Jika kamu jualan online, minimal kamu harus fast respon.

Beberapa hal ini (yang) juga bisa kamu lakukan;

1. Memastikan Ketersediaan Barang

   Saat kamu dan pembeli sudah menyetujui barang yang akan dipakai untuk transaksi, segeralah menyediakan barang—apalagi jika barang itu merupakan barang yang akan segera dipakai oleh pembeli. Kalau pembeli harus menunggu seminggu lamanya, untuk apa dia beli di tempat kamu? Dia pasti kecewa, dan di hari yang lain akan lebih memilih pergi ke toko karena lebih cepat dalam melayani dan ketersediaan barang yang ada pun lebih menjanjikan.

2. Waktu COD

   Cash On Delivery, atau bayar di tempat sering digunakan oleh kamu dan penjual barang online pada umumnya. Selain menghemat hal-hal lain seperti ongkos kirim juga sangat praktis. Kamu bisa pergi ke satu daerah dan singgah di daerah lain yang tidak terlalu jauh untuk melakukan cod. Tapi, jangan sembarang juga. Misal kamu gak bisa cod di jam a, kamu harus segera bilang ke pembeli. Jangan buat pembeli menunggu, jangan buat pembeli kapok.

3. Meminta Maaf

   Jika pelayanan kamu memang lambat, meminta maaflah. Setidaknya permintaan maafmu akan menjadi bahan pertimbangan agar pembeli membeli lagi barang-barangmu.

Minimal Fast Respon

Benar-benar speechless saat diberi kabar bahwa puisi kamu akhirnya tayang di koran Kedaulatan Rakyat, salah satu koran yang pingin sekali kamu masuki.

Perjalanan ini adalah perjalanan yang gak mudah, apalagi selama ini kamu selalu berjalan sendirian. Orang lain puisinya dimuat di majalah, di koran bahkan memenangi perlombaan, mereka bakal dapatin hadiah  Minimal pujian ampe muntah saking banyaknya yang ngucapin. Untuk sampai ke titik ini pun kamu harus mencoba beberapa kali. Bahkan kamu sempat mau menyerah andai kata kali ini pun gagal. Kamu cukup kenal redaktur koran itu, kamu beberapa kirim puisi saat beliau menjadi kurator tamu di beberapa undangan menulis puisi untuk dibukukan. Puisi kamu ditolak, dibuang begitu saja. Sekarang, hah. Terbukti bahwa kerja keras mengalahkan segalanya.

Buat kalian yang sedang berusaha keras di sana, percayalah bahwa gak pernah ada yang sia-sia dengan usaha kalian walaupun belum mekar. Kalian bukannya gak bisa, kalian cuma harus memilih antara mau dan tidak. Jika kalian mau, maka kalian bisa.

Merasa Keren

Kelas ini berisi orang-orang yang beragam. Namun kebanyakan dari mereka memiliki citra negatif. Kini citra itu membawa petaka bagi kelompok belajar. Tepat saat PTA atau Penilaian Akhir Semester hari ketiga, sebuah putung rokok ditemukan pagi harinya oleh seorang siswa SD. Siswa itu melapor pada guru SD yang juga guru di kelompok belajar. Beliau langsung mengumpulkan siswa kelas sepuluh dan mengungkapkan kekecewaannya juga kekesalannya. Beliau berkata bahwa mungkin seluruh siswa kelompok belajar tidak diperbolehkan menggunakan SD lagi, dan yang bertanggung jawab mencarikan tempat baru (jika hal itu benar-benar terealisasi) adalah para siswa kelas sepuluh si trauble maker.

Kamu pun berangkat sekolah untuk mengerjakan tugas PTA sekaligus menghormati guru yang bela-belain datang demi ngurus anak didiknya yang pada  kurang ajar. Tapi di kelas justru berisi keributan. Kamu sampai gak bisa fokus dalam mengerjakan. Jika boleh, kamu ingin membawa soal-soal itu pulang dan mengerjakan di rumah dengan tenang. Hal itu berlangsung tiap hari selama PTA dan itu sangatlah buruk.

