Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Family, Keluarga, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Impian Semu Wiro 2 Part 2

PhotoGrid_1524063794812

Wiro terbangun ketika alarm hpnya berbunyi dengan nyaring. Hari kemarin mungkin adalah hari yang melelahkan bagi Wiro, hingga ia terbangun karena alarm hp yang biasanya ia selalu bangun tidur sebelum alarm itu berbunyi.

Ia membereskan buku-buku yang berserakan di meja sebelum akhirnya tergopoh-gopoh berlari ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.

Ia menengok ke arah mobil yang terparkir di garasi rumahnya sebelum ia berlari menuju ke terminal. Sudah lama sekali Wiro tak mengendarainya, mobil berwarna hijau tua yang masih bagus meski keluaran tahun 70an. Ia akhirnya dapat membeli mobil itu setelah bertahun-tahun menabung. Sebenarnya bisa saja uangnya ia belanjakan untuk membeli mobil yang cukup mewah, namun ia bersikeras untuk tetap membeli si hijau tua itu.

Sesampainya di dalam bis, ia dibuat heran karena didalamnya hanya diisi oleh beberapa ibu-ibu dan bapak-bapak saja. Tak terlihat anak sekolah yang berdesak-desakan, tak terlihat pengamen dengan suara yang merdu itu lagi dan tak terlihat hiruk-pikuk seperti biasanya. Jalannya pun ramai lancar, tidak macet seperti biasanya.

Tak hanya dibuat heran saat didalam bis, Wiro juga dibuat heran ketika sampai disekolahan. Tidak ada satupun siswa yang biasanya hilir-mudik didepan kelas.

Terlihat di ujung lorong sana ada seorang ob yang sedang menyapu, Wiro pun menghampirinya.

 

“Permisi pak, mau nanya. Kok sekolah sepi sekali ya?” tanya Wiro.

“Ya iyalah pak guru, ini kan hari minggu.” jawab ob tersebut seraya tertawa kecil.

 

Wiro menepuk jidatnya sendiri, alangkah anehnya hari ini bagi Wiro karena hari minggu pun tetap masuk sekolah. Sebuah hal yang asing baginya mengalami hal-hal dihari ini. Dari mulai bangun karena alarm sampai masuk sekolah di hari minggu. Ia merasa kesal namun masih menanyakan hal yang sama dalam hatinya,

 

“Apakah ini karena rindunya pada Ayu?”.

 

Karena sudah terlanjur rapi, iapun akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan ke monas.

Kemeja berwarna hijau kontras yang dibalut dengan jas berwarna hitam yang membuatnya terlihat formal. Meski begitu ia tak peduli, ia tetap ingin pergi ke monas atau kemanapun itu demi menuntaskan kekesalannya kali ini.

 

Disana ia melihat kerumanan orang, karena penasaran Wiro pun mendekati mereka.

 

“Ada apa pak?” tanya Wiro.

“Itu, ada syuting produk susu oleh artis pendatang baru.” jawab bapak-bapak itu.

“Memangnya siapa pak?” tanya Wiro lagi.

“Mendingan kamu lihat sendiri aja sana,”

 

Wiro pun berjalan menuju ke arah kerumunan itu, menyibaknya hingga ia mendapatkan view yang jelas dalam jarak yang dekat.

Disana terlihat seorang wanita cantik dengan gaun berwarna putih yang tengah memegang botol susu.

 

“Ayu!” kata Wiro dalam hati.

 

Ia pun termangu, memastikan bahwa yang dilihatnya memang benar-benar Ayu. Ia mengusap matanya berkali-kali namun tetap saja itu memanglah Ayu dan bukan orang lain.

Wiro pun berjalan menembus kerumunan dan ia benar-benar berhasil menembusnya sebelum akhirnya dihadang oleh beberapa orang bodyguard.

 

“Itu teman saya pak!” kata Wiro.

“Halah, semua orang juga ngakunya begitu. Temenlah, saudaralah, keluarga. Semuanya dilakukan demi bisa berfoto dengan mbak Ayu itu.” kata salah seorang bodyguard.

“Tapi itu beneran temen saya pak!!!”

“Sudah sudah, lebih baik kamu pergi. Atau kami pakai kekerasan.” kata bodyguard itu.

 

Dengan berat hati Wiro pun terpaksa meninggalkan tempat itu dan tidak jadi menemui Ayu.

Iapun akhirnya kembali kerumah, membiarkan tubuhnya yang masih berbalut pakaian formal itu terbaring disofa sambil menyalakan tv berharap ia akan melihat Ayu disana.

Iklan itu muncul tepat saat Wiro meninggalkan sofa karena ada yang mengetuk pintu rumahnya.

Iapun tak bisa melihatnya lagi.

Wiro membuka pintu itu, nampak disana ada seorang wanita yang berdiri membelakangi pintu.

Wanita itu berpenampilan necis dan serba kekinian. Sementara, Wiro merasa tak mempunyai teman yang seperti itu.

 

“Iya, siapa ya?” tanya Wiro.

 

Wanita itupun berbalik seraya tersenyum kepada Wiro,

 

“Halo, Wiro…” sapa wanita itu.

“Ulfa!” kata Wiro.

 

Ulfa pun tersenyum kembali. Wiro terkejut melihat penampilan Ulfa yang ini, selama ini ia hanya melihatnya memakai seragam berwarna cokelat atau batik saja. Tak ia sangka bila ternyata Ulfa bisa secantik ini.

 

“Lhoh, kok udah rapi? Mau pergi ya?” tanya Ulfa.

“Gak kok, ini tadi saya lupa kalau hari ini adalah hari minggu dan saya malah berangkat ke sekolah.” jawab Wiro sambil nyengir.

 

Ulfa tak mengindahkan, ia hanya tertawa kecil saja.

 

“Ya sudah, masuk yuk!” ajak Wiro.

 

Mereka pun akhirnya masuk ke dalam. Dan tanpa mereka sadari ada seseorang didalam mobil mengamati mereka dari kejauhan, ia telah mengikuti Ulfa sejak sedari tadi.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

4 tanggapan untuk “Impian Semu Wiro 2 Part 2

  1. Hahaha…gawat Wiro ampe segitunya, msuk skolah d hri Minggu..mumet jg tu pikirannya kayaknya.

    Hbat, si Ayu dah jd artis terkenal.

    Jngn2 si Ulfa bkal jd kisah baru buat Wiro ni. Ulfa guru Bhs. Indonesia kan? Wah, bkal seru konfliknya…bkal ada gosip atau fitnah ni kyaknya…

    Ah, sy trllu kepo…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s