Diposkan pada Puisi

Bulan di Langit dan Hati yang Selalu Tabah

Dia menggantung bulan di langit tapi akhir-akhir ini tidak pernah membangunkan aku dari subuh dan ditinggalkan motor kaki patah itu, padahal tubuhku tak lelah dua hari ini. Ada hati ibu yang selalu tabah dan tetap mesem walau masak pagi-paginya terkesan percuma. Almanak mendadak merah dan beberapa lelaki datang ke dalam benak. Jadi, Tuan, untuk apa lenganku ditusuk dan tubuh yang lelah ini memacari urban? Saban maklumat selalu menuliskan nama kawan aku dengan mangsi merah dan tak pernah tertulis lagi kemudian. Tapi aku ini sudah cukup bahagia dengan bisa merapalkan, اصل سنةالقبليهة ظهر لقضء, dan Tuan pikir aku akan senantiasa datang laiknya para budak. Namaku bahkan tak pernah ditulisnya.

Maguwo, 23 September 2021

Penulis:

Lahir dan tinggal di Temanggung, Jawa Tengah. Buku puisi pertama saya, "Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas" - Tidar Media 2020. Menyukai anime dan idol selain game online, menyanyi, menggambar anime dan tidur siang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s