Diposkan pada Puisi

PAGI

membunuh sepi
menjelangi pagi
menjadi manusia
seutuhnya
pohon rindang tanpa
pancaran sinar
lalu lalang
teringatkan kenangan

degub kota belum
sempat terdengar
sepersatu turun ke jalan
menghabiskan masa terbebas
yang lainnya terkekang
sekatsekat tak tersingkap
ketamakan
tuntutan kerja

Temanggung, 21-07-2019

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

4 tanggapan untuk “PAGI

  1. ini hanya masukan, ini kan bentuknya puisi. enak lagi kalo misal pemenggalannya dikata yang tepat. jadi tidak sembarangan dipenggal karena hal tersebut berpengsaruh ke yang baca.

    Suka

  2. Menambahkan komentar di atas ndaaaan, kalau perlu malah jangan di enter, kasih tanda koma aja, kalau semisal memang ada penjedaan 😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s