Posted in Cerpen, Cinta, Dongeng, Love, Tak Berkategori

Cinta Yang Terlambat

✳✳✳Bandung 2004✳✳✳

Ayu tetap nekad mengikuti andra meski tak sedikitpun andra menghiraukannya. Andra tetap berpegang teguh pada keputusannya untuk meninggalkan ayu beserta kota kelahirannya ini untuk pergi ke kota lain. Andra menjadi sangat marah ketika melihat ayu sedang duduk berduaan dengan ryan mantan pacarnya.

Malam itu andra mendapat sebuah sms dari ayu

“ndra,bisa ketemuan sekarang gak di tempat biasa. Aku mau tunjukin sesuatu ke kamu. Please datang! Kali ini aja.” kata ayu di smsnya.
“Ya” jawab andra.

Belakangan ini hubungan mereka terbilang tidak baik,mereka sering bertengkar hebat. Bahkan mereka tidak terlihat sama sekali seperti sepasang kekasih.
Ia-pun lalu berangkat menuju tempat biasa mereka berdua. Yaitu di sebuah taman dekat sebuah danau.

“Mungkin,inilah saatnya untuk memperbaiki hubungan ini. Mungkin ini saatnya untuk minta maaf sama ayu” kata andi dalam hati.

Dengan scooter miliknya andra melaju menuju taman itu dan tidak butuh waktu lama ia-pun sampai.

Di taman

“Yan,makasih ya kamu udah mau dengerin curhat aku” kata ayu.
“Iya yu,pokoknya kalau kamu ada masalah kamu bisa kok cerita sama aku. Yah walaupun kita bukan pacar lagi tapi kita tetap sahabat seperti dulu.” kata ryan.
“Makasih” kata ayu.

Ayu bersandar pada bahu ryan,sekedar untuk melepaskan beban nya sejenak.
Namun,di belakang mereka sudah ada andra. Ia berdiri kaku,matanya berkaca kaca,bahkan bunga yang di gengamannya tanpa sadar terjatuh.

“Bagus,jadi ini yang mau kamu tunjukin,kamu mau nunjukin kalau kamu balikan lagi sama mantan kamu!!!” kata andra sangat marah.
“Ini gak seperti yang kamu lihat ndra” kata ayu mencoba menjelaskan.
“Iya ndra,lagian kita cuma ngobrol biasa aja kok” tambah ryan.
“Diam kalian! Gue gak percaya lagi sama kata kata kalian” andra semakin marah.
“Ndra…” ayu memegang tangan andra.

Namun andra melemparnya dan pergi meninggalkan mereka.

“Ndra…dengerin penjelasan aku dulu. Ndra…Andra…..” ayu berteriak kencang.

Dengan perasaan kecewa dan hati yang sudah hancur berkeping keping andra meninggalkan tempat itu. Tempat yang dulu menjadi tempat favouritnya kini menjadi tempat yang paling ia benci.
Sejak peristiwa malam itu andra tidak pernah terlihat lagi di sekolahnya,ia seperti menghilang di telan bumi. Ayu semakin sedih,belakangan ini ia sering menyendiri dan melamun.
Ryan yang melihat ayu sedang melamun lalu menghampiri ayu. Ryan duduk di dekat ayu.

“Yu,aku minta maaf ya. Semua ini salahku,coba aja malam itu aku gak lihat kamu di taman. Pasti kejadian nya gak bakal kaya gini. Andra gak bakalan salah faham seperti ini. Maaf ya yu” kata ryan.

“Gak yan,ini bukan salah kamu.” ayu mencoba tersenyum walau ia tenggah menangis.

“Ayu adalah wanita yang hebat,ia tetap bisa tersenyum meski ia sedang dalam keadaan teramat sedih sekalipun” kata ryan dalam hati.

Di sela sela pembicaraan itu tiba tiba ada seorang menghampiri mereka. Ia adalah ratna salah satu teman sekelas mereka.

“Yu,kamu udah denger kabar tentang andra?” tanya ratna berkata dengan sangat hati hati.

