Diposkan pada Curhatan

Ikan Guppy Saya Melahirkan!

Dokumen pribadi. Gambar sendiri pakai IBis Paint X.

Sebenarnya saya tidak menantikannya, terlebih lagi saya belum tahu sama sekali bagaimana cara penanganannya ketika ikan-ikan mungil itu lahir ke dunia yang fana ini. Tapi, karena seorang teman memberikan bonus ikan yang sedang bunting ketika saya membeli dua ekor jantan, jadilah saya harap-harap cemas.

Dan, hari itu pun tiba. Di aquarium, (jadi akhirnya saya memutuskan untuk dan sudah beli aquarium lengkap dengan aerator dan aksesoris hias) seekor ikan mungil berenang tak tentu arah. Awalnya saya pikir itu kotoran ikan guppy dewasa, tapi setelah diterawang lebih dalam lagi, ternyata ia bisa berenang walau belum sempurna. Saya pun inisiatif memindahkan ia ke wadah lain. (jadi, akhirnya toples yang semula rumah ikan guppy dewasa itu kembali harus saya pakai walau sudah saya cuci bersih)

Setelah lahir seekor anak, saya pun menantikan kelahiran-kelahiran berikut. Apalagi perut si ibu masih bulat besar.

Saya menanti…

Malam itu juga saya tidak bisa tidur, takut jika induk guppy bakal melahirkan kembali. Saya bermain game online, menonton drakor, anime dan streaming Youtube bahkan menulis puisi. Malam itu saya melakukan apapun. Saya benar-benar tidak ingin tidur. Begadang malam itu memang membuahkan hasil, meski hanya seekor lagi yang memacari dunia.

Penantian ini terus berlanjut. Anehnya, jarang sekali si induk melahirkan di siang hari atau ketika hari sedang cerah. Dia selalu melahirkan saat malam dan belum pernah sama sekali saya memergokinya.

Singkat cerita, induk guppy melahirkan enam ekor bayi guppy. Sebenarnya ada tujuh, tapi yang satu itu segera mati karena seekor jantan yang bertubuh besar melahapnya ketika ia tengah asyik bersantai di batu-batu kristal di dasar aquarium. Parahnya lagi, peristiwa itu terjadi di depan mata saya dan membuat sakit hati. Bagaimana tidak, saya baru saja melihat bayi guppy berenang dan baru saja akan memindahkannya ketika guppy dewasa itu melahapnya. Perasaan saya bercampur aduk kala itu, perasaan yang tak bisa dijelaskan. Antara sedih dan marah, tapi saya juga senang karena ikan guppy saya melahirkan enam ekor ikan. Ralat, tujuh.

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s