Diposkan pada Puisi

Dari Surau

Dari Surau

kau terlelah
tidur jadi pahala
setiap hela nafas dan
rerintik peluh
pun, jejak kaki
menuju aku

membuka ayatullah
bersua ia, yang tinggal lembaran
selama ini
perkumpulan orang
walau disekat namun
mendatang

lampion-lampion pelangi
di kiri-kanan
jalan begitu ramai
tanpa kehidupan
hanya gema
ujung cakrawala

dari pengeras suara;

laknatullah!
alaihi salam!
ya rasulullah!

2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s