Diposkan pada Cerpen

#9 “Uling”

PhotoGrid_1535887108329

Traveling adalah sebuah kegitan yang mereka bertiga sukai. Adi, Dani dan Rizal memanglah seorang traveler. Mereka sering menghabiskan uang hanya untuk berlibur ke suatu tempat yang indah, kadang bahkan bolos kerja demi hal itu. Padahal bisa saja mereka dipecat lantaran terlalu sering bolos.

 

Tempat yang kali ini mereka kunjungi adalah sebuah hutan pinus yang terkenal akan keindahannya dan letaknya berada di Jawa Tengah. Di dalam hutan itu juga ada sebuah sendang yang indah namun terlarang untuk didekati, apalagi dibuat mandi.

 

Dari Jakarta menuju Jawa Tengah, mereka menaiki sebuah kereta. Biar lebih irit, pikir mereka.

 

“Ingat sama larangan-larangan yang ada di sana, jangan bandel,” kata Adi.

“Apa’an sih, Di? Loe percaya sama mitos itu?” tanya Rizal.

“Ya, nggak juga sih. Tapi apa salahnya menuruti larangan/mitos tersebut? Lagian hutan pinus itu juga sudah memberikan kita keindahan nantinya.” kata Adi.

“Sepertinya gak bisa deh, kalau kita gak menceburkan diri ke sendang itu. Lihat nih…” kata Dani seraya menunjuk ke layar gadgetnya.

Mata Rizal seketika membelalak, “Gila, indah banget.” kata Rizal takjub.

“Indah sih, tapi…”

“Tapi loe takut,” tukas Rizal.

“Gak!” teriak Adi.

“Udah, udah, apaan sih kalian ini? Kaya bocah aja,” kata Dani yang mencoba melerai.

 

Setelah sampai di stasiun, mereka melanjutkan dengan menaiki bis kota. Kemudian manaiki sebuah angkot dan setelah itu menyewa tukang ojek untuk mengantar mereka menuju ke hutan pinus itu menyusuri jalan setapak yang berbatu.

 

❇❇❇

 

Siang itu cuaca tengah terik, Adi, Dani dan Rizal tetap merasa gerah meski telah berada di antara hutan pinus yang rimbun.

Maka dari itu mereka memutuskan untuk mencari sendang itu, sedang Adi dengan terpaksa mengikuti Dani dan Rizal lantaran tak ingin disebut penakut.

 

Akhirnya, setelah beberapa saat lamanya mencari, sendang itupun mereka temui. Mereka takjub bukan main, bagi mereka, ini adalah sendang terindah yang pernah mereka lihat sepanjang mereka menjelelajahi tempat-tempat indah di Indonesia.

 

“Berenang yuk!” ajak Dani.

“Ayo, siapa takut.” kata Rizal.

“Yang takut Adi tuh,” kata Dani seraya menunjuk ke arah Adi yang nampak menjauhi sendang tersebut.

“Memangnya kalian tidak melihat papan peringatan itu ya?” tanya Adi sembari menunjuk ke arah papan yang terpatri di pohon.

“Lihat sih, tapi sekali lagi gue tegaskan, itu cuma mitos.” kata Rizal seraya melepaskan kaos yang dikenakannya.

 

Sementara Dani tertawa karena hal itu, ia pun melepaskan kaos sebelum akhirnya menceburkan diri ke sendang itu. Tak lama setelah itu, Rizal juga ikut membenamkan tubuhnya ke dalam kolam dengan air berwarna biru muda itu.

 

“Loe yakin gak mau ikutan?” tanya Dani.

Adi menggelengkan kepala, “Udahlah, Dan. Adi itu memang penakut, lebih baik kita nikmati saja semua ini.” kata Rizal seraya membentangkan tangannya.

“Ehm, gue jalan-jalan dulu ya… Kalian have fun yah,” kata Adi berpamitan.