Ayu pun kaget lalu mengusap air matanya dan melihat ke arah ratna.

“Emang andra kenapa na?” tanya ayu.
“Kata anak anak kelas sebelah hari ini andra dan keluarganya akan pindah ke luar kota” kata ratna.
“Apa!!!” ayu kaget. Dan air matanya kembali mengalir. Bahkan lebih deras dari sebelumnya.

Sontak saat itu juga ayu bergegas pergi dan meninggalkan ryan dan ratna. Ia bermaksud untuk pergi ke rumah andra. Melihat hal itu mereka segera mengejar ayu dan untunglah masih terkejar.

“Yu,biar aku anterin” kata ryan.
“Iya yu biar ryan sama aku anterin kamu ya” kata ratna.

Ayu hanya mengangguk.

Mereka pun melaju dari sekolahan mereka ke rumah andra menggunakan mobil ryan. Dalam perjalanan ayu tampak gelisah,tak pernah sekalipun air matanya berhenti mengalir.

“Cepetan pak!!!” kata ayu menyuruh sopir ryan agar lebih cepat.
“Sabar yu” kata ratna.
“Gimana kalau andra udah pergi na” air matanya mengalir semakin deras”

Ratna memeluk tubuh ayu berharap itu bisa sedikit menenangkannya.
Beberapa menit kemudian,mereka sampai dirumah andra. Namun,sepertinya rumah itu kosong. Mereka memanggil manggil nama “andra” namun tak pernah ada jawaban. Tak ada satu orangpun yang keluar.
Salah satu tetangga yang melihat hal itu lalu mendekati mereka. Kemudian,ia berkata…

“cari siapa ya?”
“Cari andra pak.” jawab ryan.
“Oh andra,ia dan keluarganya baru saja berangkat ke stasiun.” kata tetangga itu.
“Apa!!! Jadi sudah berangkat ya?” kata ayu sambil menangis tersedu sedu.

Tiba-tiba ayu jatuh,ia pingsan. Ratna dan ryan membawa mereka ke mobil ryan. Lalu mereka bergegas menuju ke stasiun.
Di perjalanan ayu sempat tersadar dan memanggil nama “andra” lalu kembali menangis.

Beberapa menit kemudian…

Mereka telah sampai di stasiun. Kini mereka bertiga berpencar untuk mencari andra dan keluarganya.
Dari ketiga orang tersebut hanya ayu yang berhasil menemukan andra.

“Andra…!!!” ayu berteriak memanggil nama andra.
Andrapun menoleh. Ayu berlari ke arah andra,dan kini mereka saling berhadapan.
Lagi lagi ayu menangis.
“Ndra…tolong!!! Dengerin dulu penjelasan aku” kata ayu.
“Penjelasan apa yu? Hubungan kita udah hancur,mulai sekarang aku bukan siapa siapa kamu lagi. Mulai sekarang anggap saja kita tidak pernah kenal,anggap kita tidak pernah bertemu!” kata andra.

Andra pun lalu melanjutan perjalanannya menuju pintu kereta.

Dan ayu tetap mengikuti andra meski andra memghiraukannya.

“Ndra…andra” ayu memanggil andra.
“Andra…dengerin penjelasan aku”
“Ndra…aku mohon!!!”
“Andra…”

Ayu jatuh pingsan,ryan dan ratna yang melihatnya lalu segera membawanya ke mobil untuk segera mereka bawa ke rumah sakit.

“Ndra…andra…” ayu merintih lemas.
“Kamu tenang dulu yu! Kamu belum pulih.” kata ratna.
“Andra dimana na?” tanya ayu.
“Andra udah pergi yu” jawab ratna.
“Gak…gak…gak…..!!! Andra gak boleh pergi na,andra harus dengerin penjelasan aku dulu” kata ayu.

Ayupun kembali menangis,ratna hanya bisa memeluknya.

