Diposkan pada Non Fiksi

Selamat Datang, Kawan!

Foto ikan guppy saya sesaat setelah saya mengganti airnya yang keruh. Oh, iya. Mengganti airnya cukup satu minggu sekali. Saya sendiri menggantinya tiap hari Jumat.

“People come and people go”, begitulah kata D.O dalam lagu EXO yang berjudul Love Shot (ujung-ujungnya Kpop juga wkwk)

Menyikapi orang-orang yang menamai diri mereka sebagai; kawan, sahabat, dan apalah itu, yang hanya datang ketika membutuhkan, saya merekrut ikan-ikan guppy ini sebagai sahabat sejati saya. Even mereka hanyalah seekor ikan. Kalau dipikir lagi, siapapun memang hanya datang ketika membutuhkan. Mereka juga bukan hanya kawan, namun, semuanya.
Awalnya saya membeli dua ekor ikan pada seorang kawan yang tengah menggeluti bidang peternakan ikan sejenis ikan guppy ini. Meski ujung-ujungnya saya mendapat bonus seekor lagi dan jadilah saya punya tiga ekor ikan.
Ia, kawan saya ini, terbilang berhasil. Bayangkan saja, ada jenis-jenis tertentu yang berharga mahal. Saat saya dengan tidak sengaja menunjuk ikan guppy yang didominasi warna biru, kawan saya mengisyaratkan bahwa saya tidak seharusnya menunjuk ikan itu.

Kemudian, saya bertanya;

“Memang harganya berapa?”
“Lima puluh ribu untuk satu ekor.” jawabnya.

Leher saya seperti tercekat. Bagaimana mungkin ikan sekecil itu berharga sebegitu mahalnya? Sedangkan, teman saya ini memiliki berpuluh-puluh ikan berwarna biru tersebut. Belum lagi di kolam lainnya, ada guppy berwarna merah, oranye, hitam dan lainnya.

Untuk merawat ikan guppy ini juga mudah. Saya hanya perlu memberi mereka makan dua kali sehari. Pagi dan sore. Makannya pun hanya sedikit. Menurut kawan saya, saya hanya perlu memberinya 6 butir pelet saja. Yang berarti tiap ikan hanya memakan 2 butir setiap waktu makan. (irit bukan?)
Ikan guppy tidak memerlukan aerator, semacam alat yang dapat memfilter air sehingga air dalam aquarium dapat terus bersih. Namun, jika kalian punya uang untuk beli aerator, even jika itu mini sekalipun. Belilah. Harnyanya juga dibawah lima puluh ribu, saya jamin. Murah banget, kan?

Dalam postingan guppy kali ini ikan guppynya ada tujuh. Bukan karena yang sebelumnya telah berbuah, melainkan saya membeli lagi dari kawan saya. Dan seperti pembelian sebelumnya, kali ini pun saya dapat bonus seekor ikan guppy. Jadi toples tempat ikan guppy ini sekarang lumayan ramai.

Akhirnya, semoga ikan guppy saya ini bisa terus hidup. Oh, iya. Saya juga berencana untuk membeli aquarium jika mereka bisa bertahan bersama saya minimal satu bulan.

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s