Posted in Cerpen, Novel

Mie Instan Rasa Cinta

Karena lapar,malam itu Tegar terbangun. Ia memutuskan untuk mencari makan di depan kos. Biasanya di depan kos banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya. Tapi,entah mengapa malam ini berbeda,tak ada satupun pedagang kaki lima yang berjualan di depan kos. Ia melihat pada jam di dinding,disana waktu menunjukan pukul 01:30 dini hari.
“Hmmm,pantas saja.” ucap Tegar lirih.
Kali ini ia bangun lebih lama dari biasanya,dan tidak kebagian jatah diskon abang-abang penjual makanan. Biasanya saat hampir tutup,abang-abang tersebut akan memberikan diskon berupa makan kerupuk sepuasnya atau minum teh gratis.

Dia kemudian berjalan masuk ke kamarnya mengambil dua bungkus mie instan rasa soto kesukaannya lalu berjalan melalui lorong koridor kos dan menuju dapur. Disana ia menghidupkan lampu,dan dia terkejut ketika melihat sosok perempuan yang mengenakan pakaian serba putih seperti hantu.
“Aaaaaaaaaaa!!!” teriaknya.
Tangannya lemas,dua bungkus mie instan yang dia pegangpun sampai terlepas dari genggaman tangannya.
“Hantu!!!” teriaknya lagi.
Sosok itupun membalikan badannya.
“Eh,aku bukan hantu lho.” kata perempuan itu.
Perempuan itu mendekati Tegar,lalu mengambil dua bungkus mie instan yang berjatuhan lalu memberikannya pada Tegar.

Dia kemudian mengajukan tangannya seraya berkata…
“Namaku Lia. Aku anak baru di kosan ini,salam kenal.” kata Lia dengan tersenyum.

“Namaku Tegar. Salam kenal juga.” kata Tegar sembari menyambut tangan Lia dengan sedikit tersenyum.
Setidaknya sekitar 30 detik lamanya mereka berjabat tangan dan tak kunjung lepas. Tegar terpesona pada pandangan pertama melihat Lia. Rupanya yang dia lihat bukanlah hantu,melainkan bidadari yang turun ke dapur kos-kosan.
“Eh,maaf.” ucap Tegar sambil melepas jabatan tangannya.

“Hehe… gak apa-apa kok,mas Tegar.” kata Lia.

“Kamu lapar ya?” tanya Tegar.

“Iya mas,hehe… tapi gak tau mau makan apa,tadi juga gak sempat beli mie instan. Maklumlah,baru aja jadi anak kosan,jadi belum tau beradaptasi.” jawab Lia.
Tegar menatap dua bungkus mie instan itu,iapun mulai berfikir. Biasanya dia akan menyantap dua hingga tiga bungkus mie itu sendirian,sekaligus. Meskipun tubuhnya kurus,akan tetapi dia orang yang rakus.

Setelah suasana hening sejenak ketika Tegar tengah mempertimbangkan,akhirnya ia memutuskan untuk membaginya dengan Lia. Kali ini.
“Ya udah,makan mie ini aja bareng aku.” kata Tegar.

“Tapi kan… itu punya mas.” kata Lia.

“Akh… tidak apa-apa kok.” kata Tegar dengan tersenyum palsu.

Tegar memasak mie tersebut,sementara Lia duduk di meja makan.

“Nah… mienya sudah jadi,silahkan.” ucap Tegar.

“Terima kasih.” kata Lia.
Merekapun menyantap mie yang masih mengepul itu. Sesekali Lia melirik ke Tegar,dan tanpa sadar Tegarpun melakukan hal yang sama.
Keesokan harinya…
Lia berkunjung ke rumah ibu kos untuk membayar uang bulanan pertamanya. Mereka banyak berbincang-bincang,termasuk tentang sifat-sifat penghuni kos.

 

“Dan… yang namanya Tegar itu,meski badannya kurus,tapi dia sangatlah rakus. Dia bisa menghabiskan tiga bungkus mie instan sekaligus.” ucap bu kos.
Ahirnya Lia tahu bahwa Tegar sebenarnya adalah orang yang rakus. Ia jadi terharu karena Tegar rela membagi makanan padanya.

Dan ketika sepulang dari rumah ibu kos,Lia menyempatkan diri mampir ke kamar Tegar dengan membawa semangkuk mie instan rasa soto favourit Tegar. Lia mengetuk pintu Tegar dan Tegarpun membukanya. Terlihat wajah lesu Tegar dengan mata yang setengah menutup. Karena kelaparan,malam tadi Tegar tak bisa tertidur lelap. Imbasnya,sampai sesiang ini ia baru bangun. Mata tegar langsung terbuka lebar saat melihat semangkuk mie instan mengepul yang di bawa Lia.
“Sampai segitunya,pasti dia tidak bisa tidur tadi malam sampai bangun aja sesiang ini.” ucap Lia dalam hati.

“Ini buat mas Tegar.” kata Lia sambil menyodorkan semangkuk mie instan tersebut.

“Makasih.” Tegar menerimanya dengan senang hati.
Tegar langsung menyantapnya.
“Itu mie instan rasa cinta mas.” kata Lia sambil tersipu malu.
Tegar justru kaget dan tersedak mendengar kata Lia.
“Aduh,maaf mas. Ini minum dulu.” kata Lia sambil memberikan segelas air putih yang ia ambil di ranselnya. Tegar segera meminumnya.
Lalu…
“Maksud kamu apa?” tanya Tegar.

“Aku sudah dengar tentang mas Tegar dari ibu kos tadi. Dan ternyata mas Tegar ini orangnya rakus ya? Aku jadi terharu sebab mas Tegar mau membagikan makanan pada ku,padahal mas Tegar sendiri juga butuh. Baru kali ini aku menemukan orang seperti kamu mas,yang mengesampingkan diri sendiri dan rela berkorban demi orang lain. Dan sepertinya aku suka sama kamu. Maaf kalau lancang,aku hanya mengungkapkan perasaanku saja.” kata Lia.
Tegar sempat bengong sesaat dibuatnya.
“Akh Lia ini… mana bisa aku melihat bidadari tersiksa kelaparan. Aku juga sebenarnya baru kali ini menemukan perempuan yang mau duduk dan makan bersamaku. Semua orang terutama perempuan akan jijik bila didekatku karena aku yang jorok dan buruk rupa ini. Dan sebenarnya aku juga suka sama kamu. Pada pandangan pertama,aku langsung jatuh cinta.” kata Tegar.

“Meski begitu,aku mau kok mas terima kekurangan kamu.” kata Lia.

“Jadi… kita jadian nih?” tanya Tegar.

“Iya.” jawab Lia tersenyum.
Sejak hari itu mereka jadian. Banyak teman Tegar yang iri karena Tegar mempunyai pacar yang cantik.
Selesai.
*Cerita ini terispirasi dari kebiasaan saya yang selalu bangun sekitar  jam 12 malam karena lapar hehe😂😂😂

Advertisements