✳sementara itu,

Andra telah sampai di jogja…

Ternyata andra dan keluarganya pindah ke jogja. Andra akan kuliah di salah satu universitas ternama disini. Sementara ayahnya meneruskan bekerja di kantor cabang-nya yang ada disini.

✳beberapa tahun kemudian

Andra pulang ke bandung dan tinggal di rumah lamanya.
Mendengar kabar itu ryan dan dan ratna segera ke rumah andra.

“Tok…tok…tok…!!! Assalamu’alaikum?” terdengar suara ketukan pintu.

Dan andra yang sedang menonton tv pun keluar untuk melihat siapa yang datang itu.

“Hi ndra…!!!” sapa ryan.
“Ryan…” kata andra.
“Hi andra…” sapa ratna.
“Ratna…kalian,jadi…” kata andra benggong.

Ryan dan ratna tampak berpegangan tangan hingga membuat andra benggong.

“Iya ndra kita udah nikah” kata ryan.
“Kok gak kabar kabar sih?” tanya andra.
“Ya maaf,lagipula acaranya sederhana aja kok.” kata ryan.
“Ya udah,masuk dulu yuk!” kata andra.

Mereka pun masuk.
Dan mereka saling berbincang-bincang,yah… Selayaknya seorang sahabat yang sudah lama tidak bertemu.

Disela sela pembicaraan mereka…

“Ndra…!” kata ratna.
“Iya na” kata andra.
“Sebenarnya kami mau memberikan ini… Buku ini adalah buku hariannya ayu. ayu berpesan,ia menyuruhku agar memberikan buku ini jika suatu saat kamu kembali ke jakarta.” kata ratna sambil memberikan sebuah buku.

Andra menerima buku itu.

“Dan satu lagi ndra,ayu sudah meninggal.” kata ratna.
“Apa!!!” andra kaget.
“Maaf ya kami juga tak memberitahukan hal ini padamu,habisnya kami tak tahu kau ada dimana. Sedangkan semua kontakmu tidak bisa di hubungi.” kata ryan.

Seketika suasana menjadi hening,
Lalu percakapan itu berarkhir begitu saja.

“Ya sudah kami pulang dulu ya ndra” kata ryan.
“Ya,hati hati di jalan ya kalian.” kata andra.

Andra kemudian mengantar mereka sampai gerbang depan rumah.
Kemudian ia masuk lagi lalu membaca buku itu.
Satu persatu lembar demi lembar ia baca.
Itu hanya buku harian biasa,sampai pada akhirnya di tengah halaman.

“Juni 2004

Ya Tuhan,
Tolong tunjukan pada andra yang sebenarnya,jangan biarkan ia membenciku,jangan biarkan ia memutuskan cinta ini.
Andai ia tahu,
Aku dan ryan bukan-lah sepasang kekasih seperti yang ia kira.
Kami hanya sepasang sahabat yang tak akan pernah bisa di pisahkan oleh hal apapun juga.
Karena kita sudah bersahabat dari kecil.
Bahkan jauh…sebelum aku mengenal andra,orang yang paling aku cintai.
Tuhan,Jika saja andra tahu,aku sangat mencintainya. Sampai kapanpun tetap mencintainya.
Dan jika saja andra mau mendengar penjelasanlu,pasti semua ini tidak akan terjadi. Kami sudah berpisah.
Tuhan,lalu kenapa kau beri aku penyakit ini? Kenapa begitu cepat aku harus kembali padamu? Kenapa?
Tuhan,sebelum aku mati. biarkanlah aku untuk bertemu dengan andra walau sekali saja. Aku hanya ingin mengatakan kalau aku sangat mencintainya.”

Tanggal itu adalah tanggal saat andra meninggalkan kota bandung dulu. Saat ia dan ayu berpisah.

Andra meneteskan air mata,dan menyesali perbuatannya dulu.

Keesokan harinya,

Andra mengunjungi makam ayu,di antar oleh ryan dan ratna.

