Diposkan pada Puisi

Menanti

mengawang

dari bumi kami

jauh, tinggalah di masa terlewat

saban malam

penuh kecemasan

andai esok tak pernah terbangun

tiap-tiap kabar

memberitakan berapa banyak yang gugur

dari seberapa sedikit yang kembali

segalanya nyaris tersekat

mengepul rindu

di liang urban

demi ibu di dukuh dan larik doa

serumpun bangunkan aku

halimun, aku rindu jua

pernah hilangkan aku

sebelum seluruh cahaya

kini, kematian sama sekali tak asing.

2020

#EmpisEmpisTemanggung

#Empisher

#SatuPekanSatuTulisan

#TemaKabut

#Kabut

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s