PTA

Belum lengkap rasanya sebagai pecinta drakor jika belum menonton drama yang satu ini. Kalau saya punya alasan sendiri kenapa harus menonton drama ini. Yang pertama, drama ini menjadi inspirasi Judika untuk menciptakan lagu berjudul ‘Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik-baik Saja’ dan hits. Kedua, karena saya suka salah satu ostnya yaitu ‘Sunset’ yang dinyanyikan oleh Davichi. Saya bahkan sering karaoke dengan lagu itu. Belakangan ini saya tahu bahwa tidak hanya Davichi, melainkan penyanyi besar lain seperti Kim Sejong, Kim Jae Hwan bahkan IU pun ikut andil dalam menyanyikan ost drama ini.

Crash Landing on You digadang-gadang bakalan jadi Descendent of The Sun yang lain/yang kedua. Nyatanya, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan selain sama-sama berkisah tentang ketentaraan dengan memiliki dua pasangan utama. Effort dari drama satu ini pun lebih kerasa karena sebagian besar pemerannya harus beraksen seperti orang Korea Utara. Di sini saya paling suka sama Jo Cheol Kang yang diperankan oleh Oh Man Seok. Gak tahu, kaya dia lebih menonjol aja gitu di mata saya. Bahkan dibandingkan dengan Hyun Bin selaku pemeran utama sekalipun.

***

Yoon Se Ri, pemilik perusahaan make up terkenal Seri’s Choice awalnya paralayang buat healing. Namun tiba-tiba badai muncul dan ia masuk ke dalam pusaran hebat itu. Saat bangun, Se Ri sudah sampai di Korea Utara dan ia baru sadar akan hal itu ketika melihat seorang tentara, Ri Jeong Hyeok, mengenakan seragam tentara dengan pin bendera Korea Utara.

Se Ri nyaris ditembak karena dikira mata-mata yang dikirim oleh Korea Selatan. Untungnya dia pelari yang andal, membuat tentara Utara kewalahan. Sempat jatuh, terguling-guling, pincang dan mengira telah sampai di Selatan karena menemukan perkampungan, tapi justru itulah akhir hidupnya yang glamor. Se Ri rupanya telah sampai di perkampungan khusus keluarga ketentaraan dan ia nyaris ditangkap jika Ri Jeong Hyeok/Kapten Ri tidak menyembunyikan Se Ri di dalam rumah dinasnya. Parahnya kakak kedua Se Ri yaitu Yoon Se Hyung yang tahu keberadaan dan keadaan Se Ri malah memanfaatkan ketidakberdayaan adiknya bahkan kemudian kematian Se Ri pun diumumkan.

Di Utara, Se Ri menjadi orang lain—jauh dari dirinya ketika di Selatan. Ia akan makan dan minum apapun yang diberikan oleh Kapten Ri dan empat bawahnya. Ia juga berpakaian sederhana layaknya perempuan Utara pada umumnya.

Beberapa percobaan memulangkan Se Ri selalu berbuah kegagalan. Bahkan Kapten Ri sampai tertembak di percobaan yang kedua. Dia kehilangan banyak darah karena luka tembak itu dan Se Ri mendonorkan darahnya yang kebetulan sejenis dan meninggalkan peluangnya untuk pulang ke negaranya. Kenapa lu gak pulang? Lu bego ya? Dengan lu di sini, lu bikin gua makin susah tauk. Se Ri nangis dikatain kek gitu sama Kapten Ri. Tapi dia juga gak punya pilihan. Lagipula, siapa juga yang betah berlama-lama di Utara. Jika ada, orang itu bukanlah Se Ri sama sekali.
Saat dokter dan suster yang merawat Kapten Ri menceritakan apa saja yang dilakukan Se Ri saat Kapten Ri belum sadar, Kapten Ri merasa bersalah dan mencari Se Ri. Mereka kemudian berciuman.

