Diposkan pada Puisi

Seusai Remang Sang Malam

Sumber : Pixabay.com

kecil, kau di dadaku ini anteng
menjadi penenang gundah bara di dalam hati
rikala sayap-sayap itu lahir di pundakmu
berjalan sendiri, asing kepada seluruh sua

menunggu langit secerah madah
bulan batal rekah semalam
dan kau memagari diri—memagari hati
sama sekali, enggan menerawang betapa merdu rupaku

mengapa aku harus mengangkangi malam?
malam ini, seluruh kata bertumpuk di ulu benak
tujuan pulang yang membutakan, aku sinari sebagian jiwa ini
agar pulang kau lekas luput kenang

Temanggung, 2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s