“Yu,maaf dulu aku niggalin kamu. Maaf kalau aku sudah salah faham,maaf kalau aku ini bodoh. Maaf!
Yu,aku hargai cinta sejati kamu. Dan sebenarnya aku juga sangat mencintai kamu. Tapi sayang,sepertinya cinta ini sudah terlambat ya? Mungkin kita akan bersatu lagi suatu hari nanti. Di alam yang tlah kamu singgahi kini.
Kini aku hanya bisa mendoakanmu agar kamu tenang disisinya. Amin.” kata andra sambil menangis.

“Yu,lihatlah kini sahabatmu sudah punya istri. Dan istrinya adalah aku sendiri.” kata ratna.

“Yu,sampai kapanpun kita tetap sahabat. Semoga kamu bahagia disana. Amin.” kata ryan yang sedari tadi matanya berkaca kaca.

Mereka lalu pergi meninggalkan pemakaman itu.

Selesai.

Posted in Cerpen, Dongeng, Tak Berkategori

A Friendship Of Billy & Josh : We Are Partner

Ia menaiki sebuah lift,lalu memencet angka 48. Kini lift itu mulai bergerak,tak butuh waktu lama karena lift itu melaju sangat kencang dan akhirnya ia-pun sampai.
Kali ini ia akan mencoba sebuah alat temuan-nya itu,sebuah baju yang dirancang khusus. Apabila kita merentangkan tangan kita maka akan muncul sebuah sayap. Ia membuat 2 baju sekaligus,dengan warna yang berbeda.
Dari lantai 48,ia kemudian menaiki sebuah tangga. Tangga itu menuju ke puncak dari bangunan ini. Biasanya tangga itu berpenjaga,namun karena saat ini adalah tenggah malam maka para penjaga itu tak akan ada. Dan siapapun bebas ke menara di ujung bangunan ini.
Kini sampai-lah ia di dekat menara itu,dari sana terlihat pemandangan lampu kota yang sangat indah.
Ia berjalan menuju ke tepian lalu merentangkan tanggannya dan sayap itu-pun muncul,ia kemudian melihat ke arah bawah. Namun tiba-tiba tubuhnya lemas tak berdaya,jantung-nya berdetak cepat,tubuh-nya pun bergetar dan keringat dingin itu-pun memgalir. ia-pun terjatuh dari ketinggian.

“Ayolah,jangan saat ini. Aku belum mau mati!” kata-nya dalam hati.

Ia-pun pingsan.

Beberapa jam kemudian…

“Dimana aku? Apakah ini surga? Foto itu,lalu yang itu,dan yang itu. Orang yang paling aku benci,ini kamar-nya billy. Berarti aku belum mati,syukurlah!!!” kata ia dengan kondisi setengah sadar.

Saat ia sadar ia melihat beberapa foto,foto itu adalah foto dimana kala itu billy mendapat beberapa penghargaan. Yang pertama,ia mendapat penghargaan ia di beri sebuah sertifikat oleh menteri pertanian langsung karena ia menciptakan sebuah alat khusus yang bisa membasmi tikus. Yang kedua,dari walikota langsung. Karena ia berhasil mencipakan alat untuk mengubah sampah menjadi sebuah gas yang bisa di gunakan untuk memasak dll. Dan yang ketiga,di beri penghargaan oleh presiden karena berhasil menciptakan alat pendeteksi kebohongan. Dengan begitu presiden akan memgetahui siapa-siapa saja yang jujur dan siapa saja yang bohong.

Hal itu begitu berkesan bagi billy,hingga ia mencetak foto itu masing masing 10r lalu memajang-nya didinding kamarnya.

                                ***

Josh namanya,sejak billy sahabatnya menemukan penemuan-penemuan hebat,ia-pun mencoba membuat alat-alat yang hebat.

Tak jarang penemuan-nya justru membuat-nya celaka,terakhir kali ia menciptakan sebuah sepatu terbang. Ia mencobanya di sebuah tanah lapang dekat sebuah jurang. Sepatu itu memang benar-benar terbang. Namun,Sepatu itu melaju sangat kencang sementara josh belum begitu ahli mengendalikan-nya,ia hampir saja akan masuk ke jurang. Untung-lah ia menabrak sebuah pohon di tepian jurang,sepatu ciptaan josh rusak namun ia tak terluka.