Percobaan ketiga, Se Ri berhasil pulang ke Selatan dengan menaiki kapal kecil menyusuri sungai. Di sini Kapten Ri sempat bohong dengan berkata dia gak terlalu ngerti jalan yang benar, padahal menurut bawahannya, Kapten Ri adalah orang yang paling bisa diandalkan jika menyangkut petunjuk dan jalan-jalan. Itu sih emang akal-akalan Kapten Ri karena pengen lebih lama lagi aja sama si Se Ri.

Jo Cheol Kang, tentara yang ambisius banget buat dapetin kekuasaan, dinyatakan bersalah atas kematian Ri Moo Hyuk, abangnya Kapten Ri. Itu jugalah yang bikin Kapten Ri jadi tentara walaupun dia pengen jadi seorang pianis. Sayangnya, Cheol Kang lolos dan lari ke Selatan buat ngebunuh Se Ri. Seniat itu, dia nyamar jadi satpam di perusahaan Se Ri. Dia akhirnya tewas terbunuh oleh polisi Selatan setelah beberapa saat sebelumnya baku tembak dengan Kapten Ri yang bikin Se Ri mendapatkan luka tembak karena melindungi Kapten Ri.

Tokoh termelas jatuh kepada Jung Man Bok, tentara yang kerjanya cuma ngintai pakai suara dan bekerja dibawah tanah sampe orang-orang nyebut dia tikus. Man Bok juga salah satu tim sukses beberapa kematian yang dilakukan oleh ketentaraan Utara, salah satunya kematian Moo Hyuk. Padahal sebelum terbunuh, Moo Hyuk datang ke rumah Man Bok buat ngasih kartu ucapan ulang tahun sekaligus kado buat Man Bok. Kado itu berisi dompet dan lembaran uang yang Man Bok kasih karena Moo Hyuk udah ngebantuin pengobatan anaknya Man Bok yang masih bayi dan lagi rewel karena sakit. Di situlah tangisan Man Bok pecah sepecah-pecahnya. Dalam drama ini, sepertinya dia yang paling menderita.

***

Drama ini sangat komplit, gak hanya tentang cinta-cintaan doang. Ada sisi perjuangan, mimpi bahkan penderitaan yang lancang. Meski saya sendiri lebih suka setting saat Se Ri masih di Utara. Fresh aja gitu lihatnya. Jarang-jarang suasana Utara bisa digambarkan sedemikian apiknya.

Judul : Crash Landing on You
Sutradara : Lee Jeong-hyo
Penulis : Park Ji-eun
Tayang : tvN
Episode : 16
Negara/Bahasa : Korea
Tahun : 2019-2020

Cast;

Hyun Bin as Ri Jeong Hyuk
Son Ye Jin as Yoon Se Ri
Seo Ji-hye as Seo Dan
Kim Jung Hyun as Goo Seung Jun
Oh Man Seok as Jo Cheol Kang
Ha Seok Jin as Ri Moo Hyuk
Kim Yeong-min as Jung Man Bok
Park Hyung Soo as Yoon Se Hyung
Etc.

Cameo : Kim Soo-hyun

Crash Landing on You

Warung makan di samping pabrik itu nampak sepi. Wajar, siang itu hujan dan para karyawan pabrik masih terikat jam kerja. Kamu memasuki warung itu dan awalnya hanya memesan es teh karena berpikir warung itu hanya menjual nasi rames. Di ruang belajar yang dijadikan ruang makan bagi pembeli, kamu menemukan; sambal, kecap dan irisan jeruk nipis. Kamu hafal betul perpaduan itu, kamu pun memesan soto. Kamu akan menuang sambal sebanyak-banyaknya untuk menangis pun bila tak mengingat perutmu dan drama pagi hari antri di kamar mandi. Kamu hanya ingin menumpahkannya saat itu juga. Lagi-lagi bertemu kegagalan.

