Diposkan pada Tak Berkategori

Kepingin Berhenti Menulis Puisi Tapi…

Bulan lalu kamu dapat email. Katanya, puisi kamu dimuat di majalah online. Bulan ini puisi kamu juga dimuat di majalah online yang lain. Kamu kepingin berhenti menulis puisi, tapi kamu tidak bisa. Puisi itu pelarian sekaligus memusingkan. Puisi itu keindahan sekaligus ketidakindahan. Puisi itu apa sebenarnya? Banyak yang mengatakan puisi itu kebebasan. Jika memang puisi itu kebebasan, kenapa kamu harus sering-sering masuk koran hanya buat sebuah pujian yang bahkan kadang tak tulus? Mengapa kamu harus dapat uang dari puisi, baru kamu dianggap hebat? Kalau pengen uang, ya, kamu mending kerja saja, ngapain nulis puisi. Sumpah, kamu pasti rindu kan, nulis tanpa mengharapkan apapun tidak juga pujian. Kembali saja ke masa itu, apa susahnya? Penyair-penyair tua itu biar mewariskan jiwa penyairnya pada anak-cucunya saja. Toh, kamu juga tak pernah dirangkul oleh mereka.

Iklan

Penulis:

Memiliki nama asli Aris Setiyanto, lahir 12 Juni 1996. Buku puisinya, Lelaki yang Bernyanyi Ketika Pesawat Melintas(2020) dan Ketika Angin Berembus(2021). Karyanya termuat di; Koran Purworejo, Koran BMR FOX, Harian Sinar Indonesia Baru, Radar Pekalongan, Harian Bhirawa, Bangka Pos, Radar Madiun, Harian Nusa Bali, Harian Waspada dll

2 tanggapan untuk “Kepingin Berhenti Menulis Puisi Tapi…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s