Kemudian baju terbang-nya ini yang membuatnya hampir saja benar-benar akan mati. Untung saja ada billy yang diam-diam memgikuti-nya dari belakang. Sebenarnya Billy-pun memakai baju terbang ciptaan-nya josh dan ia berhasil terbang karena ia tak takut pada ketinggian. Dan ketika menangkap josh yang melayang,ia menggunakan alat ciptaan-nya juga yaitu sepatu cakar elang. Sepatu itu dapat memgeluarkan cakar-cakar seperti layaknya burung.
Billy membawa josh yang sudah pingsan menuju ke rumahnya lalu meletakkannya di kamarnya.

Suara langkah kaki terdengar,seseorang tenggah menuju ke kamar dimana josh berada. Dan ternyata orang itu adalah billy.

“Kau? Bagaimana kau bisa…” kata josh.

Belum selesai josh bertanya billy langsung menimpalnya.

“Oh…itu,sebenarnya…”

Siang itu…

Sebenarnya siang itu billy berkunjung ke rumah josh,tapi kata ibu-nya josh tidak ada. Pintu kamar josh sedikit terbuka,billy meminta izin kepada ibu-nya josh agar di perbolehkan melihat isi kamar josh,dan ia pun mengizinkannya.
Billy masuk kamar josh ia melihat ke alat alat ciptaan josh. Lalu ia melihat laci yang sedikit terbuka,dan ia membukanya.
Disana nampak ada sebuah buku,buku itu adalah buku diary.
Billy membukan-nya,ia membuka lembar yang ada pita-nya. Dan itu sepertinya tulisan yang baru. Billy membacanya dan ia terkejut.

Di lembar kiri bertuliskan…

“Dear diary,
Woi billy mulai sekarang kita adalah lawan bukan teman.”

Di lembar kanan bertuliskan…

“Dear diary,
Aku benci dengan anak itu,sangat benci.
Billy namanya,ia selalu saja bisa menemukan alat alat yang hebat. Sementara aku,penemuanku masih payah.
Tapi aku tidak mau menyerah,malam ini aku akan mencoba alatku di gedung tertinggi di kota ini.
Akan ku tunjukan pada billy kalau aku juga bisa menciptakan alat alat yang hebat. Bahkan melebihi ciptaannya.”

Billy menutup buku itu lalu melihat pada sebuah baju,

“Apa ini baju terbangnya?” tanya billy.

Billy lalu membukanya dan,baju itu mengeluarkan sebuah sayap.
Billy membawa alat itu keluar lalu meminta izin kepada ibunya josh,dan ibunya josh mengizinkannya. Billy-pun kemudian pergi menuju ke gedung itu. Gedung dimana josh akan melakukan percobaan.

                                ***

Billy menepuk pundak josh dan berkata…

“Josh,ingat ya. Mulai sekarang kita bukan lawan kita tetap kawan,bahkan kita juga bisa menjadi partner.”

“Partner katamu?” tanya josh.

“Ia,kita bisa menciptakan alat bersama. Seperti baju terbang-mu dan sepatu cakar elangku ini. Kau juga penemu alat yang hebat kok. sebenarnya aku sangat suka pada sepatu terbangmu,tapi sayang kau tak memperbaikinya saat sepatu itu rusak. Dan maaf aku sudah membaca diary-mu,maaf ya kalau aku tanpa sengaja sudah merepotkanmu.” jawab billy.

“Tidak,aku yang salah. Maafkan aku billy.” kata josh.

Billy-pun tersenyum lalu memeluk josh.

“Ok,mulai sekarang kita adalah partner.” kata billy bersemangat.

“Ya,kita adalah partner.” tambah josh.

Sejak saat itu mereka sering membuat alat alat yang hebat,hingga mereka terkenal ke seluruh negeri sebagai penemu alat yang hebat. Bahkan tak hanya didalam negeri,alat mereka pun di kagumi di luar negeri.

