Diposkan pada Puisi

Mati Lampu 2

Sumber : Pixabay

ketika beranda rumah Allah penuh sesak, gulita mengangkangi malam dan selapis hujan. mengulang yang telah lampau. ibu, serupa ibu bagi jagat ini, mengata apa jua bahkan juang di malam beku, barangkali.

Temanggung, 2020

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

2 tanggapan untuk “Mati Lampu 2

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s