Diposkan pada Puisi

Belantara Hati

Sumber : Pixabay

buat : Irfan Khoirudin

mari jelajahi


belantara hatimu sendiri


‘kan kau temukan kematian


saat langit-langit remang


tak setitik pun cahaya

mari mencari


masih, aku pun menanti terik asa


serumpun rintik


membasahi wajah,


lebih azmat sekedar air mata

gundukan tanah ini, membayang


bernisan—bertulis namamu


merapal doa tiada habisnya


penyesalan mulai mengetuk punggung


makin ruah hujan sore hari

Temanggung, 2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s