Diposkan pada Tak Berkategori

Resign

Bersama Wanda dan Aira

Awalnya saya pikir membuat keputusan ini akan sangat sulit, nyatanya tidak seperti yang saya bayangkan. Bahkan terkesan tanpa mikir sama sekali.
Dimulai dari teman kerja yang bolos kerja hanya karena malas di saat saya mengendarai motor pelan-pelan agar datang terlambat dan kemudian terlambat, kami sepakat untuk mengundurkan diri. Teman saya itu resign hari Selasa, sementara saya dengan kedua teman saya hari Rabunya.
Padahal waktu itu kami telah menunggu dua bulan lebih agar bisa bekerja, setelah hari-hari yang sulit itu kami justru dihadapkan lagi dengan hari yang makin sulit di mana makin banyak tekanan, ketidakcocokan bahkan kami merasa akan jadi gila jika terus berada di sana. Karenanya kami mengundurkan diri.
Di tempat kerja, orang yang sudah kami anggap seperti ayah kami sendiri, Pak Otong, terlihat sedih. Mungkin karena kami datang bersamaan. Tapi selain beliau dan kawan-kawan kami yang tersisa juga kenangan-kenangan di dalamnya, sudah tidak ada lagi yang dapat diharapkan dari tempat itu. Bahan pun tidak kunjung datang, pertanda bahwa akan berlangsungnya libur lagi yang bahkan lebih panjang lagi.

Iklan

Penulis:

Memiliki nama asli Aris Setiyanto, lahir 12 Juni 1996. Buku puisinya, Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas(2020) dan Ketika Angin Berembus(2021). Karyanya termuat di; Koran Purworejo, Koran BMR FOX, Harian Sinar Indonesia Baru, Radar Pekalongan, Harian Bhirawa, Bangka Pos, Radar Madiun, Harian Nusa Bali, Harian Waspada dll

2 tanggapan untuk “Resign

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s