Diposkan pada Puisi

Melihat Hati

Sumber : Pixabay.com

saat subuh mengetuk gigil tungkai
aku basahi diri dengan sisa wafa
kepada Tuhan, saat aku ingin kembali
beku di masa itu—seperti abadi
meski ruang-ruang ditinggal pembual kecil

sesaat sebelum bapak kembali,
memangku aku dalam naung teduh ayatullah
acapkali hanya menyisakan kita
dan perjuangan merapal ini kini rasuki gundahku
segelintir fragmen membasuh jiwa

aku ingin kembali ke remang lengang-Nya,
di saat yang hidup meniduri mimpi
meski sepi, tak aku temu susah
dalam hati—dalam diri. hanya ketika
mentari rekah, dapatkah kau lihat hatiku?

Temanggung, 2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s