Diposkan pada Best Friend, Cerita Pendek, Cerpen, Cinta, Dongeng, Family, Keluarga, Love, Novel, Sahabat, Tak Berkategori, Teman

Impian Semu Wiro 2 Part 8

Di bawalah Wiro ke rumah Ayu dan terkejutlah ia ketika melihat Ayu terbaring di tempat tidur. Meski begitu, dengan segala rasa sakit itu Ayu masih dapat tersenyum.

“Gue tinggal dulu,” ucap Dimas seraya menepuk pundak Wiro.

Wiro berjalan menuju ranjang tempat Ayu terbaring lemah saat ini, terlihatlah wajah pucat Ayu yang tersungging senyuman menyambut kedatangan Wiro.

“Kenapa gak bilang kalau kamu sakit?” tanya Wiro seraya duduk di kursi di sebelah ranjang Ayu.
“Aku gak mau bikin kamu khawatir. Sebagai guru, pasti sudah terlalu banyak yang kamu pikirkan.” jawab Ayu.

Wiro menggenggam kedua tangan Ayu yang dingin itu, kemudian ia menghembuskan nafasnya. Berharap itu bisa mengusir dingin yang singgah.

“Saya tahu ini bukan waktu yang tepat, tapi sungguh ada sesuatu yang harus saya katakan sekarang juga.” ucap Wiro.
“Apa itu?” tanya Ayu penasaran.
“Saya suka sama kamu,” ucap Wiro.

Ayu termangu mendengar kata yang baru saja di katakan oleh Wiro.

“Tuhan, jika aku sedang bermimpi, mohon jangan pernah tuk bangunkan aku dari tidur panjangku ini.” kata Ayu dalam hati.
“Aku juga, sangat menyukai kamu, Wir.” kata Ayu.

Wiro pun memeluk erat tubuh Ayu, sementara itu Dimas terlihat tengah menyaksikan peristiwa mengharukan itu dari balik pintu yang terbuka sedikit sambil sesekali menyeka air mata yang jatuh.

“Wir, kita pulang yuk! Aku kangen pengen jalan-jalan di taman kota Marunting Batu Aji. Kamu bisa kan, cuti beberapa hari.” kata Ayu.
“Bisa, bisa kok.” kata Wiro sambil tersenyum.

Di tempat lain…

Ulfa dan Eric tengah menikmati pemandangan matahari terbenam di pinggiran pantai. Ulfa kini bukan berpura-pura lagi mencintai Eric, melainkan benar-benar cinta.
Cinta itu memang ajaib, ia bisa merubah segalanya. Termasuk hati yang membatu sekalipun akan luluh pasti pada akhirnya.

“Aku senang, karena aku bisa melewati waktu yang indah ini bersama kamu.” ucap Eric.
“Aku juga,” ucap Ulfa seraya tersenyum ke arah Eric.
“Kita harus berterima kasih pada Wiro untuk semua ini. Ngomong-ngomong, sejak kita jadian kita jarang sekali ya, ketemu lagi sama Wiro.”
“Iya, lagian Wiro nya juga sibuk kayaknya.” kata Ulfa seraya memalingkan pandangan.
“Sibuk jalan sama Ayu,” tambah Ulfa dalam hati.

Ulfa kemudian bersandar di bahu Eric, Eric pun menoleh ke arah Ulfa.
Ia biarkan saat indah itu berlalu, sampai akhirnya Eric mengatakan suatu hal yang tak kalah pentingnya sama seperti saat ia menyatakan cintanya pada Ulfa.

“Aku punya hadiah buat kamu,” ucap Eric.
“Hadiah? Apa tuh?” tanya Ulfa.

Eric mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna pink dari saku kemejanya lalu memberikannya pada Ulfa.

“Apa ini?” tanya Ulfa.
“Kamu buka aja,” jawab Eric.

Di bukalah kotak itu, nampaklah sebuah cincin berwarna putih lengkap dengan permata biru di tengahnya.
Mulut Ulfa melongo, ia hanya terdiam.

“Maukah kamu menjadi istriku?” tanya Eric.

Ulfa mengangguk beberapa kali, pertanda bahwasanya ia setuju dan siap menjadi permaisuri Eric.

Mereka pun berpelukan di saat mentari telah benar-benar hilang di ujung cakrawala, di saat burung-burung senja bernyanyi merdu dan di saat gemuruh ombak riuh terdengar.

Malam harinya…

Sebuah pesan serentak masuk ke email semua teman-teman Wiro. Email tersebut memberitahukan bahwa Wiro mengundang semuanya untuk hadir dalam sebuah acara yang akan di gelar di kota Marunting Batu Aji beberapa hari yang akan datang.
Banyak yang bersedia hadir, dari mulai Eric, Ulfa, Ana dan Ani. Bahkan teman sma Wiro dan Ayu yakni; Miki, Beni, Dini dan Hardi.
Wiro pun merasa sangat senang karena banyak yang akan datang, ia pun berharap Ayu akan senang pula. Ia juga berharap semoga kepulangan dirinya dan Ayu bisa mengobati kerinduan Ayu pada kampung halamannya dan bisa membuat kondisi Ayu jadi membaik.
Malam itu pula setelah pulang dari rumah Ayu, Wiro mempelajari lagi tarian manang yang pernah ia kuasai dulu. Meski kini asing, akan tetapi ia masih menghafal setiap gerakannya. Hal itu ia lakukan berulang kali setiap harinya, sampai ia pun benar-benar mengusai dan memastikan bahwasanya tidak ada gerakan yang salah

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Impian Semu Wiro 2 Part 8

  1. Yeay, Wiro nembak Ayu…jdian…
    Ulfa dan Erik jg dah pd jdian…bkal kmna arah impian Wiro yg semu itu, akankah ia ketemu dg si “L”?
    Ah, mas Aris, ad2 aj dirimu menggiring fiksinya…:))
    Wah, ke P.Bun, kota Marunting Batu Aji?
    Tari Manang? (Ini yg sy gagal pham :))………)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s