Diposkan pada Puisi

Diary Terkungkung


di ujung penantian
harapku rekah
yang segera gugur
dan, tetiba, berseru ia;
(tetap di rumah!
garong bawang dan jahe
juga jambu merah)

aku hidup, di indekos ini
tapi membusuk
sudah lama tak jejakkan kaki
Jakarta yang ramai
(kota ini lelap
serupa hari yang fitrah,
seluruh hidup dirumahkan)

2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s