Selesai.

Posted in Tak Berkategori

David Downie : Adventure In The Mouse Island Vol.1

Panti asuhan,2004

David adalah seorang anak berumur 15 tahun,dahulu ia adalah anak yang sangat ceria. Namun,kini keceriaan itu berubah menjadi tangis dan kesedihan. Hari harinya ia hiasi dengan melamun dan menangis,ia juga senang menyendiri. Di saat anak panti lainnya bermain,ia malah asyik melamun di kamarnya.

Jakarta,2002

Malam itu,
Malam yang bahagia dan di ubah menjadi kelam oleh para geng perampok,malam itu adalah ulang tahun david yang ke-12. Semua anggota keluarganya di bantai habis oleh para geng perampok itu. Kecuali david,salah satu anggota geng tidak tega melihat david yang sedang berulang tahun di bunuh. Jadi ia membiarkan david tetap hidup.
Malam yang bahagia itu seketika menjadi malam yang haru sekaligus menakutkan,bahkan pada kue ulang tahunnya terdapat noda darah akibat sabetan benda tajam perampok terhadap ibu-nya. Semuanya tergeletak tak berdaya di lantai dengan berlumuran darah.

Panti asuhan,2006

Kini david berumur 17 tahun,ia memutuskan untuk berkelana mencari guru yang bisa mengajarinya untuk bela diri. Lalu untuk kemudian ia gunakan semua itu untuk balas dendam.

David meninggalkan sepucuk surat di atas tempat tidurnya yang berisikan…

“Bu,maaf kalau selama ini david banyak salah. Maaf david selama ini ngerepotin dan terimakasih karena ibu sudah mau merawat david. Maaf david harus pergi”

David-pun pergi dari panti lalu berjalan menuju hutan terlarang untuk mencari seorang kakek yang sakti. Untuk nantinya david jadikan kakek itu gurunya.

Pertemuan david dengan pusshi…

Hutan terlarang,

David adalah seorang pecinta kucing,sementara pusshi adalah kucing david. Mereka bertemu saat david sedang dalam bahaya,saat david akan jatuh ke jurang. Lalu pusshi memberitahu pada pemiliknya agar pemiliknya itu mengikutinya. Lalu mereka menuju ke tempat david berada ke sebuah tepian jurang nan terjal. Disana david berada,ia berpegangan pada sebuah akar. Lalu pemilik pusshi mengulurkan tangannya pada david dan menariknya. Dan akhirnya davidpun selamat.

“Nak,kenapa kamu ke hutan terlarang ini? Hutan ini terlalu bahaya untuk anak seperti kamu.” kata orang yang barusan menolong david.
“Aku sedang mencari kakek sakti,apakah anda tahu dia?” kata david.
“Ya,ia sudah lama pergi dari hutan ini. Jadi lebih baik kamu cari di tempat lain,jangan di hutan ini. Bahaya.” kata orang itu.
“Baiklah” kata david.

Pusshi memghampiri david,
David mengeluarkan makanan dari tas-nya dan memberikannya pada pusshi sebagai hadiah. Pusshi sangat senang di beri makanan dan ia menghabiskan semua makanan itu. Pusshi kemudian mendekati david lalu mengelus-elus bulunya pada david. Pertanda bahwa ia suka pada david.

“Ayo-lah pusshi,kita harus pergi…pus pus pus” kata pemilik pusshi.

Namun pusshi tidak mendekati pemiliknya justru semakin lengket dengan david.

“Oh jadi begitu,nak tolong kamu rawat pusshi dengan baik ya!!!” kata pemilik pusshi.
“Baik” jawab david semangat.

Pemilik pusshi itu lalu pergi meninggalkan david dan pusshi.

“Jadi nama kamu pusshi ya,namaku david. Mulai sekarang kita adalah teman” kata david.
“Meaow!!!” pusshi seolah mengerti kata david.
“Kucing pintar!” kata david sambil mengelus kepala pusshi.

