Diposkan pada Cerpen

Rama Sang Penjaga

Kupu-kupu itu duduk di ranting pohon yang tinggi tengah bertugas sembari menyaksikan teman-temannya berterbangan hilir mudik memasuki sarang mereka.
Sungguh bahagia sekali rasanya bila ia bisa seperti mereka yang dapat terbang kesana-kemari sesuka hati. Ia adalah kupu-kupu termalang lantaran tak bisa terbang.
Namanya Rama, ia adalah kupu-kupu penjaga. Awalnya penjaga di sarang ini selalu berganti setiap harinya. Namun semenjak Rama kehilangan sayap, ialah yang diangkat menjadi penjaga tetap.
Karena kupu-kupu tanpa sayap itu tak berguna, mungkin itu alasan mereka mengangkat Rama menjadi penjaga tetap. Agar ia bisa sedikit saja berguna.
Menyaksikan hilir mudik itu, menjaga dari ketinggian, itulah hal-hal yang setiap hari Rama lakukan.

Rama masih ingat saat-saat itu, saat di mana ia kehilangan kedua sayapnya.
Waktu itu Rama dan beberapa temannya berjalan-jalan keluar dengan cara menyelinap hingga tak diketahui oleh para penjaga gerbang juga yang lainnya.
Mereka berterbangan di kebun teh yang sejuk, duduk santai di hamparan bunga sembari menghisap madunya, serta melihat makhkuk terkejam di dunia bernama manusia.

“Rama, kau pasti takut mendekati manusia.” kata seorang teman.
Rama pun menoleh, “Hey, Miko. Siapa bilang aku takut?” tanya Rama.
“Kamu pasti takut melakukan hal yang seperti ini,” kata Miko.

Miko pun kemudian terbang menghampiri manusia dewasa lalu hinggap di hidungnya. Manusia itu terkesiap, kemudian menangkap Miko dan menerbangkannya.

“Bagaimana, apa kau berani?” tanya Miko.

Rama menelan ludah,

“Dia pasti tidak berani,” sahut kupu yang lainnya.
Mendengar kata itu Rama merasa dirinya tertantang, “Aku berani, kok.” kata Rama.

Rama mengepakkan sayapnya beberapa kali sebelum ia terbang menuju ke manusia itu. Ketika tengah berada di depan wajah manusia itu, ia ragu dan hanya melayang di sana.
Manusia itu terkesiap dan secara spontan menyerang Rama sampai rama teremas oleh tangan manusia.

“Astaga, Rama!” teriak Miko hampir berbarengan dengam kupu-kupu yang lainnya.

Setelahnya manusia itu membuang Rama begitu saja, semantara Miko dan yang lainnya menghampiri Rama.

“Rama, apa kau tidak apa-apa?” tanya Miko.
Rama memegangi kepalanya, “Aduh, pusing.” kata Rama.
“Astaga, Rama. Sayapmu…” kata kupu yang lain.

Rama melihat pada sayapnya, ia dapati sayapnya telah rusak dan tak cantik lagi.

“Tidak!!!” teriak Rama.

Rama pun mulai meneteskan air matanya menyadari kenyataan bahwa sayapnya telah rusak.

“Ini semua karena kalian!” bentak Rama pada teman-temannya.
Mereka hanya dapat menundukan kepala mereka, “Maafkan kami,” ucap salah satu kupu-kupu.
Lalu Miko menghampiri Rama, “Ini semua salahku, maafkan aku.” kata Rama dengan air muka penuh penyesalan.
“Maaf, kamu bilang. Sayapku sudah rusak dan aku sudah tak bisa terbang lagi. Apa maaf kamu bisa meperbaikinya?” bentak Rama sekali lagi.

Rama pun kembali ke sarang dengan cara berjalan, beberapa kali Miko dan teman-temannya menawari untuk membawa Rama terbang agar cepat sampai namun Rama selalu menolaknya.
Akhirnya mereka semua berjalan di belakang Rama.

Setelah kejadian itu Rama tak pernah keluar rumah kecuali untuk bertugas, ia juga menjadi pendiam. Beberapa kali Miko dan teman-temannya meminta maaf pada Rama namun tak pernah dimaafkan.

Sampai pada suatu hari…

“Aku rela kamu patahkan sayapku asal kau mau memaafkanku, aku rela melakukan apapun.” kata Miko.

Rama terdiam, perasaan hatinya bercampur aduk. Dan sejak saat itu Miko tak pernah datang menemui Rama lagi karena ia harus pergi ke beberapa sarang kupu-kupu yang lainnya untuk melakukan riset. Miko adalah seekor kupu-kupu peneliti.

Saat mengingat kejadian itulah Rama merasa ada yang memanggil dirinya, suara Miko. Tapi itu tidak mungkin, Miko saja tak ada di sarang ini.

“Rama!” suara itu kembali terdengar.

Rama menoleh kesegala penjuru arah namun tak ia dapati sosok yang memanggilnya tersebut, sampai ia melihat Miko ada di depan matanya.

“Aku di sini,” kata Miko.
“Miko!”
“Apa kabar?” tanya Miko sembari duduk di samping Rama.
“Yah, beginilah.” jawab Rama.
Miko terdiam beberapa saat sebelum akhirnya ia mulai memberanikan diri untuk berbicara, “Aku tahu kau sudah sering mendengar kata ini, tapi aku tetap ingin mengatakannya.” kata Miko.
“Aku…” belum sempat Miko mengatakan apa yang hendak dikatakan dan Rama malah memotongnya.
“Aku minta maaf,” ucap Rama.

Miko seketika menoleh,

“Aku berlebihan karena tidak memaafkanmu selama ini, padahal aku juga kehilangan sayapku karena diriku sendiri. Bisa saja kan, waktu itu aku menolak.” kata Rama sembari tersenyum.

Miko pun memeluk Rama, “Terima kasih,” ucap Miko.
Sesaat kemudian Miko melepas pelukan itu, “Apakah kau mau terbang lagi? Aku sangat ingin sekali membawamu terbang,” kata Miko.
Rama mengangguk, “Ya, aku rindu sekali rasanya terbang.” kata Rama sembari menyeka air mata yang seketika jatuh.
“Naiklah ke punggungku!” perintah Miko.

Rama pun mengikuti perintah Miko, lalu mereka pun terbang mengelilingi sarang mereka dengan air muka yang bahagia.

Selesai.

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “Rama Sang Penjaga

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s