Diposkan pada Puisi

Puisi Untuk Engkau yang Tak Pulang Ke Desa


lelahmu lelah kami jua

yang terus di dalam rumah

yang terus ingatkan biar kami pakai masker

tak pulang ke rumah

sekejab mata, lelap di ubin rumah sakit

—di jalanan bernama
yang memacari indekos

sama sekali

padahal telah mengepul

sajian di dapur ibu

tapi tak pulang ke desa tak

ingin biarkan ayah-ibu tertular, siapa tahu?
ibu pertiwi patah hati

tentu ia berduka

tiap seorang keluar rumah

tiap pasien jatuhkan diri ke dasar gedung

tiap polisi, militer, dokter, perawat, relawan,

menjelang gigilnya tanpa selapis tipis sekatkan mala
pertiwiku juga pertiwimu

ingin kulihat kibar dwiwarna bulan depan

hari kemerdekaan yang entah

barangkali ia terbit di hati masing-masing

terkenang, serupa kepergian pejuang

hujan esok hari, sapulenyapkan epidemi.
2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s