Diposkan pada Puisi

Sepasang Malam Dan Doa Kepada yang Sasar


semilir angin
tak berhujan
sebatang kayu ambruk
selarik kawan masih
di dalam arena
terus dan terus
berperang

sekotak syair
dari alunan bergamelan
masih aku pandangi
dari mataku yang berkaca
tubuh yang dinikahi sang lelah
pernah lelapkan aku
hingga gema terindah

menuju kepada-Nya, mari!
usah kau terus naik gunung

2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s