai akhinya ia benar-benar yakin kalau Nadya telah jauh dari tempatnya saat ini. Arif kemudian membuka kembali bagasinya untuk mengambil sesuatu, setelah itu ia menyusul Nadya. Sementara Nadya kini telah sampai di atas bukit dan duduk di ayunan sambil melihat laut. Dari belakang Arif datang dengan langkah hati-hati, terlihat ia menyembunyikan sesuatu dari balik punggungnya. Ia kemudian berlutut didepan Nadya, sontak hal itu membuat Nadya heran sekaligus binggung.

“Loe mau ngapain?” tanya Nadya.
“Saya mau mengatakan sesuatu sama kamu.” jawab Arif.
“Apaan?” tanya Nadya lagi.
“Sejak pertama kali kita bertemu, saya merasa nyaman, saya tak pernah merasa asing meski sebelumnya kita tak pernah saling mengenal. Kamu itu wanita yang berbeda dengan wanita-wanita yang pernah saya kenal dulu, kamu itu istimewa. Dan karena itulah saya menjadi sadar, ternyata saya menyukai kamu. Saya mencintai kamu. Would u be my girlfriend, Nad?”

Tak ia sangka bila hari ini, saat ini, detik ini juga Arif mengungkapkan perasaannya. Nadya hanya terdiam mematung disana, ia masih tak percaya akan apa yang baru saja Arif katakan.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Selamat Tinggal Air Mata Part 13 : Boneka Teddy Bear Warna Pink

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s