Ada satu tempat di warung itu yang aestetik. Jendela di samping kamu. Kamu memotretnya tapi tidak mendapatkan gambar yang bagus. Kamu memang bukan profesional dalam hal itu.

Makan Soto di Samping Pabrik

Jadwal interview jam 13:30 dan kamu sudah datang 15 menit sebelumnya. Kurang yakin untuk masuk atau tetap di luar sampai ada yang memanggil, tapi kamu kemudian masuk. Langsung lah diberi kertas tes ketelitian. Terdapat 100 soal dan harus diseledaikan dalam waktu 5 menit saja.

Saat mengerjakan, seseorang datang. Kamu pingin menyapanya tapi kamu gak punya waktu sama sekali. Penguji akhirnya keluar, ia bilang waktu kamu sudah habis. Untunglah kamu sudah mengerjakan 99 soal. Kamu cukup yakin setidaknya kamu akan dapat nilai benar di atas 50. Giliran penguji menguji seseorang di samping kamu, sementara kertas lembar jawab kamu dibawa entah kemana. Sampai saat itu kamu masih gak bisa menyapanya.

Waktu orang itu juga sudah habis. Penguji mengambil lembar jawabnya. Dia bilang pada kamu bahwa dia hanya mampu menyelesaikan 70an soal. Kamu mencoba menyapa orang itu tapi dia bersifat tertutup. Kamu dan dia benar-benar sangat tidak cocok. Kalian berdua adalah jenis manusia yang sama.

Setelah menunggu beberapa saat, penguji keluar dan memberikan cv berikut berkas yang kalian kirimkan satu bulan yang lalu. Di pojok tengah atas berkas tersebut juga dicantumkan nilai hasil tes ketelitian tadi. Gak nyangka sama sekali, tapi kamu mendapatkan nilai 91 dari 99 soal.

Kamu diarahkan menuju sebuah ruangan. Menunggu lagi dan tidak banyak mengobrol dengan orang di sampingmu itu. Kamu dipanggil terakhir. Wanita itu hanya menanyakan di mana kamu pernah bekerja dan kenapa kamu keluar dari tempat kerja itu. Ya, kamu jawab seadanya saja. Rata-rata karena sakit. Kamu juga ditanya apakah merokok atau tidak. Kamu tidak merokok dan wanita itu mendukung keputusan kamu. Entah kenapa kamu merasa terbantu. Selama ini kamu dibilang bukan cowok tulen karena tidak merokok dan tidak minum kopi. Bahkan dokter sendiri bilang kamu gak boleh merokok sama minum kopi jika ingin penyakitmu sembuh. Sebenarnya kamu tidak melakukan keduanya, kini kamu malah dibikin haram melakukan keduanya. Dan wanita itu membuat kamu terharu. Untuk pertama kalinya ada orang yang mendukung keputusan kamu.

Selesai interview, kamu diarahkan untuk ke pabrik, melakukan interview yang lain dan mendapatkan jam kerja (jika nantinya memutuskan untuk bekerja). Kamu naik ke lantai dua. Kamu ditanyai banyak hal, dan penanya cukup angkuh dan sok kekinian dengan dikit-dikit pakai bahasa Inggris. Kamu disuruh menghitung gaji kamu di tempat lain. Sebenarnya kamu bisa melakukannya, hanya saja kamu butuh istirahat. Ditambah lagi saat itu kamu terganggu kebisingan pabrik dan kamu juga grogi. Situasi saat itu sangat tidak menguntungkan bagi kamu. Dari sinilah ketidaknyamanan itu lahir. Kamu mulai merasa tidak sreg. Apalagi sejak penanya itu mikir kamu bodoh. Ibaratnya gini lho, pernah gak sih kalian nungguin bus di halte. Saat bus itu datang, eh, tiba-tiba aja dong kamu gak pengen naik. Pernah mengalami hal kaya gitu kan pasti? Even jika itu cuma sekali. Itulah yang kamu alami, itulah yang kamu rasakan. Kamu mulai kehilangan alasan kenapa kamu ada di tempat itu. Kamu bukan lagi orang yang lagi cari kerjaan. Kamu gak butuh lagi kerajaan-kerajaan itu. Kamu hilang arah.