 

Mereka tak mengindahkan, dan malah terus berenang kesana kemari mengitari sendang yang indah itu.

 

Adi berjalan menyusuri jalan setapak di hutan pinus itu, ia juga mengambil beberapa gambar sebagai kenang-kenangan.

 

Hingga ia dikejutkan oleh kedatangan seorang kakek dengan pakaian lusuh yang tiba-tiba saja ada di belakangnya, “Hei anak muda!” panggil kakek itu.

Adi terkesiap hingga terlonjak, ia pun menoleh, “Iya, kakek siapa ya?” tanya Adi.

“Dua temanmu itu apa tidak bisa membaca, sudah ada papan peringatan kok masih saja berenang di sendang. Nanti kalau penunggunya marah baru tahu rasa mereka.” bukannya menjawab pertanyaan Adi, kekek tua tersebut malah berceloteh.

“Mengko nek dipangan Uling yo MODAR!” ¹ tambahnya.

“Sebenarnya saya sudah memperingatkan, tapi mereka memang bandel,” kata Adi.

 

Kakek itu menggeleng-gelengkan kepala tanda heran, sebelum berlenggang pergi begitu saja.

Sementara itu, Adi melanjutkan langkahnya menyusuri semua keindahan yang ada di hutan pinus ini.

 

“Tolong!” suara teriakan orang yang tak asing lagi terdengar di telinga Adi.

“Dani,” kata Adi.

“Dani, Rizal,” kata Adi seraya berlari ke arah sendang.

 

Tergopoh-gopoh ia menuju ke sendang itu, yang ada dalam pikirannya ialah bagaimana ia bisa segera sampai di sumber suara.

Betapa terkejutnya ia ketika melihat pusaran air yang sangat besar tengah berputar di sendang itu. Sendang yang semula warnanya biru muda, kini menjadi coklat kehitaman. Dan entah kemana perginya Dani dan Rizal, entah terbawa oleh pusaran itu atau kemana.

Dalam kepanikan itu Adi juga ketakutan, tubuhnya bergetar, ingin berteriak meminta bantuan atau memanggil nama kedua temannya namun lidahnya kelu. Keringatnya pun ikut berperan dengan terus bercucuran.

 

“Apa aku bilang,” kata seseorang yang langsung mengagetkan Adi.

Rupanya orang tersebut ialah kakek yang tadi Adi temui, “Yo wis, orane biso selamet wong loro kue,” ² tambah kakek itu.

“Kek, tolong selamatkan teman saya.” kata Adi memohon.

Kakek itu menoleh, “Sudah terlambat, temenmu gak bakalan bisa selamet,” kata kakek tersebut dengan logat Jawa yang kental.

“Tapi kalau kamu mau minta jasad kedua temanmu itu, saya akan bantu,” tambah sang kakek.

“Lakukan saja,” kata Adi yang sudah tak tahu lagi harus berkata apa.

 

Kakek itu pun berjalan mendekati sendang, ia kemudian duduk bersila di sebuah batu dan mulutnya komat-kamit seperti tengah merapalkan sesuatu.

Sejurus kemudian, pusaran itu berhenti. Lalu munculah tubuh Dani dan Rizal yang kini sudah pucat.

 

Tungkai Adi lemas melihat jasad kedua temannya, ia pun jatuh lantaran tak kuasa lagi menahan berat tubuhnya. Air matanya juga menetes, dan ia kini menyesal karena telah membiarkan temannya mandi di sendang.

 

Selesai

 

¹ Nanti kalau dimakan Uling ya MATI!

² Ya sudah, tidak akan bisa selamat kedua orang tersebut,

 

❔ Uling : adalah pusaran yang sangat besar dengan kekuatan yang besar pula. Biasanya dikaitkan dengan hal mistis dan dikatakan bahwa suka memakan korban jiwa.

 

 

Iklan

Penulis:

Simple&Friendly

2 tanggapan untuk “#9 “Uling”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s