Diposkan pada Puisi

BUDAYA

saat bunyi kendang dinaikan
banyak lelap terjaga
sekatsekat berdiri
langit penuh suara
bumi yang dipijaki
getargetar memukul hati
wajah penuh bedak
ramainya sepi

depan rumahku
jalan pintas
tempat buang hajat
aromaaroma menyeruak
kopiah putih memerah
berkacak pinggang
ini bukan budaya kita
bebunyian semakin nyaring

Temanggung, 21-07-2019

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s