Jadi begitulah perkenalan mereka,kini mereka selalu bersama sama kapanpun dan dimanapun. Termasuk dalam petualangan kali ini. Mereka akan berlayar menuju ke kota namun justru tersesat ke sebuah pulau tikus.

Sore itu,
Di dermaga…

Semua penumpang menaiki kapal yang akan segera berangkat,termasuk david dan pusshi.
Kini kapal berangkat menuju ke kota.
David berjalan ke arah depan kapal hanya untuk sekedar melihat pemandangan di depan sana. Seseorang telah ada di sana dan davidpun menghampirinya. Ternyata itu adalah seorang kakek yang sedang menikmati makanannya.
David duduk disebelah kakek itu lalu memperkenalkan diri.

“Halo kek,namaku david.” kata david.
“Siapa yang kau panggil kakek itu?” tanya kakek.
“Ya,anda lah. Siapa lagi” jawab andi tersenyum.
“Kurang ajar,aku ini masih muda. Panggil aku paman!” kata kakek itu.
“Muda dari mana? Orang udah tua gitu,rambutnya juga udah putih semua.” kata david.
“Rambut ini,oh ini udah dari lahir.” kata kakek tersenyum.

“Ah sudahlah,sebaiknya aku panggil kakek ini paman saja dari pada perdebatan ini tak selesai selesai” kata david dalam hati.

“Baik-lah paman,jadi nama paman siapa?” tanya david.
“Namaku…”

Belum sempat kakek itu menjawab,ia kaget karena pusshi sedang menikmati ikan bakarnya yang menjadi makanan favouritnya.

“Haaaaa…kucing siapa ini?” tanya kakek.
Plakkk!!!” kakek itu memukul pusshi karena telah mencuri makanannya.

David yang melihatnya lalu menghampiri pusshi dan memeluknya…

“Itu kucingku,itu bukan hanya kucing. Tapi teman,bahkan keluarga bagiku. Jadi kalau ada yang menyakitinya aku tidak akan tinggal diam.” kata david dengan wajah serius.
“Kenapa kamu membela kucing pencuri itu?” tanya kakek.
“Sudah kubilang dia keluarga ku. Lagipula ia mencuri juga karena terpaksa. Aku tidak punya uang sudah tiga hari ini kami tidak makan,jadi wajar saja kalau ia mencuri makananmu. Lagipula ia hanya mengambilnya sedikit” jawab david.
“Hmmm,ya sudahlah. Maafkan aku,kau boleh mengambil makanan ini untukmu juga. Nih,ambil…” kata kakek itu yang kini merasa iba.
“Wah serius nih kek,makasih ya kek…?” kata david bersemangat.

Mereka bertiga pun menikamati makanan mereka sambil melihat matahari terbenam yang sangat indah. Dan itu adalah pertemuan david dengan kakek sakti yang nantinya akan mengajarinya ilmu bela diri.

Malam hari-nya…

Malam itu,
Ada sebuah kabut tebal menghalangi penglihatan. Dan benar saja kapal itu lalu menabrak sebuah batu besar di depannya. Bagian depan kapal itu hancur dan kapal itupun tenggelam.
Teriakan minta tolong terdengar dimana-mana,untung saja david bisa berenang. Ia meraih sebuah kayu lalu kemudian meletakkan pusshi di atasnya. Lalu ia berenang mencari tepian.
Akhirnya ia sampai pada sebuah tepian pantai. sesampainya di tepian ia pingsan,ia tergeletak lemas di tepian pantai itu karena kelelahan berenang sementara pusshi dari tadi menjilati wajahnya.
Akhirnya david terbangun,ia kemudian melihat ke sekitarnya selain pusshi yang ada hanyalah pohon kelapa,batu batuan dan suara ombak.

“Tolong!!! Tolong!!!” teriak david.
“Tidak ada gunanya teriak teriak di pulau tak berpenghuni ini…” suara itu berasal dari belalang david.

Ia lalu melihat ke belakang dan ternyata orang itu adalah…

Bersambung ke Vol.2