Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Family, Keluarga, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Selamat Tinggal Air Mata Part 25 : Kado Terakhir

Satu tahun kemudian…

Nadya duduk di ayunan, melihat pada pemandangan laut menjelang senja. Tempat ini tak pernah berubah meski telah ia tinggalkan cukup lama. Ayunan itu masih tetap kokoh berdiri, rumah pohon disebelah sana juga masih sama, serta pemandangan mentari terbenam yang begitu indahnya yang tak pernah ada duanya.
Stella berjalan ke arah ayunan itu seiring semilir angin yang menyapa tubuh Nadya.

“Sudah lama?” tanya Stella.
“Akh, baru kok.” jawab Nadya yang seolah tahu bahwa Stella akan datang.

Stella menghela nafas panjang sebelum mengatakan sesuatu,

“Gak nyangka ya, sudah satu tahun lamanya sejak kepergian Arif.” kata Stella.
“Iya, rasanya cepet banget.” kata Nadya.
“Oh iya, aku ada sesuatu nih buat kamu,” kata Stella sambil mengambil sesuatu dari balik tasnya.

Nadya merasa sangat penasaran dengan apa yang akan di berikan oleh Stella itu, sementara Stella kini telah menyodorkan tangannya dengan sebuah kertas yang terapit oleh jarinya.

“Apa ini?” tanya Nadya dengan begitu antusias sambil mengambil kertas itu.
“Kamu buka aja,” jawab Stella.

Nadya pun membuka ketas lusuh yang terlipat menjadi kecil itu, di bukalah kertas itu dan disana nampak sebuah tulisan tangan.

“Aku akan memiliki dunia jika aku dapat memilikimu
Aku akan menjadi manusia paling bahagia jika pilihan hatimu adalah aku
Aku pasti tak akan peduli lagi dengan yang lainnya ketika kita telah benar-benar bersama
Aku berharap ini bukan hanya sekedar anganku dan kita kan lekas bersatu
Bersama dan tertawa, berdua dan bahagia
Sampai saat kita di satukan tuhan nanti, hanya kaulah yang berarti
Sampai pada akhirnya kita bersama, tetap hanya kau yang akan selalu aku cinta…

Happy Birthday Nadya…”

Ia tahu tulisan tangan itu adalah tulisan Arif, yang menjadi pertanyaan Nadya ialah kapan Arif menulis ini.

“Satu tahun yang lalu, aku tak sengaja mencurinya dari Arif.” kata Stella yang menjawab pertanyaan dalam hati Nadya.

Stella kemudian teringat akan kejadian itu, dimana dirinya masuk ke dalam ruangan kerja Arif yang saat itu Arif tak berada disana. Sebuah kertas putih terletak di atas meja, Stella mengambilnya dan membacanya. Saat ia membaca, ia tersenyum sendiri karena entah kenapa ia berpikiran bahwa puisi itu untuk dirinya. Sampai pada akhir kata ada sebuah kata yang membuat senyum di wajah Stella seketika menghilang “Happy Birthday Nadya…”. Lalu seseorang datang membuka pintu dan membuat Stella terkejut dan spontan memasukkan kertas itu di tasnya.
Setelah menyapa Stella, Arif berniat ingin membungkus surat itu dengan sebuah amplop berwarna merah. Akan tetapi saat di cari, kertas berisi puisi itu sudah tidak ada. Ketika Arif bertanya pada Stella, ia hanya menggeleng tanda tak tahu. Padahal Arif yakin sekali bahwa ia melentakan kertas itu di atas meja, lagipula ia pergi juga hanya sebentar, hanya membeli amplop merah tersebut. Arif mencari di tempat yang lain, dilaci, dan dibalik dokumen-dokumennya siapa tahu jika ia lupa meletakannya. Meskipun ia tetap yakin bahwa di atas mejalah ia melatakkannya. Arif terlihat gelisah karena telah kehilangan puisinya itu, ia menjelaskan pada Stella bahwa puisi itu untuk hadiah ulang tahun Nadya. Semantara Stella merasa bersalah akan tetapi tak bisa berbuat apa-apa. Ia kasihan pada Arif, akan tetapi ia tak bisa memberikannya kembali pada Arif.
Akhirnya Stella memberikan sebuah ide(jalan keluar) agar Arif memberikan sesuatu yang lain pada Nadya.

Stella tersenyum mengingat hal itu, lalu ia melihat pada kertas yang tengah dibaca oleh Nadya itu.

“Maaf ya, Nad. Padahal itu adalah kado ulang tahun buat kamu, tapi malah aku curi. Itu karena dulu aku cemburu.” kata Stella.
“Jangan ungkit hal itu lagi, Stell. It’s Over Now. Dan puisi ini akan menjadi kado terakhir dari Arif.” kata Nadya.

Seseorang dari kejauhan berteriak memanggil nama Stella, orang itu ialah Chris, bule dari Paris yang katanya jatuh cinta pada Stella sampai mengikutinya ke Indonesia. Ia jugalah yang mengantar Stella ke bukit ini.

“Dia siapa?” tanya Nadya.
“Dia Boni, He’s my best friend.” jawab Stella.
“Really?” tanya Nadya lagi.
“Ya,”
“Best friend or boy friend?” tanya Nadya sambil tersenyum.

Stella menjawab pertanyaan itu dengan debuah senyuman, ia pun pergi meninggalkan Nadya di tempat itu bersama siluet mentari senja yang hampir hilang di ujung laut sana. Ia kembali melihat ke selembar kertas yang ia pegang itu, tak terasa air matanya mengalir. Mungkin karena terharu atau karena ia teringat pada almarhum kekasihnya itu.

“Maaf Rif, aku nangis lagi.” kata Nadya sambil menghapus air matanya.
“Tapi ini bukan air mata kesedihan, aku juga masih ingat pada janjiku untuk mengucap Selamat Tinggal pada Air Mata kesedihan.” kata Nadya lagi.

Seorang lelaki mendekati Nadya,

“Sudah hampir malam non, apakah tidak sebaiknya kita pulang.” kata lelaki tua itu.
“Sebentar pak, lima menit lagi.” kata Nadya.

Nadya menghabiskan waktu lima menitnya untuk melihat pemandangan senja, mendengar suara burung yang saling bersahutan dan merasakan angin berhembus yang ramah menyapa tubuhnya. Sampai akhirnya ia meninggalkan tempat ini. Nadya berjalan hati-hati menuruni bukit dengan di ikuti oleh sopirnya. Dan kini, tinggalah ayunan itu sendiri yang bergerak karena dihempas oleh angin yang berhembus. Mentari senja pun telah benar-benar hilang, malam pun menjelang dan sebentar lagi hari yang baru akan datang. Dimana segala kenangan kesedihan itu harus dilupakan dan berganti menjadi sebuah kebahagiaan.

Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

3 tanggapan untuk “Selamat Tinggal Air Mata Part 25 : Kado Terakhir

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s