Ternyata

Umur mereka masih belasan, tapi sudah pandai menggunjing orang. Apalagi yang sudah pada berumur, kan. D duduk di antara petakziah, sesekali memakan makanan yang ada di meja. Mobil kami lewat di samping tenda dan menemukan D. Lihatlah, D cuma angkat keranda dan sekarang sudah duduk sambil makan-makan. kata A. Dia memang seperti itu. timpal J.
Come on, guys. Apa salahnya? Datang disalahkan, tidak datang apalagi. Ibaratnya kita menjadi seorang serdadu hanya untuk menggunjing yang lain bahwa mereka tidak bisa menjadi serdadu seperti kita. Siklus hidup seperti itulah yang ada di sekeliling kita. Sesungguhnya, kita berada di lingkungan paling toxic yang pernah ada.

Ada yang sepengalaman?
Rasanya pengen minggat, bukan?

Hidup di Lingkungan Toxic

Shin Ha Ri(Kim Sejong) disuruh menyamar menjadi Jin Young Seo(Seol In Ah), yang merupakan sahabat Ha Ri. Ha Ri dapat bayaran yang cukup dari Young Seo untuk menebus biaya perawatan tetangganya yang dia celakai. Young Seo ini gak mau pergi dan kencan buta dengan bos muda, Kang Tae Moo(Ahn Yeo Seop), apalagi itu ditentukan oleh ayahnya. Ia dan ayahnya tidak terlalu akrab, dan pada suatu ketika memutuskan untuk pergi dari rumah dan tinggal di apartemen yang secara tidak disangka-sangka menjadi tetangga dari Cha Sung Hoon(Lee Min Kyu), orang yang ditaksirnya pada pandangan pertama. Sung Hoon sendiri adalah sekertaris Tae Moo. Saat selesai kerja, mereka bahkan sudah seperti saudara. Di satu episode, Tae Moo yang seorang bos besar bahkan terlihat bersih-bersih rumah Sung Hoon saat Sung Hoon sendiri malah nongkrong santai di sofa.

Lee Min Woo seorang chef di sebuah restoran, juga sahabat dari Ha Ri. Ha Ri bahkan sudah naksir Min Woo selama tujuh tahun terakhir ini. Sayangnya, Min Woo bego, dia gak peka dan lebih milih putus nyambung sama Hwang Bo Ra. Min Woo akhirnya tahu perasaan Ha Ri terhadapnya, tapi Ha Ri udah kadung mulai suka sama Tae Moo meski saat itu status mereka adalah pacaran pura-pura. Tae Moo menjadi benar-benar suka pada orang yang telah menipunya itu.

Hubungan Young Seo dan Sung Hoon tidak direstui oleh ayahnya Young Seo. Apalagi Sung Hoon cuma seorang sekretaris sedangkan Young Seo pewaris perusahaan seperti Tae Moo. Sung Hoon juga tidak jelas asal-usulnya. Dia hanya memiliki seorang ibu dan ibunya adalah ibu bagi anak-anak panti yang lain juga. Meski begitu, keras kepalanya Young Seo akan cinta tidak dapat terpatahkan oleh hal apapun. Dia bahkan udah ngomong gak mau jadi anak ayahnya lagi karena si ayah ini gak pernah bisa ngertiin dia sama sekali.

Bussines Proposal

Emang paling bener kalau resep puisi itu; tulis, kirim dan lupakan. Nyatanya, puisi-puisi berikut ini terbit setelah kamu lupakan. Untungnya kamu belum mengirimkannya ke media lain. Ya, coba hitung saja jarak antara 31 Juli sampai 04 Desember itu berapa bulan? Berapa hari? Paham sih ada antrian dan tetek bengek segala macam. Tapi mbok ya jangan selama itu juga.

Penantian Bodoh