Diposkan pada Puisi

Pesan Ayah Kepada Aku


bekerjalah! sebab hanya pekerja

diajak bicara

tak kenal waktu. kata

ayahku dulu

tintanya berpusing
ia seorang penyair

memintal kata

biar jadi muskil

tak terbaca manusia tak usaha lebih

hanya menilai yang terlihat
ia lelaki, ia

pun bekerja

buat nikahan esok hari

punya anak, punya cucu

dan mati. hidup tak bermimpi, musti tanggal.
mengencani aksara

menjauhkan ia pada tiap-tiap kawan

tak susah—tak pernah ia menoleh belakang

kata serupa merkurokrom

perlahan retak hati pun pulih
2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s