Diposkan pada Cerbung

Petualangan Lima Elemen : Prolog

Zaqy berjalan ke arah cahaya, semakin dekat ia dengan cahaya itu, semakin banyak pula cahaya yang dapat dilihatnya; putih, kuning, merah, biru dan hitam.

“Angin, petir, api, air, tanah…” suara itu terus terngiang di kepalanya.
Zaqy menoleh, “Siapa di sana?” tanyanya, suaranya menggema sampai terucap berkali-kali.

Zaqy berlari, menyibak gelap yang menyelimuti dirinya, ia melesat menuju cahaya putih.

Zaqy terpegan melihat orang di depannya, “Waktumu telah tiba,” ucapnya.
Sepersatu air mata mengaliri wajah Zaqy, “Ayah!!!” teriaknya, ia berlari dan mendekap ayahnya.
“Mulai sekarang, kamu harus terbiasa dengan kesulitan dan kekuatan,” ucap sang ayah.
Zaqy melepas pelukannya, “Kekuatan?” tanyanya dengan dahi berkerut.
Sang ayah mengangguk, “Di sana,” ucapnya seraya menunjuk suatu tempat di mana lima cahaya saling berkeliking.

Zaqy berjalan ke arah lima cahaya itu, ia kemudian meraih kelima cahaya lalu menggenggamnya erat.

“Kamu hanya boleh menggunakan satu, ingat!” kata sang ayah, sosoknya mulai pudar.
Zaqy berlari menuju ayahnya, “Tidak! Ayah, jangan pergi!” teriaknya.

Tetapi sang ayah terus memudar, hanya senyum ayahnyalah yang Zaqy ingat sebelum cahaya putih menyilaukan kedua mata.

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s