Diposkan pada Puisi

Rikala Terbaca Surat-surat yang Sama


nickname di gagang pintu
tertulis namamu
melahirkan saban getar hati

surat-surat di bawah bantal aku
seluruhnya sama
namun, tak pernah terbaca

kau bakal kembali
kukalungkan lagi
usah sampai aku lebur sampulnya

kekasihmu yang terbang perbatasan
menginjak ranjau tua
kekasihmu yang malang

pusara penuh seragam
penuh hikmat dan tembak awang
di turunkan engkau, dipisahkan dari aku

hidup kini seperti mimpi tak terencana
biarpun hilang nyawa aku, serupa engkau
namun bukan satu-satunya bentuk kematian

telah habis air mata aku
—telah mengering
muara sesal

bahwa harusnya kudekap engkau
tak kulepas lagi
rikala di dekap kebesaran itu

kata puitis pada deret aksara yang payah
aku amini jua
kepergian dirimu kekasih.

2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s